> For the complete documentation index, see [llms.txt](https://pgrtldrid.gitbook.io/main/llms.txt). Markdown versions of documentation pages are available by appending `.md` to page URLs; this page is available as [Markdown](https://pgrtldrid.gitbook.io/main/affection-story/empyrea.md).

# Liv: Empyrea

![](https://3561806657-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2FquS8tcvXaN6rGmTpzPZM%2Fuploads%2Fgit-blob-08e8f97f8b0d77f67269859239fd13e9862ab766%2Fempyrea.webp?alt=media)

## Liv: Empyrea I

![](https://3561806657-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2FquS8tcvXaN6rGmTpzPZM%2Fuploads%2Fgit-blob-10c3561d750fd3f4f9f8735b6420e6cabb7a77c3%2Fempy1.webp?alt=media)

* Cerita dimulai dengan SKK yang bermimpi berjalan selama tujuh hari di tengah badai salju tak berujung. Di dalam mimpi tersebut, ia menemukan sesosok mayat kaku berpakaian militer yang ternyata adalah dirinya sendiri.
* SKK terbangun dengan keringat dingin di sebuah kamar asing. Liv masuk ke kamar dengan cemas, lalu menyeka keringat di dahinya menggunakan saputangan.
* Ketika SKK bertanya tentang lokasi tempat ia berada, Liv menjelaskan bahwa itu adalah rumah mereka bersama (bersama Lucia dan Lee). Liv menerangkan bahwa bencana Punishing Virus sudah berakhir lima tahun lalu dan mereka kini sedang membangun kembali sebuah kota.
* SKK menyadari bahwa ingatannya sangat kabur dan terfragmentasi. Liv menjelaskan bahwa hal itu terjadi akibat cedera kepala yang pernah dialami SKK. Liv kemudian melakukan pemeriksaan medis dasar menggunakan perangkat diagnostik bawaan dari Support frame-nya dan menyimpulkan bahwa SKK hanya kelelahan.
* Liv mengingatkan bahwa mereka sudah berjanji untuk pergi ke taman hiburan yang baru dibangun pada jam 11:00 siang. Liv menyiapkan pakaian untuk SKK dan memberi tahu bahwa Lucia dan Lee sudah menunggu di bawah untuk sarapan.
* Di lantai bawah, Lee menegur SKK karena kesiangan. Lucia menyusul masuk dan memberi tahu bahwa Liv yang memasak sarapan hari itu. Liv membela SKK dengan menjelaskan bahwa ia kesiangan karena mimpi buruk.
* Mendengar tentang mimpi buruk tersebut, Lucia mengaitkannya dengan Teori dari Gestalt. Liv menambahkan bahwa berdasarkan kalkulasi Gestalt, peluang mereka selamat dari bencana dan perang hanyalah 0,031%. Mereka menyebut kedamaian saat ini sebagai sebuah "keajaiban". SKK mengingat pidato perdamaian dari Hassen yang menyebut para penyintas sebagai "child of miracles", namun di dalam hatinya, SKK tetap mempertanyakan apakah dirinya benar-benar nyata berdiri di sana.
* Melihat SKK melamun dan mempertanyakan realitas dunia yang damai ini, Lucia menduga ia mengalami PTSD (kelelahan mental pasca-perang). Liv menawarkan untuk membawanya ke rumah sakit setelah jalan-jalan selesai.
* Cerita ditutup dengan Liv yang menyuapi sekerat sup resep baru kepada SKK. SKK merasakan kehangatan dan rasa manis dari sup tersebut, lalu mencoba meyakinkan dirinya sendiri untuk tidak merusak kedamaian yang ada dengan rasa cemas dan keraguan yang ia miliki.

