> For the complete documentation index, see [llms.txt](https://pgrtldrid.gitbook.io/main/llms.txt). Markdown versions of documentation pages are available by appending `.md` to page URLs; this page is available as [Markdown](https://pgrtldrid.gitbook.io/main/arc-disaster/ex05-inscription-of-labyrinth.md).

# EX05 — Inscription of Labyrinth

## EX05 Inscription of Labyrinth

WIP (beberapa penulisan/kosakata belum diperbaiki mungkin membuat sedikit kebingungan dalam membaca nya)

[EX05-1: The Forgotten Children](#ex05-1-the-forgotten-children)\
[EX05-2 Suspiria](#ex05-2-suspiria)\
[EX05-3: The Mist](#ex05-3-the-mist)\
[EX05-4 Kairo](#ex05-4-kairo)\
[EX05-5](#ex05-5)\
[EX05-6 Insidious](#ex05-6-insidious)\
[EX05-7 Cabin in the Woods](#ex05-7-cabin-in-the-woods)\
[EX05-8 The Skeleton Key](#ex05-8-the-skeleton-key)\
[EX05-9 The Thirteenth Floor](#ex05-9-the-thirteenth-floor)\
[EX05-10 Hour of the Wolf](#ex05-10-hour-of-the-wolf)\
[EX05-11 – The Chasers](#ex05-11-the-chasers)\
[EX05-12 Sixth Sense](#ex05-12-sixth-sense)

## EX05-1: The Forgotten Children

![](https://3561806657-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2FquS8tcvXaN6rGmTpzPZM%2Fuploads%2Fgit-blob-aed5515b39a42bed4d71f567bec646415bb038d4%2F1d30d5e807f6.webp?alt=media)

1. Kecelakaan Cerberus & Evakuasi
   * Di gurun dekat City 075, truk lipat yang dikendarai No. 21 (dipaksa oleh Noctis) oleng dan menabrak batu akibat musik Noctis yang terlalu keras.
   * Vera, kapten skuad Cerberus, memaksa semua keluar sebelum truk meledak.
   * Vera menyalahkan Noctis dan menyuruh No. 21 melaporkan bahwa kecelakaan adalah kesalahan Noctis.
   * Mereka dievakuasi dengan pesawat transport, sementara Noctis kesal karena Cerberus ditarik mundur dan semua misi mereka dialihkan ke Hellhound.
   * Vera menyebut “survival of the fittest” dan No. 21 menangkap adanya “bau bahaya” dari perkataan itu serta mengingat masa lalu mereka di Kurono.
2. Rencana Collins & Rebecca
   * Beberapa hari setelah evakuasi, di kantor Collins (pejabat tinggi Kurono), ia berbicara dengan seorang wanita bernama Rebecca.
   * Collins menjelaskan bahwa menghilangnya sang Commandant Gray Raven adalah aib bagi Parlemen, jadi mereka ingin menanganinya diam-diam.
   * Collins tertarik pada fenomena aneh di M.I.N.D. sang commandant: memori yang terpicu dari Beacon yang terkorupsi dan kemampuan resistensi terhadap korupsi Ascendant.
   * Ia menduga otak sang commandant menyimpan “kepingan puzzle” penting bagi riset Kurono, meski hipotesisnya tanpa dasar pasti.
   * Rebecca akan menjadi “wajah resmi” operasi untuk Parlemen, sementara tugas sebenarnya jauh lebih dalam—mencari rahasia dalam otak sang commandant.
   * Collins mengatakan sudah “memilih” satu Task Force terbaik sebagai kartu truf untuk mendampingi Rebecca.
3. Perintah Rahasia dari World Government
   * Di pusat operasi World Government, sebuah misi dengan prioritas tertinggi diberikan kepada skuad bernama Cerberus (biasanya menerima misi langsung dari panglima tertinggi).
   * Para pejabat operasi mencatat bahwa log misi Cerberus sebelumnya sudah “dibersihkan” dan statusnya dipindahkan — menandakan operasi sangat rahasia.
   * Selain itu, ada perintah untuk mengerahkan petugas, logistik, dan komandan lapangan guna:
     * Melacak sinyal biologis,
     * Menentukan koordinat target,
     * Mengawasi target dengan dampak minimal (non-lethal).
   * Targetnya adalah \[player name], Commandant Gray Raven. Jadi, mereka memakai Cerberus dan jaringan logistik untuk mengawasi (dan mungkin menangkap) sang commandant secara rahasia.
4. Menuju Misi Baru Cerberus
   * Di Babylonia, hari itu adalah pertama kalinya Cerberus mendapat misi lagi sejak penarikan dari Operation Red Tide.
   * Vera sudah dipanggil duluan untuk konfirmasi misi; Noctis sibuk “upgrade” persenjataan.
   * No. 21 berjalan sendirian menuju ruang perang (war room) dan merenungi hal-hal kecil: sinar matahari, debu, hewan, manusia—hal-hal sederhana yang mulai ia sadari dan rasakan.
   * Ia berpapasan dengan sekelompok manusia berbaju hitam yang aromanya mengingatkannya pada institut riset dan Kurono (bau obat, rantai, minyak senjata).
   * Seorang manusia dengan mantel panjang (kemungkinan Rebecca) menatap balik No. 21; No. 21 menilai bahwa bahaya ada pada pengawal berseragam hitam, bukan pada orang itu sendiri.
   * Tatapan singkat itu membuat No. 21 sedikit tenang—ia merasakan bahwa orang tersebut tidak panik dan seolah “mengendalikan situasi”.
   * Vera memanggil No. 21 lewat komunikasi; No. 21 kembali fokus dan menyatakan dirinya siap menerima perintah.

## EX05-2 Suspiria

![](https://3561806657-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2FquS8tcvXaN6rGmTpzPZM%2Fuploads%2Fgit-blob-aed5515b39a42bed4d71f567bec646415bb038d4%2F1d30d5e807f6.webp?alt=media)

