> For the complete documentation index, see [llms.txt](https://pgrtldrid.gitbook.io/main/llms.txt). Markdown versions of documentation pages are available by appending `.md` to page URLs; this page is available as [Markdown](https://pgrtldrid.gitbook.io/main/arc-gyre/42-steering-by-light.md).

# 42 — Steering By Light

![](https://raw.githubusercontent.com/ppyroath/ppyroath.github.io/f5eacf6eb5f78aece02f68d52f83bdd0c1aa8fa3/src/assets/pgr/images/steering-by-light.webp)

{% hint style="info" %}

#### sebelum membaca

sangat disarankan untuk membaca nya langsung di dalam game karena mengandung banyak informasi penting yang tidak semua saya tulis disini, seperti penjelasan terkait kata kata teknis yang muncul pada chapter ini dan juga beberapa percakapan/dialog/narasi yang mungkin penting tidak tertuang disini.
{% endhint %}

## 42-1 Tide and Sound

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory1432.webp)

* Di sebuah fasilitas bawah laut yang tersamar, seorang wanita muda (yang terkurung) menceritakan kisah dari ingatannya kepada seorang anak yang memanggilnya "ibu", meskipun suaranya nyaris sepenuhnya ditelan oleh lautan.
* Kembali ke musim dingin tahun 2160 di Atlantik Utara, kapal penumpang Rommel berlayar menembus badai menuju New Murmansk. Di geladak yang membeku, seorang wanita muda berambut hijau menggendong bayinya, berusaha melarikan diri dan membaur agar tidak dikenali.
* Saat seorang penumpang lain mendekat untuk memberikan mantel karena kasihan, ia terpaku melihat mata bayi tersebut—mata yang sangat tenang dengan tatapan dingin layaknya es abadi. Tak lama kemudian, alarm kapal berbunyi karena kapal kemasukan air dan mulai tenggelam. Sayangnya, puluhan panggilan darurat (Mayday) dari kapal itu sama sekali tidak mendapat respons dari daratan yang telah hancur oleh wabah *Punishing Virus*.
* Di masa kini di Babylonia, Celica menghadapi krisis komunikasi besar. Laporan menyebutkan bahwa *Punishing Virus* menyebar 126% lebih cepat dari perkiraan akibat kebocoran dari *Atlantic Eye*, dan strukturnya memiliki kemiripan 87% dengan *Red Tide*.
* Jaringan komunikasi dengan pasukan permukaan (termasuk jaringan kuantum militer) mulai terputus secara berantai karena serangan Ascendant pada infrastruktur pesisir Atlantik. Dalam keputusasaan, Celica menyiarkan perintah darurat agar semua skuad di lapangan kini beroperasi secara mandiri dan fokus bertahan hidup.
* Untuk mengatasi kebuntuan ini, Babylonia berencana memasang prototipe *repeater* generasi kedua—dilengkapi teknologi anti-virus dari program senjata Omega—untuk memperbaiki kabel bawah laut di Atlantik.
* Di markas *Engineering Force*, Teddy berdebat keras karena menolak menggunakan protokol fiber optik lama dan secara tersirat mengkhawatirkan keselamatan Karenina. Karenina tetap bersikeras memimpin misi, namun diam-diam ia memberi Teddy akses whitelist ke terminalnya, dan Teddy tetap mengirimkan setengah dari kode buatannya untuk melindungi Karenina.
* Sebelum berangkat, Asimov menemui Karenina di area kumpul dan memperingatkannya bahwa misi ini mungkin adalah jebakan. Asimov mengungkapkan bahwa berkas bedah *Construct* milik Karenina baru saja diakses menggunakan akun lama milik kakek Karenina, Dr. Kalon, yang seharusnya sudah wafat.
* Asimov memberikan sebuah sekstan (alat navigasi) peninggalan Dr. Kalon dan memberitahu bahwa *frame* baru Karenina yang khusus untuk operasi maritim akan langsung dikirim ke lokasi misi. Karenina menerima peringatan itu dan sama sekali tidak berniat mundur, bahkan ketika Asimov memperingatkannya di akhir percakapan bahwa *frame* barunya berpotensi membuatnya mabuk laut.

## 42-2 A White-Hot Soul

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory182.webp)