## Liv: Empyrea II

![](https://3561806657-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2FquS8tcvXaN6rGmTpzPZM%2Fuploads%2Fgit-blob-a1bec90d05b7f1ba72b5397125278dcfd335df67%2Fempy2.webp?alt=media)

* Cerita dimulai di taman hiburan, di mana Lucia dan Lee sedang mengurus administrasi dan mengontrak pasokan bunga dengan seorang staf. Terungkap bahwa Pasukan Gray Raven memiliki tugas pembangunan kembali yang berkaitan dengan penghijauan kota menggunakan robot tukang kebun.
* Lucia dan Lee menyadari bahwa SKK tidak dalam kondisi fit karena mengalami masalah ingatan. Lucia meminta SKK untuk mengambil hari libur dan bersenang-senang di taman hiburan bersama Liv, sementara tugas penanaman akan diselesaikan oleh Lucia dan Lee.
* SKK dan Liv berpisah dari Lucia dan Lee untuk berjalan-jalan di tengah keramaian. Di sini digambarkan suasana siang hari yang hangat, dipenuhi banyak bayi manusia dan hewan baru sejak virus berakhir. SKK meminta Liv untuk mulai memanggilnya dengan nama aslinya.
* Liv mengungkapkan bahwa ia belum pernah ke taman hiburan sebelumnya karena ibunya sakit sejak melahirkannya dan kemudian meninggal dunia. SKK berjanji untuk membawanya ke sana kapan pun mereka memiliki waktu luang.
* Mereka mengantre dan menaiki wahana roller coaster berbasis virtual reality bernama Galaxy Ship yang mensimulasikan perjalanan melintasi luar angkasa. Berbeda dengan turis lain yang berteriak, Liv tetap tenang karena terbiasa mengemudikan pesawat transportasi saat operasi militer dulu. Di wahana ini, mereka saling bergandengan tangan dan bersandar satu sama lain.
* Setelah turun dari wahana, mereka mengunjungi sebuah toko mainan yang mengadakan permainan menembak balon untuk memenangkan hadiah. Pemilik toko menegaskan aturan bahwa Construct tidak boleh bermain, hanya manusia yang diizinkan (untuk menjaga keuntungan toko).
* SKK membayar biaya permainan dengan Black Cards dan mulai menembak. Dengan menganalisis pola kecepatan balon dan kondisi senjata, SKK berhasil mengenai seluruh 20 sasaran sempurna pada babak pertama, babak kedua (dengan pistol yang lebih rusak), hingga babak ketiga (saat kecepatan balon dinaikkan oleh pemilik toko).
* Atas kemenangan mutlak tersebut, pemilik toko mengambil foto bersama SKK untuk dipajang di dinding. Liv memilih hadiah berupa boneka katak dan robot kecil untuk Lucia dan Lee, serta sebuah boneka domba besar untuk dirinya sendiri yang ia pilih setelah didorong oleh SKK.
* Keberhasilan SKK menarik perhatian turis lain untuk ikut bermain, sehingga menguntungkan pemilik toko. Cerita berakhir dengan Liv yang merasa sangat bahagia memeluk boneka dombanya, dan mereka berdua berjalan kembali menuju tempat Lucia dan Lee untuk membagikan hadiah tersebut.

## Liv: Empyrea III

![](https://3561806657-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2FquS8tcvXaN6rGmTpzPZM%2Fuploads%2Fgit-blob-f1545bd933853906972ecfd662bc4c167a13b1b2%2Fempy3.webp?alt=media)