1. Misi Cerberus di kota terlantar
   * Vera, Noctis, dan No.21 (tim Cerberus) dikirim ke sebuah kota kecil yang sudah lama ditinggalkan sejak akhir Golden Age.
   * Mereka memasang perangkat node untuk koneksi jarak jauh. Misi resmi: menyelidiki fluktuasi M.I.N.D. abnormal yang diduga terkait Ascendant Luna.
   * Vera curiga: semua misi sebelumnya dialihkan ke Hellhound dan mereka “disimpan” di markas, seolah-olah dipersiapkan khusus untuk operasi ini.
   * Noctis disuruh “membersihkan” area 1 km sambil menunggu komandan yang akan tersambung lewat node.
2. Situasi Commandant (kamu) diinterogasi Kurono
   * Kamu berada di ruang seperti interogasi, terisolasi di balik kaca tebal, diawasi agen-agen bersetelan hitam (Kurono) dengan nama “John Doe”.
   * Statusmu: terluka parah setelah operasi pembersihan Red Tide di selokan; sejak itu terus dimonitor dan secara praktis “ditahan”.
   * Hassen diam-diam menghubungimu sebelumnya dan menjelaskan:
     * Kurono masih bergerak di balik layar meski sudah bergabung dengan Babylonia.
     * Mereka mengincar kamu sebagai “mangsa terluka” untuk rencana mereka sendiri.
     * Parlemen tidak suka Kurono mengambil alih kendali atasmu.
     * Hassen ingin memanfaatkan operasi yang dipaksa Kurono ini sebagai “titik belok” untuk melawan balik dan mengembalikanmu ke jalur yang benar.
     * Ia sudah menyiapkan tim yang paling bisa kamu percaya, meski harus “memaksa” komandan mereka (Murray).
   * Kamu diberi pilihan untuk takut atau ragu, tapi kamu memilih tetap maju karena tidak ingin rasa takut melukai orang-orang yang ingin kamu lindungi.
   * Hassen menawari kesempatan bertemu Lucia, Liv, dan Lee sebentar, tapi kamu menolak—kamu ingin menunggu sampai benar-benar bisa “pulang” dan membawa kabar baik, bukan menambah kekhawatiran mereka.
3. Masuknya tokoh baru: Rebecca dari Kurono
   * Seorang wanita bernama Rebecca datang menggantikan agen-agen yang “basa-basi”.
   * Sikapnya santai namun berbahaya; dia bicara terus terang:
     * Tidak peduli detail hubunganmu dengan Ascendant (Luna), asalkan kamu bisa membantu berdasarkan fakta yang sudah ada.
     * Ia mengusulkan kerja sama: kalian “punya tujuan bersama”, meski jelas motif Kurono sendiri lebih kompleks.
   * Rebecca menjelaskan:
     * Kurono mendeteksi aktivitas M.I.N.D. yang cocok dengan Luna di suatu area di permukaan.
     * Tugasmu: tetap di ruangan itu, lalu menghubungkan MIND-mu secara remote untuk mengawasi dan mengomando satu skuad di lapangan dalam misi pencarian Luna.
   * Kamu menerima, dengan syarat kerjasama sesuai ketentuanmu. Rebecca setuju secara verbal, tapi nada bicaranya menunjukkan ia tidak sepenuhnya “senang”.
4. Koneksi jarak jauh dimulai
   * Operator teknis Kurono mengunggah “Mind Beacon” milikmu ke sistem baru yang jauh lebih canggih daripada alat portabel Asimov.
   * Proses sinkronisasi terasa lebih intens, menimbulkan rasa kosong dan sakit di sekujur tubuh, seolah waktu melambat.
   * Dari kegelapan, Mind Beacon-mu akhirnya menangkap sinyal M.I.N.D. yang agak familiar dan dua sinyal lain yang asing.
5. Pertemuan dengan Cerberus sebagai komandan sementara
   * Visual muncul melalui sebuah kubus hitam: kamu melihat jalan kecil yang tertutup tanaman liar dan tiga Construct — Vera, Noctis, dan No.21.
   * Vera segera menyadari bahwa yang tersambung bukan komandan mereka sebelumnya (Murray), melainkan Commandant Gray Raven.
   * Noctis protes karena mereka tidak diberi tahu akan ganti komandan; Vera menyindir kalau Murray mungkin “dipindah” ke Hellhound.
   * Vera menegaskan struktur komando: dia tetap First-in-Command di lapangan; kamu adalah komandan jarak jauh yang perintahnya diikuti setelah dirinya.
   * Kamu menyampaikan ringkasan misi: menyelidiki sinyal M.I.N.D. yang cocok dengan Luna dan mencari kemungkinan lokasi keberadaannya.
   * Vera bercanda bahwa kamu seperti “radar Ascendant”, karena tiap kali kamu terlibat, selalu urusannya dengan Ascendant.
6. Masuk ke kota & dinamika tim
   * No.21 bersikap dingin; Noctis berusaha menarik perhatian tapi diabaikan.
   * Mereka menemukan papan sambutan kota yang bertuliskan “Welcome home!” dengan catatan kecil soal “Sheriff Byron” dan nomor yang sudah dicoret.
   * Noctis membuka kotak surat di sampingnya dan menemukan peta kota, tapi No.21 bilang dia tidak butuh, membuat Noctis kesal.
   * Di kanal pribadi, Vera berbicara langsung padamu:
     * Ia mengakui bisa “merasakan” frustrasi tak berdayamu, dan itu entah bagaimana menghibur dirinya.
     * Ia berjanji akan “menjagamu” dan menyebutmu sebagai sumber hiburannya selama misi.
   * Cerberus mulai melangkah masuk ke kota di saat malam perlahan berganti pagi—menandai dimulainya operasi pencarian Luna di bawah komandomu.

## EX05-3: The Mist

![](https://3561806657-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2FquS8tcvXaN6rGmTpzPZM%2Fuploads%2Fgit-blob-1b642e5abfbeac8aef95a770be654c5a9f62e32b%2Fedd7712c5da2.webp?alt=media)

1. Masuk ke Hutan Berk

* Vera, Noctis, dan No.21 bergerak menuju target lewat hutan dengan kabut tebal.
* No.21 tiba-tiba merasa seperti ada yang “mengawasinya” dan menembak sebuah pohon karena merasa ada tatapan.
* Di dekat pohon, ia menemukan boneka busuk dengan mata kaku seperti sedang menatapnya.

2. Memasuki Kota Kosong
   * Mereka keluar dari hutan dan tiba di sebuah kota Eropa yang sepi dan suram.
   * No.21 tertinggal di belakang karena terpaku menatap etalase toko berisi boneka rusak tanpa anggota tubuh.
   * Ia mengambil satu boneka, lalu mematahkan kepala boneka itu dan bersikeras bahwa boneka itu “bergerak” dan mengikutinya dari persimpangan sebelumnya.
   * Vera memindai kepala boneka dan hasilnya bersih, lalu menegur No.21 karena terlalu terpengaruh firasatnya.
3. Tangan Gatal & Keganjilan 21
   * No.21 mengeluh tangannya terasa “gatal”, tapi secara visual tidak ada apa pun selain debu.
   * Vera mulai curiga namun tetap memaksa semua fokus pada misi.
4. Penemuan Mechanoid Medis
   * Di jalan, mereka menemukan sisa-sisa mechanoid aneh, berupa setengah bola dengan kabel, pisau, dan tentakel mekanik.
   * Saat Noctis menyentuh salah satu tentakel, mechanoid itu bereaksi dan menyerang dengan jarum, tapi Noctis mematahkannya.
   * Vera mencicipi zat di jarum dan menyimpulkan itu adalah obat untuk manusia yang sudah kadaluarsa.
   * Dari bentuk dan peralatan, disimpulkan bahwa itu adalah Medic Bot portabel zaman Golden Age, kini sudah usang dan sengaja dihancurkan.
5. Tujuan: Rumah Sakit
   * Mereka mengecek peta dan koordinat: tujuan mereka ternyata adalah sebuah rumah sakit di kota itu.
   * No.21 tampak makin terganggu, tapi tidak menjelaskan secara jelas apa yang ia rasakan.
6. Halusinasi sang Commandant
   * Saat Cerberus hampir mencapai rumah sakit, pandangan sang commandant (pemain) tiba-tiba menjadi hitam dan berdering.
   * Dalam “penglihatan” itu, bangunan rumah sakit berubah seperti melayang, tanaman di sekitar tumbuh subur seketika, dan muncul suara tawa aneh serta suara yang berkata, “Tunggu… tunggu aku…”.
   * Sekilas suasana itu terasa sangat familiar, seperti pernah berada di tempat itu ketika masih dalam kondisi jaya.
   * Ilusi itu lalu hilang, dan rumah sakit kembali tampak tua dan runtuh. Vera tidak melihat apa-apa, jadi hanya sang commandant yang mengalaminya.
7. Kecurigaan & “Insting Binatang” Cerberus
   * Commandant merasa mungkin ini efek kerusakan Mind Beacon setelah pertarungan dengan Luna, tapi memilih tidak menakuti tim.
   * Vera juga merasa situasi aneh: konsentrasi Virus Punishing normal, tapi sama sekali tidak ada Corrupted yang muncul sampai sekarang.
   * Noctis mengatakan Cerberus mengandalkan “insting binatang” yang berasal dari masa mereka sebagai manusia, sesuatu yang tidak terdeteksi mesin.
   * No.21 mencium sesuatu dan memperingatkan: Corrupted mendekat.
   * Pada terminal, akhirnya muncul titik-titik—sinyal Corrupted—datang seperti gerombolan belalang.

## EX05-4 Kairo

![](https://3561806657-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2FquS8tcvXaN6rGmTpzPZM%2Fuploads%2Fgit-blob-383d74da974e9d47c45427ae3c29409fc0139d97%2F7131393c6244.webp?alt=media)

* Tim (kamu/Commandant, Vera, Noctis, dan No. 21) menemukan tulisan/grafiti merah yang masih baru di dinding.
* Noctis curiga itu jejak Ascendant target mereka, tapi Commandant dan Vera menilai stylenya tidak cocok dengan Ascendant yang dicari, sehingga kemungkinan ada pihak ketiga misterius yang terlibat.
* Diputuskan untuk membagi tim: satu pasangan mengecek koordinat misi, satu lagi mengejar jejak pihak ketiga, sambil tetap terhubung dan janji berkumpul lagi dalam satu jam.
* Noctis dan No. 21 sama‑sama ingin ikut Vera, tapi Vera memaksa keputusan: No. 21 tetap bersama Commandant untuk menyelidiki koordinat, sementara Vera pergi bersama Noctis.
* Commandant meminta pemindahan koneksi jarak jauh ke No. 21. Rebecca memperingatkan bahwa koneksi dengan No. 21 berisiko dan bisa menimbulkan hal tak terduga, tapi akhirnya mengizinkan dengan syarat ia akan memutus koneksi bila terjadi sesuatu.
* Dalam proses sinkronisasi, M.I.N.D. No. 21 terasa gelisah dan cenderung menolak, terlihat bahwa ia tidak terbiasa atau tidak nyaman saat perasaannya ditanyakan, namun ia tetap menerima karena sudah “diatur Kapten”.
* Setelah koneksi berhasil, Commandant kini melihat lewat sudut pandang No. 21. Vera berpamitan, menyebut No. 21 “anak baik” dan menitipkannya padamu.
* Noctis datang dengan mobil polisi bekas yang ia “pinjam” dari kantor polisi dekat situ, ingin menggunakannya.
* Vera melarang Noctis menyetir karena tidak percaya pada kemampuannya dan bahkan menyindir bahwa menyetir No. 21 lebih buruk lagi. Ia lalu sendiri yang mengambil alih posisi sopir.
* Vera dan Noctis pun pergi dengan mobil polisi, meninggalkan No. 21 dan Co-Bot bersamamu (Commandant), sementara kamu bersiap melanjutkan investigasi di koordinat misi lewat tubuh No. 21.

## EX05-5

![](https://3561806657-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2FquS8tcvXaN6rGmTpzPZM%2Fuploads%2Fgit-blob-1ab40be541c3068857d659dbfb5427ea0769d486%2F2a389ce7d562.webp?alt=media)

1. Insiden di kantor polisi & “hantu” anak kecil
   * No. 21 dan Commandant melewati kantor polisi yang penuh mobil rongsokan.
   * No. 21 melihat tangan anak kecil di kaca mobil, lalu menembaknya, namun mobil itu kosong.
   * Di dalam kantor polisi, sebuah monitor menyala menampilkan rekaman pertandingan bola; No. 21 mengira itu orang sungguhan dan menghancurkannya.
   * Mereka berdua melihat/merasakan sosok anak perempuan ber-twintails yang bicara tentang ayahnya yang belum pulang kerja dan pesta ulang tahunnya. No. 21 memecahkan kaca dan mengejarnya, tapi sosok itu menghilang.
   * Hanya Commandant dan No. 21 yang bisa melihat “halusinasi” ini; Vera tidak. Ini menimbulkan kecurigaan bahwa ada sesuatu yang khusus terjadi pada Commandant dan No. 21.
2. No. 21 kolaps, koneksi terputus
   * Dalam perjalanan ke rumah sakit, No. 21 bertanya polos: “Apa itu pesta ulang tahun? Apa itu ulang tahun?”
   * Commandant menjelaskan soal hari kelahiran, tapi No. 21 tidak punya data tanggal “lahir”-nya. Commandant berjanji akan membantunya mencari nanti.
   * Tiba‑tiba No. 21 merasakan sakit kepala hebat, menjerit, dan koneksi Mind Beacon dengan Commandant terputus. Commandant pingsan.
3. Commandant sadar di ruang interogasi Kurono
   * Commandant bangun di kursi, kepala dipegang tenaga medis Kurono, dengan rantai di kaki dan beberapa Construct bersenjata mengawasi.
   * Rebecca muncul lewat hologram, mengabarkan bahwa sinyal No. 21 hilang total, bahkan Vera tidak bisa menghubunginya.
   * Rebecca menunjukkan rekaman Vera dan Noctis yang terus berputar di area yang sama seolah‑olah mereka terperangkap, menandakan seluruh gerak mereka diawasi.
   * Rebecca ingin Commandant segera terhubung ke Vera dan meneruskan misi, jelas memprioritaskan misi di atas nasib No. 21.
4. Commandant memaksa Kurono mencari No. 21
   * Commandant menanyakan “rencana cadangan” dan menegosiasikan syarat: izinkan dia menghubungkan Mind Beacon ke No. 21, karena hanya itu satu‑satunya cara menemukan No. 21.
   * Rebecca menolak dengan alasan M.I.N.D No. 21 tidak stabil dan berbahaya, tetapi Commandant mengungkap bahwa ia dan No. 21 bisa melihat “sesuatu” di kota yang orang lain tidak lihat.
   * Mendengar itu, Rebecca berubah sikap; ia tertarik dengan informasi tersebut dan memerintahkan operator mencoba sesuai permintaan Commandant, meski perangkat sudah sempat overload.
   * Operator keberatan karena batas beban Mind Beacon, tapi Rebecca memaksa. Commandant menyetujui, lalu proses koneksi dimulai.
5. Koneksi ke M.I.N.D No. 21
   * Di dalam “lautan M.I.N.D.”, Commandant menemukan cahaya lemah milik No. 21 yang berusaha menghindar.
   * Dengan susah payah, ia berhasil menangkap cahaya itu dan menyambungkan koneksi.
6. Keadaan No. 21 setelah insiden
   * Commandant “bangun” di tubuh No. 21 dan mendapati dirinya di dalam ruangan penuh Medic Bot dan mechanoid berbentuk bola yang sudah rusak.
   * No. 21 dalam kondisi liar dan defensif, duduk seperti binatang terluka, menggeram dan menyuruh “menjauh dari kepalanya”.
   * Ia mengalami luka di perut dan berusaha menolong diri sendiri dengan perban dan alkohol yang seharusnya untuk manusia, vital fluid‑nya berceceran.
7. Menenangkan No. 21 dan memulai kembali misi
   * Commandant terus meyakinkan bahwa dia tidak akan melukai atau mengorek M.I.N.D‑nya.
   * Setelah menyebut nama Commandant dan “Captain” (Vera), No. 21 pelan‑pelan mengenali suara di kepalanya dan menurunkan sikap bermusuhannya, meski tetap tidak nyaman.
   * No. 21 dengan enggan menerima koneksi, dengan ancaman tersirat bahwa dia akan memutus paksa jika merasa tidak nyaman.
   * Mereka menghentikan pendarahan No. 21 dengan patch dingin, lalu sepakat:
     * Prioritas: menyelidiki koordinat yang ditentukan dan menyelesaikan misi,
     * kemudian mencari Vera dan Noctis,
     * sambil mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi pada No. 21 saat koneksi sebelumnya terputus.
   * Cerita di halaman ini berakhir dengan No. 21 dan Commandant resmi melanjutkan misi bersama lagi, kali ini dengan No. 21 yang luka dan mentalnya terguncang, serta ancaman halusinasi misterius yang masih belum terjawab.