* Setelah selesai bermain di taman hiburan, SKK dan Liv kembali menemui Lee dan Lucia. Lee mengambil mainan robot kecil hasil kemenangan SKK untuk dimasukkan ke kotak perkakasnya. Lucia menyarankan SKK untuk berjalan-jalan lagi, namun Liv memilih tetap tinggal untuk membantu menyelesaikan tugas menanam bibit di Area E3.
* SKK mengendarai kendaraan transportasi untuk mengirim bibit ke Area E3. Di sana, mereka mengaktifkan robot-robot tukang kebun yang bekerja secara otomatis. SKK dan Liv mengawasi pekerjaan tersebut selama dua jam hingga matahari terbenam.
* Liv menjelaskan bahwa tanaman liar sebenarnya tangguh dan sudah tumbuh di reruntuhan pasca-perang, namun harus diganti demi keindahan taman hiburan. Liv juga menceritakan bahwa Pasukan Gray Raven bisa kembali bersatu karena desakan dari SKK. Sebagai konsekuensinya, mereka harus terus berpindah tempat (relocate) dan berganti tugas demi membantu proses pembangunan kembali kota-kota.
* Ketika ditanya apa yang benar-benar ia inginkan di luar membantu orang lain, Liv menjawab bahwa ia sudah mendapatkan apa yang ia inginkan: rasa memiliki di dalam Pasukan Gray Raven dan menyambut datangnya masa damai tanpa ancaman Punishing Virus.
* Robot tukang kebun tiba-tiba membunyikan alarm karena menemukan seekor burung putih domestik dengan sayap patah dan cincin di kakinya di dalam lubang tanam. Liv memutuskan untuk membawa burung tersebut ke klinik (infirmary) untuk diobati, sementara sisa pekerjaan menanam diserahkan kepada robot otomatis.
* Saat keluar dari klinik pada malam hari, Liv mengabarkan bahwa operator siaran akan membantu mengumumkan penemuan burung tersebut. Setelah itu, Liv mengungkapkan isi hatinya kepada SKK. Ia mengaku merasa takut bahwa kedamaian saat ini terlalu indah untuk menjadi kenyataan dan khawatir jika semua ini hanyalah sebuah mimpi yang sewaktu-waktu bisa hancur berkeping-keping.
* Sebelum Liv menyelesaikan kalimatnya, sebuah cahaya menyilaukan dan suara ledakan mendadak muncul di dekat mereka. Refleks militer mereka langsung terpicu; SKK menarik Liv dan keduanya langsung mengambil posisi tiarap defensif untuk melindungi kepala mereka. Namun, mereka menyadari tidak ada serangan, melainkan kembang api yang sedang menerangi langit malam.
* Mereka berdua duduk di pantai setelah menyadari hal tersebut. Burung di dalam kotak bergerak panik karena ketakutan oleh suara kembang api. SKK menyadari bahwa mereka berdua sama seperti burung tersebut—mengalami PTSD layaknya para veteran perang lainnya yang harus berjuang melawan trauma seumur hidup. Liv mengiyakan perkataan SKK bahwa mimpi buruk perang memang telah berakhir dan sekarang adalah masa damai.
* SKK membantu membersihkan pasir yang berantakan di wajah Liv. Tidak lama kemudian, Lucia dan Lee datang menjemput mereka di pantai untuk mengajak pulang karena hari sudah malam. Cerita ditutup dengan SKK yang menatap kembang api di langit malam untuk terakhir kalinya, mencoba merangkul momen tersebut, dan mulai merasakan bahwa kedamaian ini terasa lebih nyata bagi dirinya.

## Liv: Empyrea IV

![](https://3561806657-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2FquS8tcvXaN6rGmTpzPZM%2Fuploads%2Fgit-blob-e263f9484d62a1c25a95df44ca09ef3b0be4632a%2Fempy4.webp?alt=media)