## EX05-6 Insidious

![](https://3561806657-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2FquS8tcvXaN6rGmTpzPZM%2Fuploads%2Fgit-blob-4afdd6257f968422826f65f765772aa6949d7f7c%2Fb3209dbb17cd.webp?alt=media)

1. Jejak Pertar Luna di Rumah S
   * Dengan bantuan alat pendeteksi fluktuasi M.I.N.D. dari No. 21, ditemukan tanda-tanda pertempuran di ruang resepsionis rumah sakit.
   * Alat terus berbunyi menandakan Luna pernah berada di sana dan sempat bertarung, tetapi ia sudah pergi cukup lama sehingga tak ada info lebih lanjut.
2. Rasa Familiar & Koneksi dengan No. 21
   * Baik kamu (Commandant) maupun No. 21 merasakan suasana yang familiar, mirip dengan di kantor polisi sebelumnya.
   * No. 21 menjelaskan perasaan familiar itu baru muncul setelah ia terhubung denganmu.
3. Ilusi di Koridor Rumah Sakit
   * Saat berjalan di lorong, muncul bayangan putih seperti orang-orang berseragam putih (gown) yang lalu-lalang menembus tubuh No. 21.
   * No. 21 terkejut dan waspada seperti hewan yang merasa terancam.
4. Gadis Kecil & Sosok “Ibu”
   * Muncul ilusi seorang gadis kecil dengan bunga aster, berbicara dengan sosok lembut (bayangan) yang tampak seperti ibunya.
   * Gadis itu berkata ia hanya ingin pulang bersama “ibu”.
   * No. 21 merasakan kehangatan asing di dadanya saat menyaksikan momen penuh kasih sayang itu, dan ia terdiam.
   * Saat No. 21 mendekat untuk melihat lebih jelas, semua ilusi lenyap, menyisakan hanya lorong rumah sakit yang rusak.
5. Pertanyaan tentang “Eksperimen”
   * No. 21 bertanya apakah di tempat ini pernah dilakukan eksperimen, karena ia melihat mesin, bot medis, orang berseragam putih—semuanya mengingatkannya pada laboratorium.
   * Kamu menjelaskan bahwa ini adalah rumah sakit, tempat orang “diobati” dan rasa sakit mereka dikurangi, bukan tempat eksperimen yang menimbulkan rasa sakit.
   * No. 21 kesulitan menerima konsep itu karena pengalamannya tentang mesin dan “orang berbaju putih” selalu terkait rasa sakit.
   * Ia akhirnya berkata mengerti, tapi tersisa rasa kecewa dan hampa setelah pengalaman kehangatan singkat tadi.
6. Meninggalkan Rumah Sakit & Kembali ke Kantor Polisi
   * Karena tak menemukan petunjuk lebih jauh, kalian memutuskan pergi untuk menyusul Vera.
   * Dalam perjalanan, saat melewati kantor polisi lagi, No. 21 menyadari sesuatu berubah: mobil polisi dengan jendela pecah yang sebelumnya ada, kini menghilang.
   * Ketika kalian mencari dengan lebih teliti, terdengar suara mesin kendaraan menyala di belakang—menandai ada sesuatu (atau seseorang) yang baru saja bergerak.

* No. 21 terus-menerus menyerang Korupsi yang sudah tak bisa bergerak, menembakkan meriam lasernya tanpa henti sampai suara hancurnya musuh nyaris tak terdengar.
* Kamu (Kapten) mencoba menenangkannya dan menariknya keluar dari kondisi paniknya.
* No. 21 baru saja mengalami satu lagi “penglihatan” kuat saat Korupsi berperisai muncul: cahaya buram, rasa sakit, seolah jantung buatannya akan dicabut.
* Dalam cahaya itu ia melihat sebuah wajah, dan di belakangnya ada roda gigi seperti bagian tubuh Korupsi. Ia merasa Korupsi itu “membunuh orang penting”.
* Ia bingung dan takut, menduga mungkin orang penting itu adalah Kapten, tapi kamu menegaskan Vera aman dan lokasinya sudah dipastikan.
* Kamu menyimpulkan penglihatan ini punya pola: dipicu oleh tempat atau objek tertentu, bukan sekadar halusinasi acak—seolah ada seseorang yang sengaja “menunjukkan” ini kepada kalian.
* Kamu mengingatkan No. 21 tentang bayangan di luar kantor polisi, dan menyebut bahwa sosok itu bergerak ke arah tertentu. Kalian memutuskan mengikuti jejak itu.
* Saat kalian bergerak menjauh dari kantor polisi, dunia tiba-tiba terdistorsi: pemandangan terpuntir, waktu terasa dipercepat, bangunan muncul dari tanah, cahaya matahari dan pepohonan tumbuh seketika.
* Di tengah distorsi itu, terdengar suara jauh yang terputus-putus: “...tunggu aku… tunggu aku!”, seolah suara itu datang dari dalam kepala.
* Sosok gadis yang sebelumnya hanya tampak dari belakang muncul lagi dalam penglihatan itu.
* Kamu memerintahkan untuk mengejarnya, dan No. 21 menjawab siap.

## EX05-7 Cabin in the Woods

![](https://3561806657-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2FquS8tcvXaN6rGmTpzPZM%2Fuploads%2Fgit-blob-0447e3fd85579037c755fa55052bbc1ea1dbf77c%2Fee29afc00169.webp?alt=media)

* Latar berlangsung di sebuah hutan dengan suasana suram, seolah-olah siang dan malam bercampur.
* Terdengar suara anak perempuan yang bermain dan berlari, serta memanggil dengan lembut, meminta untuk berlari dan mengajaknya menggandeng tangan.
* No. 21 mengejar sosok bayangan gadis tersebut di sepanjang jalan setapak di hutan. Walau sosok itu hanya muncul sebentar-sebentar, No. 21 tetap bisa mengikuti jejaknya dengan tepat.
* Sementara itu, perspektif “kamu” (sang pengamat/komandan) terasa seperti terombang-ambing antara beberapa realitas: di Babylonia, di ruang interogasi Kurono, atau seolah benar-benar berada di tanah yang membusuk. Hal ini menegaskan bahwa yang terjadi terasa seperti mimpi atau ilusi, namun gerakan No. 21 menandakan semuanya juga nyata.
* Suasana makin gelap, angin kencang membawa debu seperti badai abu-abu.
* Akhirnya, bayangan gadis itu menghilang untuk terakhir kalinya, dan No. 21 mendapati dirinya berada di depan sebuah pintu besi berkarat milik rumah besar tua yang tampak menyeramkan.
* Bulan purnama bersinar dari arah barat, cahayanya masuk melalui celah-celah miring di atap dan dinding, menerangi puing-puing di luar rumah, menutup adegan dengan nuansa misterius dan mencekam.