* Cerita dibuka dengan narasi bahwa waktu terasa berlalu sangat cepat dalam kedamaian. SKK dan tim menjalani kehidupan normal sebagai pekerja sipil yang berpindah dari kota ke kota untuk membangun peradaban. Fokus hidup mereka berubah menjadi hal-hal sepele seperti harga sayuran, pertanian, dan cuaca. Satu dekade berlalu dalam siklus musim yang indah dan damai.
* Di tengah malam yang biasa, sebuah percakapan antara dua entitas misterius (???? dan ?????) terjadi. Mereka menyatakan bahwa jika situasi ini dibiarkan, SKK akan mengalami kerusakan otak permanen. Untuk memicu kesadaran SKK, mereka memutuskan mengambil langkah ekstrem dengan memblokir data target termudah, yaitu Lucia dan Lee.
* SKK terbangun di siang hari dalam rumah yang sunyi senyap. Ia mendapati Lucia dan Lee menghilang tanpa pamit, bahkan seluruh barang-barang pribadi mereka ikut lenyap. Saat memeriksa terminal komunikasi, ID milik Lucia dan Lee terdeteksi sudah tidak valid.
* SKK menghubungi penjaga kota (Guard A) untuk melaporkan hilangnya kedua rekannya. Namun, penjaga tersebut bersikeras bahwa Lucia dan Lee tidak pernah ada di dalam database maupun di rumah SKK; penjaga itu mengingat bahwa selama ini SKK hanya tinggal berdua dengan Liv.
* SKK menghubungi Liv melalui terminal. Liv mengingat bahwa mereka baru saja berkumpul semalam dan bingung mengapa data keduanya hilang dari database. Di tengah percakapan, SKK mendadak mengalami sakit kepala hebat hingga dunianya menjadi gelap.
* Dalam kegelapan kesadarannya, SKK mendengar potongan suara dari Lucia, Lee, dan Presiden Hassen yang mendiskusikan situasi kritis di mana M.I.N.D. Beacon SKK sedang terkontaminasi, serta menyebutkan bahwa sejauh ini Liv-lah yang berhasil melindunginya. Kesadaran SKK kemudian tenggelam kembali ke kegelapan.
* SKK terbangun kembali dan disambut oleh Liv yang sedang menangis. Liv berganti dari Eclipse frame ke Empyrea frame untuk membantunya terbangun. Karena data Lucia dan Lee tetap tidak ditemukan, mereka menyadari secara tersirat bahwa dunia tempat mereka berada mungkin adalah sebuah mimpi. Liv mengajak SKK terbang ke langit malam menggunakan sayap Empyrea frame untuk mencari rekan mereka dari ketinggian.
* Saat terbang memandu Liv, memori asli SKK yang selama ini tertidur mulai bangkit. Ia mengingat percakapan masa lalu di Babylonia antara Asimov dan Profesor Hippocrates, di mana Asimov menjelaskan bahwa M.I.N.D. shards milik Liv telah bercampur dengan turbulensi data yang terkontaminasi parah, dan hanya SKK yang bisa menariknya kembali.
* SKK akhirnya menyadari realitas sebenarnya bahwa ia sedang berada di dalam lautan data terkontaminasi untuk menyelamatkan Liv. Seluruh pemandangan kota dan kedamaian di sekitarnya mulai terdistorsi, retak, dan hancur berkeping-keping.
* Suara Liv yang putus asa bergema menyatakan bahwa ia mungkin tidak bisa tinggal bersama Pasukan Gray Raven lagi. Di sisa kehancuran tersebut, terdengar suara misterius yang menyatakan bahwa hubungan kesadaran ini terlalu kuat sehingga mereka harus memutus indra SKK demi keselamatannya, dengan harapan memori yang berhasil dipulihkan membawa secercah harapan. Cerita berakhir dengan SKK yang kembali terhempas jatuh ke dalam jurang kegelapan absolut.

## Liv: Empyrea V

![](https://3561806657-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2FquS8tcvXaN6rGmTpzPZM%2Fuploads%2Fgit-blob-5866d6e02537e06de3d51daa534463551ee8ab74%2Fempy5.webp?alt=media)

* Cerita dibuka dengan Profesor Hippocrates yang memperingatkan SKK bahwa Liv sudah sepenuhnya corrupted dan menghubungkan kesadaran dengannya saat ini sangat berbahaya. Namun, SKK menjelaskan bahwa entitas Huaxu telah meretas sistem Spear of F.O.S. untuk memproyeksikan kesadarannya ke dalam M.I.N.D. milik robot yang corrupted.
* Meskipun Hippocrates menekankan bahwa tes ini dapat membuat SKK kehilangan akal sehatnya secara permanen karena tidak ada tim medis yang bisa menyokongnya di medan tersebut, SKK tetap bersikeras demi menyelamatkan Liv. Asimov kemudian membantu dengan menggunakan Spear of F.O.S. untuk memvisualisasikan turbulensi data agar memudahkan pencarian.
* Berkat visualisasi data dari Asimov, SKK berhasil menemukan shard pertama dengan mudah. shard ini berisi memori masa lalu ketika Liv sedang mengembara, di mana ingatan seluruh Pasukan Gray Raven saling terhubung dan menuntunnya bagai mercusuar.
* SKK memasuki memori realitas kelam Liv di sebuah medan perang yang hancur, penuh dengan mayat dan fasilitas penyaringan yang terbakar. Di sini, Liv yang tubuhnya sudah rusak parah dan kehabisan energi tetap memaksakan diri menyelamatkan korban. SKK sempat tertahan oleh cengkeraman Construct yang sekarat sebelum akhirnya kesadarannya menyatu dengan Liv.
* Memori berpindah ke rumah sakit lapangan tempat Liv bertugas dulu. Dalam kilasan waktu yang berjalan cepat, SKK melihat bagaimana Liv terjebak oleh rasa bersalah karena tidak bisa menyelamatkan ibunya sendiri yang meninggal saat melahirkannya, serta rasa tanggung jawabnya yang berat terhadap para pasien.
* SKK tiba di pantai tempat Pasukan Gray Raven dulu berbagi kenangan indah. Di tempat ini, ia menemukan dua shard sekaligus. Saat malam tiba, ia melihat perwujudan Liv yang lain menyelam ke dasar laut, melambangkan bagaimana Liv mengubur rasa sepi dan ketakutannya agar tidak menjadi beban bagi tim. SKK mengajak Liv dalam memori tersebut untuk pergi bersamanya, dan Liv menyetujuinya.
* Setelah berhasil mengumpulkan total lima shard memori, SKK hanya membutuhkan satu shard terakhir untuk bisa membangunkan Liv sepenuhnya sesuai rencana. Namun, di tengah jalan, SKK gagal karena kesadarannya diserbu dan ditusuk oleh kawanan makhluk merah Corrupted.
* Memori SKK kembali hancur dan luka psikologisnya terbuka lagi. Kekalahan tersebut membuat kesadarannya tersedot ke dalam pusaran data yang kacau dan hampa. Cerita berakhir dalam ketidakpastian dengan SKK yang terperangkap dalam kegelapan, kehilangan arah untuk melarikan diri, dan mempertanyakan apakah ini menjadi momen terakhir kalinya ia bisa melihat Liv.