1. Ilusi Rumah Hangat
   * Saat pintu terbuka, Komandan dan No. 21 melihat ilusi rumah yang bersih dan hangat, dengan cahaya matahari dan bau roti yang baru dipanggang.
   * Mereka mendengar tawa gadis-gadis dari dalam kamar. Semua terasa damai dan nyata, seperti memori milik Komandan sendiri.
2. Ilusi Luruh, Hanya Tersisa Reruntuhan
   * Begitu No. 21 melangkah masuk, semua pemandangan hangat itu lenyap, digantikan oleh reruntuhan bangunan.
   * No. 21 bingung, masih teringat wangi dan kehangatan yang barusan ia rasakan.
3. Foto & Pengungkapan Memori Luna
   * Komandan melihat sebuah bingkai foto yang pecah dan mengenali wajah-wajah di dalamnya.
   * Terungkap bahwa ini adalah memori Luna, dan bahwa memori Luna ada di dalam kepala Komandan.
4. Serangan Memori & Gangguan M.I.N.D.
   * Penjelasan Asimov muncul dalam ingatan: “memory flashback” bisa menarik kesadaran sepenuhnya ke pusaran memori, membombardir kesadaran dengan fragmen-fragmen yang kacau.
   * Komandan dihantam oleh fragmen memori: kegilaan, kebencian, keinginan menghancurkan dari Polyphage, bercampur dengan kerinduan Luna.
   * Suara-suara (Luna, Asimov, Lucia) bercampur sampai tak lagi jelas; kesadaran Komandan seperti tenggelam dalam kegelapan.
5. No. 21 Menyakiti Diri untuk Membangunkan Komandan
   * Komandan tersadar karena rasa sakit yang tajam—ternyata No. 21 telah melukai dirinya sendiri dengan pecahan kaca agar rasa sakit itu menggetarkan sinkronisasi M.I.N.D. dan membangunkan Komandan.
   * Vital fluid No. 21 menetes dari lengannya, tapi ia tetap tenang dan berkata: “Pain wakes you.”
   * Komandan minta maaf karena ia harus menyakiti dirinya, dan karena kehilangan kendali di tengah misi. No. 21 tidak begitu paham konteks “maaf”, tapi menegaskan lukanya tidak mengganggu kemampuan bertarungnya.
6. Pertanyaan tentang Foto & Perintah dari Rebecca
   * No. 21 bertanya apakah Komandan mengenal orang-orang di foto dan apakah mereka yang mengirimnya ke sini, lalu menunggu perintah selanjutnya.
   * Rebecca muncul melalui komunikasi, menyinggung bahwa mereka “berhenti cukup lama di lokasi yang tidak terkait” dan menyebutnya sebagai “leads” yang menarik.
   * Komandan menyadari: “leads” yang dimaksud Kurono bukan lagi sekadar gangguan M.I.N.D. atau jejak pihak ketiga, tetapi juga memori Luna dan tempat ini.
7. Terungkap: Rumah Masa Lalu Luna sebagai Manusia
   * Lingkungan di sekitar mereka berkedip antara gelap-suram dan cerah-berwarna, seolah berganti antara realita dan memori.
   * Komandan menyadari: ini adalah tempat Luna tinggal ketika ia masih manusia, sebelum Punishing Virus muncul di Bumi.
   * Ia memutuskan untuk menyelidiki tempat ini sebagai bagian dari misi.
8. Persiapan Melanjutkan Misi
   * Komandan menegaskan pada No. 21 bahwa ini adalah misi. No. 21 menerima: “Your mission.”
   * Detak jantung buatan di dada No. 21 dan detak jantung Komandan di Babylonia tersinkronisasi, menandai bahwa mereka siap melanjutkan penyelidikan terhadap masa lalu Luna di rumah ini.

## EX05-8 The Skeleton Key

![](https://3561806657-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2FquS8tcvXaN6rGmTpzPZM%2Fuploads%2Fgit-blob-6a0f5c71e9c819cc8ea01b87a73a456722edc1ce%2Fab6451fbee53.webp?alt=media)

* No.21 memasuki sebuah rumah tua yangam dan kotor, penuh bang Corrupted, darah, dan jaring labaaba.
* Seekor ngengat hitam muncul lalu berubah menjadi kupu-kupu indah; ke mana kupu-kupu itu terbang, rumah yang tadinya suram perlahan berubah menjadi bersih, hangat, dan penuh suasana pesta keluarga.
* Suara seorang gadis memanggil “Luna” dan sosok Lucia kecil muncul dengan topi pesta dan konfeti di bahunya.
* Tiba-tiba No.21 mulai berbicara dan bereaksi seperti “Luna”, tanpa bisa mengendalikan dirinya. Ia merasakan kebahagiaan sederhana saat “berdebat” manja dengan Lucia tentang hadiah dan merapikan rumah sebelum orang tua mereka pulang.
* Saat No.21 mencoba membuka pintu gudang untuk mengambil alat bersih-bersih, ilusi itu runtuh. Rumah kembali tampak kosong, usang, dan menakutkan, hanya tersisa coretan gambar anak-anak yang bertuliskan ancaman.
* No.21 tersadar dan bingung: ia tidak terbiasa tersenyum atau merasakan kenyamanan, dan menganggap senyum seharusnya sesuatu yang menakutkan bagi musuh, bukan sumber kebahagiaan.
* Ia menyadari bahwa “sesuatu” di dalam kepala sang Commandant (kamu) memengaruhinya sampai ia kehilangan kontrol dan ikut larut dalam visi/kenangan itu.
* Commandant merasa bertanggung jawab, berjanji akan menjelaskan dan menjawab pertanyaan No.21 setelah semua ini selesai, karena sekarang mereka masih harus menyelesaikan misteri dan bergabung kembali dengan Gray Ravens.
* No. 21 berdiri lama di ambang pintu, terdiam dan tenggelam dalam pikirannya.
* Ia baru saja mengalami gambaran tentang “masa kecil manusia” dan merasa bingung karena ia sendiri tidak pernah memilikinya.
* No. 21 merasakan sensasi baru di tubuhnya—terutama di bagian dada—yang terasa hangat dan ringan, seperti berjemur di bawah matahari.
* Kamu menjelaskan bahwa perasaan itu disebut “kebahagiaan”. No. 21 mempertanyakan apakah semua masa kecil itu membahagiakan.
* Ia mengaku “menginginkan tapi juga tidak menginginkan” perasaan itu, karena saat merasakannya ia merasa kehilangan kendali; baginya, yang penting hanyalah bertarung.
* Kamu teringat pada kekosongan putih di dalam M.I.N.D. No. 21—masa lalu yang benar-benar kosong—dan menyadari kamu tidak pantas menghakimi pilihannya karena tidak pernah mengalami penderitaannya.
* Setelah jeda singkat, muncul lagi rasa sakit dan kemarahan, lalu terdengar teriakan panik dari luar rumah.
* Suara seorang wanita berteriak memanggil “Lucia”, menyuruh Lucia untuk tidak keluar dan membawa adiknya ke lantai atas.
* Segalanya tiba-tiba terhenti, lalu dunia seperti “bergeser”: teriakan, langkah kaki, dan dorongan lembut namun tegas memaksamu bergerak.
* Kamu menyadari sosok yang mendorong dan menggandengmu adalah Lucia kecil; kamu memegang tangan kecilnya dan ia menyuruhmu mengikutinya.
* Adegan berakhir di ujung lorong berwarna-warni, denganmu digandeng Lucia kecil, tepat sebelum kelanjutan peristiwa masa lalu itu terungkap.