## Liv: Empyrea VI

![](https://3561806657-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2FquS8tcvXaN6rGmTpzPZM%2Fuploads%2Fgit-blob-472c59fb8b98e28e53dc58ba98d41488da37ae68%2Fempy6.webp?alt=media)

* Cerita melanjutkan kondisi SKK yang kesadarannya terkikis dan hanyut tanpa arah di dalam pusaran data yang kacau. Setelah sekian lama memanggil nama Liv dalam kehampaan, SKK mendengar suara nyanyian lembut mirip lagu pengantar tidur yang menuntunnya hingga lingkungan sekitar perlahan berubah menjadi realistis.
* SKK mendapati dirinya kembali ke rumah bersama yang damai. Suasana digambarkan sunyi, di mana ada seekor burung putih yang dikurung di dalam sangkar dekat jendela—melambangkan kondisi Liv yang terjebak dalam sangkar kesepian dan menutupi mimpi buruk perang dengan ilusinya sendiri.
* SKK menyadari bahwa satu-satunya cara untuk menyelamatkan Liv adalah dengan menghancurkan mimpi indah tersebut. Meskipun tergoda untuk tinggal di dunia damai itu selamanya demi menghindari realitas kejam, SKK memilih untuk melangkah maju agar perjuangan orang-orang yang telah berkorban tidak menjadi sia-sia.
* SKK mengetuk pintu rumah dan disambut oleh Liv yang langsung memeluknya dengan cemas. Saat SKK hendak mengucapkan selamat tinggal, Liv memotongnya dan mengaku bahwa ia sudah tahu segalanya. Liv menyadari bahwa dunia ini hanyalah sisa mimpi di dalam M.I.N.D. miliknya, dan SKK datang untuk mengambil M.I.N.D. shards nya.
* Liv menjelaskan bahwa burung putih di dalam sangkar adalah manifestasi dari shard memori aslinya, sementara sosok Liv yang sedang berbicara dengan SKK saat ini hanyalah entitas fiktif yang dibayangkan oleh burung tersebut.
* Percakapan tersebut memicu kembalinya ingatan SKK tentang apa yang terjadi sebelum ia terjebak di sana. Ia mengingat momen kritis saat umat manusia digulung oleh Hetero-Creatures dan Corrupted, di mana Liv dengan Empyrea frame mengorbankan dirinya demi memberikan kekuatan untuk mengubah keadaan. Kejadian itu memicu trauma kepala SKK memburuk hingga kesadarannya tersedot ke lautan kekacauan, sebelum akhirnya diselamatkan dan dilindungi oleh mimpi damai buatan Liv.
* Liv berterima kasih atas waktu sepuluh tahun yang telah dihabiskan bersama SKK di dalam mimpi tersebut. Sangkar burung terbuka, dan dunia ilusi itu mulai bergetar serta hancur. Liv meletakkan tangan SKK di dadanya dan menyatakan bahwa ia harus tetap tinggal di sana agar mimpi tersebut bisa dihancurkan sepenuhnya demi memulihkan kesadaran asli.
* Burung putih tersebut memberikan sebuah kunci emas kepada Liv, lalu terbang hinggap di bahu SKK. Liv menjelaskan bahwa shard terakhir seharusnya baru ada setelah ia mengalami "kematian" di memori aslinya, namun karena SKK berhasil mencapainya, Liv memberikan kunci tersebut untuk dibawa pergi.
* Sembari menangis namun tetap tersenyum, Liv meminta SKK untuk berjanji mencarinya kembali di dunia nyata, tepatnya saat ia sendirian di ujung medan salju tempat shard memori terakhir berada. Cerita berakhir dengan dunia ilusi yang sepenuhnya habis dilahap oleh cahaya putih saat SKK menatap senyuman terakhir Liv.