## EX05-9 The Thirteenth Floor

* Lucia merasakan bahaya dan membawa Luna (No.21 yang sedang mengalami memori Luna) ke lantai dua, masuk ke kamar tidur, sementara ibu mereka berusaha menahan gerombolan manusia panik dan Corrupted di gerbang rumah.
* Di luar, kota sudah dihancurkan Punishing Virus: tetangga berubah jadi Corrupted atau manusia putus asa, ayah mereka dibunuh oleh “sheriff” yang sudah menjadi Corrupted.
* Ibu mereka, yang selama ini sosok baik dan hangat, mati-matian menahan gerbang agar para monster tidak masuk, meski itu berarti menutup pintu bagi manusia lain yang ketakutan. Pada akhirnya, ia terbunuh ketika lengan mekanis menembus dadanya.
* Dari jendela, Lucia dan Luna melihat kematian sang ibu. Sebelum mati, ibu berpesan: “Lucia, lindungi adikmu. Lari.”
* Lucia lalu menarik Luna untuk kabur. Di tengah kepanikan, Luna terjatuh karena boneka katak, dan ketakutannya semakin menjadi-jadi.
* Untuk menenangkan Luna, Lucia berbohong: ia mengatakan semua ini hanyalah bagian dari “film horor” yang sedang dibuat di kota; mereka hanya sedang “syuting,” dan Luna harus “berakting dengan baik.”
* Suara langkah mekanis dari lantai bawah makin dekat. Lucia menegaskan bahwa Luna harus kuat dan sudah “dewasa,” lalu memintanya bersembunyi di ruang bawah tanah sebagai permainan “petak umpet,” karena Luna paling jago bersembunyi.
* Lucia berkata ia akan mengalihkan perhatian monster dan berjanji akan kembali menjemput Luna.
* No. 21 yang melihat memori ini sangat tersentuh, karena dalam hidupnya ia hampir tidak pernah mendengar janji setulus itu. Ia merasakan kekuatan baru muncul dari memori janji Lucia tersebut.
* Cerita berakhir saat dua gadis itu saling mengangguk—komunikasi terakhir sebelum mereka berpisah: Lucia menghadapi monster, Luna bersembunyi di basement dengan satu keyakinan: kakaknya akan kembali menepati janji.
* No .21 berlari ke ruang bawah tanah setelah pertarungan berakhir dan menemukan pintu yang sudah rusak penuh bekas darah dan goresan, seperti batu nisan.
* Begitu pintu dibuka, memori tersembunyi Luna muncul kembali: suasana ruang bawah tanah gelap, bau busuk, penuh rongsokan. Dari celah pintu ia melihat tangga dan mendengar suara logam diseret, lalu suara tubuh terbanting.
* Lucia kecil tersungkur jatuh dari tangga, tubuhnya terluka parah dan berdarah, namun tetap berusaha bangkit dan melawan rasa sakit.
* Sebuah bayangan besar monster (Corrupted) turun perlahan, mengancam Lucia. Saat itulah pintu ruang bawah tanah terbuka dan cahaya matahari masuk: Luna berdiri di ambang pintu.
* Dipenuhi dorongan untuk melindungi Lucia, Luna mengangkat “senjata” – yang ternyata hanyalah boneka mainan – namun ia tetap bersikeras ingin melindungi Lucia.
* Lucia ketakutan, bukan pada monster, tetapi pada Luna yang muncul. Ia berusaha merangkak mendekat dan berteriak agar Luna kembali, karena berbahaya.
* Sebelum Lucia selesai bicara, Corrupted melompat menerjang Luna sebagai mangsa barunya. Memori terputus di sini; apa yang terjadi setelah itu tidak ditampilkan.
* No.21 (Luna masa kini) kebingungan karena tidak ingat kelanjutannya dan merasakan ada sesuatu yang penting hilang dari dirinya. Ia juga merasa tidak menyukai perasaan aneh ini, mengingat ia merasa telah melakukan banyak hal buruk.
* Kamu (Commandant) menjelaskan bahwa:
  * Semua orang punya masa lalu, bahkan jika terasa kosong.
  * Masa lalu membentuk siapa diri kita sekarang.
  * Jika No.21 menyukai dirinya sekarang dan apa yang ia miliki, ia tidak boleh menolak masa lalunya.
  * Yang terpenting bukan masa lalu atau masa depan, tetapi “sekarang”.
  * Yang baru saja ia lihat hanyalah masa lalu Luna, tidak lebih.
* Tepat setelah kamu mencoba menjelaskan dan menyampaikan pendapatmu, terdengar dentuman keras dari arah pintu, menandai akhir segmen cerita ini.

## EX05-10 Hour of the Wolf

![](https://3561806657-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2FquS8tcvXaN6rGmTpzPZM%2Fuploads%2Fgit-blob-b1f00a2946adcde68151117ac707b43902e9a8c7%2F1a6557cde22d.webp?alt=media)

1. Berkumpulnya kembali tim Cerberus
   * No. 21 bergegas keluar setelah ledakan dan bertemu kembali dengan Vera dan Noctis yang baru saja menerobos masuk dengan cara yang… berantakan.
   * No. 21 memeluk Vera erat-erat, menunjukkan ia sangat lega Vera selamat. Co-Bot No. 21 juga “menggencet” rambut Noctis.
   * Setelah komunikasi dipulihkan, Commandant, Vera, Noctis, dan No. 21 akhirnya kembali tersambung sebagai satu tim.
2. Petunjuk “The Last Inferno”
   * Noctis mengeluh soal berbagai jebakan dan pesan aneh yang mereka temui (tulisan merah, boneka, kunci pintu rumit).
   * Mereka menemukan kembali grafiti merah di ruang penyimpanan, yang ternyata adalah peta topografi.
   * Peta itu mengarah ke belakang rumah, ke lokasi bernama “The Last Inferno”, yang jelas merupakan tujuan si “pengundang” misterius. Vera memutuskan untuk mengejar sampai tuntas.
3. Perintah Vera dan kembalinya No. 21
   * Vera menyambut No. 21 secara tersirat dengan mengatakan “Welcome back”.
   * No. 21 menjawab dengan formal, menyatakan dirinya siap menerima perintah, menandakan ia telah kembali sepenuhnya sebagai anggota Cerberus.
4. Perjalanan ke belakang estate
   * Tim berjalan melewati hutan jarang dan dasar sungai kering. Angin dan suara pepohonan menambah suasana mencekam.
   * Mereka mulai mendengar suara seseorang tertawa dan mengancam di depan, lalu bersembunyi di balik semak mengikuti isyarat Vera.
5. Pertarungan Roland vs “monster”
   * Mereka mendapati Roland sedang bertarung dengan sosok misterius yang bersembunyi di pepohonan. Roland kini menggunakan frame baru.
   * Lawannya sangat agresif dan hanya ingin membunuh Roland, tidak peduli misi.
   * Roland terluka tetapi masih sempat mengobrol, mencoba menggali alasan kenapa dia diincar dan apakah ini perintah atasan atau bayaran.
6. Munculnya sosok humanoid metalik dan sebutan “Loki”
   * Lawan Roland lalu mengungkap wujud lebih jelas: monster humanoid metalik dengan aura mengerikan.
   * Ia menyebut bahwa “Mister” memintanya mengungkapkan sesuatu pada Roland, dan bahwa “Loki” sudah melakukannya.
   * Vera menyimpulkan bahwa semua tanda dan grafiti ternyata bukan untuk mereka, melainkan untuk Roland.
7. Keputusan Vera untuk mundur
   * Vera menilai pertarungan ini bukan bagian dari misi Cerberus dan mereka telah salah target selama ini.
   * Walau mungkin lawan itu adalah Ascendant baru, Vera memilih tidak ikut campur dan ingin “clock out” secepat mungkin.
   * Commandant meminta setidaknya data visual diunggah, tapi Vera tetap menjaga jarak dari konflik utama antara Roland dan musuhnya.
8. Identitas mereka ketahuan
   * Saat mereka hendak mundur, No. 21 tiba-tiba merasa ada bahaya dan menyadari bahwa posisi mereka sudah terbongkar.
   * Ia berkata, “Aku ketahuan!”, dan Vera mengklik kesal, menyadari mereka sudah tidak lagi sekadar penonton.