## Liv: Empyrea VII

![](https://3561806657-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2FquS8tcvXaN6rGmTpzPZM%2Fuploads%2Fgit-blob-debfa50d4df82aea229e769b70a093db8b795db3%2Fempy7.webp?alt=media)

* Setelah dunia ilusi hancur, SKK tiba di sebuah medan salju setinggi lutut yang ekstrem. Enam serpihan memori yang dipegangnya terjatuh ke tanah. Lingkungan ini merupakan representasi masa depan yang dilihat Liv melalui algoritma Ascension-Network seusai operasi pertempuran di gereja.
* Di tengah keputusasaan akibat rasa dingin dan lelah, bayangan (phantom) Liv muncul di sisi SKK. Bayangan tersebut meminta maaf karena merasa telah menjadi beban, namun SKK menenangkannya. Bayangan Liv kemudian berturut-turut memberikan petunjuk arah (ke timur mengikuti matahari, lalu ke arah Bintang Polaris) sebelum akhirnya menghilang.
* Setelah melewati malam kutub yang panjang, SKK tiba di ujung medan salju. Sesuai dengan awal mimpinya di babak pertama, ia menemukan sesosok mayat kaku mengenakan pakaian pelindung militer dengan tag nama miliknya sendiri.
* Sosok Liv dari masa depan muncul di tempat tersebut, berlutut, dan menangis dengan histeris meratapi kematian SKK hingga tubuhnya membeku akibat badai salju. SKK segera merengkuh dan memeluk Liv untuk menenangkannya, menyatakan bahwa ia tidak pernah pergi dan mereka akan mengubah masa depan bersama.
* Pelukan tersebut membuat seluruh serpihan memori berkumpul di dada Liv hingga membentuk M.I.N.D. yang utuh. Pemandangan medan salju pun lenyap ditelan oleh cahaya putih yang tenggelam.
* SKK terbangun sambil terbatuk di sebuah laboratorium medis yang dingin dan disambut dengan lega oleh Lucia dan Lee. Profesor Hippocrates mengonfirmasi bahwa SKK telah sadar dan kontaminasi pada Mind Beacon-nya berhasil dikendalikan.
* Hippocrates terkejut karena SKK berhasil menemukan satu serpihan memori terakhir yang gagal dideteksi oleh tim medis karena tersembunyi terlalu dalam. Sementara itu, Asimov fokus mengoperasikan peralatan untuk mensimulasikan dan memperbaiki kesadaran Liv.
* SKK mendekati meja perawatan dan menggenggam tangan Liv. Liv perlahan tersadar dan mengerang. Karena memperbaiki Empyrea frame di tempat tersebut terlalu berbahaya, Asimov memutuskan memindahkan Liv ke dek perawatan kedua untuk mengganti frame-nya. Hippocrates dan Asimov kemudian pergi terlebih dahulu untuk bersiap-siap.
* SKK meminta Liv untuk tidak meminta maaf lagi atas kekhawatiran yang terjadi, karena hal itu adalah bukti ikatan mereka. Liv menggenggam erat tangan SKK dengan penuh tekad dan tanpa penyesalan untuk menghadapi dunia yang rusak ini bersama-sama.