## EX05-11 – The Chasers

![](https://3561806657-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2FquS8tcvXaN6rGmTpzPZM%2Fuploads%2Fgit-blob-1b642e5abfbeac8aef95a770be654c5a9f62e32b%2Fedd7712c5da2.webp?alt=media)

1. Munculnya Voodoo
   * Di tebing saat malam bersinar merah darah, muncul sebuah “monster” mekanik bernama Voodoo dengan sayap bermata pisau.
   * Ia tertawa dengan suara aneh dan menakutkan, menyebut dirinya sedang mencari “mainan baru” untuk membuat “Mister” senang. Targetnya: tim Cerberus (Vera, Noctis, No. 21).
2. Serangan ke No. 21 dan gangguan M.I.N.D.
   * Voodoo pura‑pura menyerang Vera, lalu tiba‑tiba mengubah arah dan menerjang No. 21, tertarik oleh emosi kuatnya.
   * No. 21 langsung jatuh berlutut, tak bisa menggerakkan tubuh. Pada saat yang sama, MIND Beacon milik Commandant (kamu) tersiksa hebat.
   * Voodoo mengaku sudah “mengkorup” M.I.N.D. No. 21. Terungkap bahwa ia sudah memata‑matai dan menyusup sejak mereka memasuki kota (melalui “mata”/spider kecil).
3. Vera dan Noctis menahan Voodoo
   * Vera dan Noctis berusaha menahan Voodoo dengan serangan fisik dan ledakan, tapi armor Voodoo sangat kuat.
   * Vera memutuskan: kamu harus masuk ke dalam M.I.N.D. No. 21 untuk menyelamatkannya, sementara dia dan Noctis menahan Voodoo di dunia nyata.
4. Di dalam M.I.N.D. No. 21 – memori dan kesepian
   * Di dalam M.I.N.D., kamu berada di ruang putih kosong seperti laboratorium.
   * Terdengar suara yang terasa akrab dan menenangkan, seolah sosok yang selalu menuntun dan menjadi tempat pulang.
   * Kilasan memori: kehancuran oleh Punishing Virus, teriakan orang‑orang, “Ayah” yang memanggil Luna, dan juga momen bahagia: Luna dan Lucia bersama keluarga, suasana hangat di taman.
   * Semua kenangan itu muncul sesaat lalu lenyap, menyisakan kehampaan—menekankan rasa sepi dan kehilangan milik No. 21.
5. Manipulasi suara palsu Commandant
   * Sebuah “suara Commandant palsu” berbicara kepadanya:
     * Menyebutnya kesepian, ditinggalkan orang tua, hanya cocok jadi mesin senjata tanpa perasaan.
     * Mendorong No. 21 untuk “menerima kebenaran” bahwa ia cuma mesin, bahwa perasaan hanya membuatnya menderita.
   * No. 21 mulai goyah: menyebut dirinya mesin, hampir tunduk pada sugesti itu.
   * Kamu (Commandant asli) berusaha menolak, tapi sulit memutus manipulasi tersebut.
6. No. 21 menyadari kebenaran dan melawan
   * “Commandant palsu” menyuruhnya mengakhiri “kesalahan” yang disebut sebagai hidup dan perasaannya.
   * No. 21 terbangun di bawah sinar bulan, berhadapan dengan Voodoo, lalu diarahkan untuk menyerang oleh suara palsu itu.
   * Di saat krusial, ia berbalik, menatap ke arah “Commandant” dan berkata:
     * “Kau bukan Commandant.”
   * Ilusi di sekitarnya hancur: sosok Voodoo semu menghilang, memperlihatkan Vera dan Noctis yang masih bertarung dengan Voodoo asli.
7. Kebangkitan No. 21 & serangan balasan
   * Sebuah dorongan emosi kuat muncul dalam diri No. 21—seperti kutukan yang memenuhi udara.
   * Ia melepaskan kekangannya: mengaktifkan senjata dan Buddy, menembakkan energi besar laksana serigala kecil yang akhirnya menunjukkan taring.
   * Ilusi yang mengungkungnya robek berkeping‑keping.
   * Di saat yang sama, kamu dan No. 21 berhasil memutus kontrol Voodoo atas M.I.N.D., dan koneksi kalian kembali menjadi milik kalian sendiri.
8. Penyerangan bersama ke Voodoo
   * Tanpa perlu kata lengkap, No. 21 memahami perintahmu secara insting—kalian sudah satu pemahaman.
   * No. 21 melesat ke arah Voodoo yang sedang kerepotan melawan Vera dan Noctis.
   * Voodoo menjerit kesakitan; jelas bahwa meng-hack No. 21 sambil bertarung melemahkannya.
   * Cerita menutup dengan penegasan:
     * Tak satu pun dari kalian sempurna atau maha kuat—bukan Voodoo, bukan Vera, Noctis, No. 21, atau kamu.
     * Justru karena itu, kalian tidak sendirian, dan kekuatan kalian ada pada kerja sama.
9. Pertarungan dengan Voodoo
   * Vera memerintahkan Noctis dan 21 untuk menghabisi Voodoo.
   * Cerberus (tim Vera) jelas unggul dan kekalahan Voodoo tampak tak terelakkan.
10. Kedatangan Roland
    * Tiba-tiba muncul suara “Laguz—” lalu semua (Noctis, 21, bahkan Vera) dihantam oleh suatu kekuatan tak terlihat dan terjatuh, senjata mereka terpental.
    * Vera terbelenggu oleh cambuk; Roland bangkit dari posisi seolah tadi sudah kalah, dan memperlakukan semuanya seperti sebuah “pertunjukan”.
11. Identitas Voodoo & Nama Vonnegut
    * Roland memanggil Voodoo “ma’am”, mengungkap bahwa Voodoo ternyata perempuan.
    * Voodoo menyebut “Mr. Vonnegut” dan mengatakan Vonnegut akan puas dengan pertunjukan ini, menandakan ia bekerja untuknya.
    * Roland menodongkan pistol ke Voodoo dan bicara pelan, tapi Voodoo lalu kabur dengan sayap mekanisnya, terbang ke puncak tebing dan menghilang.
12. Ancaman Tersirat dari Roland
    * Roland tertarik dan berkata pada Commandant bahwa ia ingin melihat wajah Commandant saat kebenaran terungkap, menandakan masih ada rahasia besar yang belum diketahui.
    * Suara helikopter terdengar—bantuan/respons militer datang. Roland memutuskan pergi dan meninggalkan lembah.
13. Reaksi Vera, Noctis, dan 21
    * Setelah Roland pergi, Noctis merasa semua usahanya sia‑sia.
    * Vera malah tertawa lepas, menertawakan kalimat “true measure of a Chief” yang sebelumnya dikatakan Commandant dengan sangat serius.
    * Noctis ikut tertawa, sementara 21 tidak mengerti kenapa itu lucu.
    * Meski misi tidak sepenuhnya sukses, Vera memuji Commandant: “lumayan juga untuk comeback”.
14. Lepas dari Perangkap Roland dan Kedatangan Pasukan
    * Perangkat penahan (magnetic restraint) Roland kehilangan efeknya; Vera bisa bergerak duluan.
    * Vera menyepelekan alat itu sebagai trik biasa, berbeda dari yang digunakan Roland di Venus Splash Park.
    * Vera menolak membantu Noctis dan menyebutnya pecundang karena gagal menjalankan tugas pengintaian.
    * Di kejauhan, deretan pesawat transport mulai mendekati lokasi mereka—tanda pasukan pendukung tiba dan babak ini akan segera berganti.

## EX05-12 Sixth Sense

![](https://3561806657-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2FquS8tcvXaN6rGmTpzPZM%2Fuploads%2Fgit-blob-383d74da974e9d47c45427ae3c29409fc0139d97%2F7131393c6244.webp?alt=media)

1. Kurono Mengambil Alih Operasi
   * Beberapa pesawat transport Kurono mendarat, membawa pasukan Konstruk hitam bersenjata aneh.
   * Mereka menyatakan misi Cerberus selesai dan semua info jadi rahasia.
   * Vera awalnya ingin melawan, tapi tiba-tiba berubah sikap dan patuh, membuat No. 21 dan Noctis ikut diam.
2. Akhir Misi Cerberus
   * Kurono memasang zona karantina, lab, dan fasilitas sementara, fokus memburu Vonnegut.
   * Tugas “mencari Luna” seolah dihapus dari catatan misi.
   * Cerberus diinterogasi soal musuh baru. No. 21 merenungi apa yang terjadi di mansion Luna.
3. Percakapan No. 21 dengan Komandan (player)
   * Saat Vera membuat laporan, No. 21 menyendiri dan bicara denganmu lewat koneksi M.I.N.D.
   * Ia bertanya apakah kamu akan “pergi” (disconnect) dan apakah dirinya tanggung jawabmu.
   * Ia gelisah soal perasaan yang ia rasakan waktu itu—keinginan untuk melindungi.
4. Kebingungan No. 21 tentang Perasaan
   * No. 21 mengakui dulu ia hanya berpura-pura punya emosi, merasa framenya “rusak.”
   * Kamu menjelaskan bahwa perasaan datang dari sisi manusianya, bukan dari frame.
   * Ia sadar ia ingin melindungi “Capt.” dan Noctis, dan kamu menegaskan bahwa itu adalah perasaannya sendiri.
5. Pertanyaan tentang Lucia dan Luna
   * No. 21 kembali bertanya: apa yang terjadi dengan dua gadis itu (Lucia & Luna)?
   * Kamu menjawab bahwa mereka selamat dan masing-masing menemukan tempat mereka “berpulang/bertinggal.”
   * No. 21 membayangkan mereka hidup damai di rumah kecil hangat, jauh dari Punishing—lalu membayangkan dirinya sebagai gadis biasa di sana.
6. Penolakan Diri No. 21
   * Imajinasi itu runtuh, berganti bayangan dirinya yang lemah seperti pasien.
   * Ia kembali berkata bahwa ia “tidak normal” dan “tidak punya bagian manusia.”
   * Narasi menegaskan ia masih butuh waktu untuk menerima diri; Vera akan menjaganya “dengan caranya sendiri.”
7. Akhir Koneksi dengan No. 21
   * Sistem mengumumkan data terkumpul dan koneksi akan diputus.
   * Sebelum sambungan terputus, No. 21 mengingat samar bahwa ia pernah melihatmu sebelumnya (tatapan “abu-abu seperti binatang”).
   * Ia berjanji, “Lain kali aku akan menyapamu.”
8. Kondisi Komandan di Fasilitas Kurono
   * Kamu terbangun di ruangan kecil interogasi, kepala penuh keringat, kaki dirantai.
   * Konstruk Kurono mengarahkankan senjata padamu, mengawasimu ketat.
   * Kamu kembali duduk, menahan sakit di seluruh tubuh, dan mulai menganalisis situasi.
9. Kecurigaan terhadap Kurono
   * Kamu menyadari misi Kurono sejak awal bukan sekadar mencari Luna; reaksi dan memorimu jelas sedang diuji.
   * Mereka tampaknya tahu soal “noda” memori Luna di kepalamu lewat koneksi atau replay memori.
   * Kamu menduga: apakah target mereka kenangan Luna, atau justru dirimu?
   * Namun, secara teknis, memori Konstruk di otak manusia sulit diekstrak—mereka jelas punya ambisi besar.
10. Pertanyaan yang Belum Terjawab
    * Kamu memikirkan Ascendant yang memandu Roland, hubungan kebetulan atau rencana.
    * Apakah Luna benar datang ke kota itu? Siapa yang sebenarnya bertarung dengannya?
    * Halusinasi yang semakin jelas di kota itu juga belum terjelaskan.
    * Meski begitu, setidaknya satu hal penting sudah dipahami, dan rasa lelah pun menguasaimu.
11. Simbol Angin dan Kota
    * Kamu merasa seolah ada angin di ruangan tertutup, lalu narasi mengikuti “angin” yang melintas di atas kota mati, kuburan tanpa nama, bunga daisy putih yang tak bisa terbawa pergi.
    * Kota itu hanya menjadi “tanda kecil” dalam labirin waktu—sebuah “inskripsi” yang nyaris hilang.
12. Nikola dan Operasi Rahasia
    * Adegan pindah ke Pusat Logistik Operasi Pemerintah Dunia.
    * Seorang pemimpin operasi melapor pada Nikola: mereka menemukan modul penyimpanan terenkripsi (3-302X) di luar yurisdiksi Babylonia.
    * Nikola mengatakan itu justru memudahkan. Menurutnya, “mereka” mengira sudah mendapatkan yang diinginkan, tapi sebenarnya telah membawa sesuatu yang ia butuhkan “kepada salah satu dari kita.”
13. Rencana Lanjutan dengan Cerberus
    * Nikola memerintahkan agar alamat fasilitas itu dikirim ke channel Cerberus dengan ID misi palsu.
    * “Dia” (Vera) akan tahu apa yang harus dilakukan.
    * Staf mencoba bertanya lebih jauh, tapi Nikola melarang; percakapan ini “tidak pernah terjadi.”

[Sebelumnya](https://github.com/vermilion10/pgrtldr/blob/main/view/pgrstorytldr/disaster/14-imprisoned-sight/README.md) ...EX05 ... [Selanjutnya](https://github.com/vermilion10/pgrtldr/blob/main/view/pgrstorytldr/disaster/15-the-last-spark/README.md)