* Di atas lautan, Arius mengendarai *Hetero-Whale*, paus mekanik raksasa yang telah dipengaruhi *Red Tide*. Meskipun sebagian kesadarannya dikendalikan oleh Aisling (karena setengah *Understanding Sefirah*), Arius sesekali bisa melepaskan diri. Ia berencana merebut sisa setengah Sefirah yang tidur di dasar bendungan untuk menjadi utuh dan membalas kendali Aisling.
* Kembali ke masa lalu, Cordelia Erhorn transit di Pelabuhan Militer Ares dan menggunakan identitas palsu (lalu meretas sistem untuk menjadikannya surat perintah resmi) untuk mempercepat perjalanannya, namun ia terjebak saat sebuah derek baja runtuh dan menimpa dua pekerja.
* Tanpa menggunakan robot pintar, Cordelia dengan tenang dan tepat menganalisis titik ekuilibrium baja dan memotongnya menggunakan *plasma cutter* tanpa alat pelindung, mengungkap bahwa dirinya memiliki tubuh *Construct* di depan seorang insinyur muda yang ketakutan bernama Larsen.
* Pemberitahuan di terminal Larsen yang seketika menjadikan Cordelia sebagai atasan barunya (Penasihat Teknis di Pangkalan Rainbow Bridge) sebenarnya bukan karena Cordelia sengaja mengangkatnya saat itu juga. Hal itu terjadi karena pembaruan otomatis di sistem setelah kakaknya (Fischer) diam-diam memperbaiki dan mendaftarkan nama Cordelia ke dalam roster pangkalan untuk menutupi surat penugasan palsu Cordelia yang masih penuh celah. Cordelia kemudian menyuruh Larsen mencari bibit bunga *cornflower* sebagai hadiah reuni untuk temannya.
* Setelah Larsen pergi, Cordelia menerima omelan keras dari kakaknya (Fischer) bukan karena ia menyusup ke pangkalan militer, melainkan karena Cordelia ketahuan membantu seseorang (Kalon) mencuri sesuatu dari institut. Pencurian itu membuat kekacauan yang kini telah diketahui oleh Arius. Fischer sangat marah dan kecewa, namun ia sendirilah yang mendaftarkan Cordelia ke Pangkalan Rainbow Bridge untuk menyembunyikannya dari bahaya, sambil menasihatinya agar tetap menunduk dan segera lari ke Atlantis jika keadaan memburuk.

## 42-3 Song of the Whale

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory1598.webp)

* Pada hari jatuhnya bongkahan bulan (*Moon Rock Strike*), alarm berbunyi di Babylonia: konsentrasi *Punishing Virus* di sekitar *Atlantic Eye* meledak drastis. Pasukan elit Babylonia segera dikerahkan untuk mencegat Arius Erhorn yang diyakini menargetkan fasilitas tersebut.
* Skuad Gray Raven (Lucia, Lee, dan SKK; tanpa Liv yang ditinggal menjaga Sefirah lain) ditugaskan mengawal kapal *Balder* menuju episentrum, sekaligus mengantarkan *frame* tempur maritim baru untuk Karenina: BPD-72 Effulgence.
* Di galangan kapal Port Podesta, Karenina bertemu Mara, teknisi senior dari *Cosmos Technicians Union*. Mara mengungkapkan rencana perbaikan kabel optik bawah laut dan membagi rute; tim Karenina mendapat rute tersulit di *Mid-Atlantic Ridge* (Jormungandr node) menuju jantung *Red Tide*. Mara menganggap Karenina sebagai perwakilan harapan dari dunia baru.
* Di dalam *dock bay* kapal *Balder*, teknisi Larsen dan beberapa anggota *Engineering Force* dikejutkan oleh munculnya segerombolan paus *humpback*. Paus-paus ini telah terinfeksi dan berubah menjadi *Hetero-Creature* dengan luka pendarahan *Red Tide*.
* Lolongan paus *humpback* ini memancarkan frekuensi aneh yang tidak terdeteksi mesin tetapi langsung menyerang *M.I.N.D.* Karenina, menyebabkan rasa sakit hebat dan mengganggu kesadarannya. Meskipun menderita, Karenina tetap memerintahkan persiapan tempur.
* Kapal *Vega* yang ditumpangi Mara untuk perbaikan kabel rute selatan juga terkepung oleh paus-paus tersebut dan mengirimkan sinyal bahaya.Namun, Mara menyadari bahwa kepungan itu hanyalah imbas; target sebenarnya yang diincar oleh kawanan paus tersebut adalah kapal Balder.

## 42-4 Homeward Current

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory1591.webp)

* Pesawat pembawa *frame* baru Karenina (Effulgence) tiba di atas lokasi pertempuran. SKK secara jarak jauh menghubungkan diri untuk menstabilkan *M.I.N.D.* Karenina, membuatnya menyadari bahwa Skuad Gray Raven dan SKK ada bersamanya (sambil tsun tsun).
* Proses pemindahan kesadaran ke *frame* baru selesai dengan cepat karena Karenina menolak dibius dan tetap sadar sepenuhnya. Ia lalu meluncur ke lautan dan bergabung dengan Lucia serta Lee untuk menghancurkan kawanan *Hetero-Whale* dan melindungi kapal *Vega*.
* Pertarungan berhasil dimenangkan, namun saat paus terakhir tumbang, ia mengeluarkan lolongan kepedihan yang langsung menyerang *M.I.N.D.* Karenina. Serangan itu memutus indranya satu per satu hingga ia merasa terkurung dalam sebuah "kandang kaca mental". SKK berhasil menyadarkannya kembali berkat koneksi *Mind Beacon*.
* Pasca pertempuran, Mara menolak kembali untuk memperbaiki *Vega* yang rusak dan bersikeras melanjutkan misi perbaikan kabel menuju *node* selatan. Ia menjadikan ini sebagai petualangan dan tanggung jawab terakhirnya. Lewat panggilan darurat, Mara juga meminta maaf pada Karenina atas masa lalunya yang menjadi bagian dari eksperimen pembentukan *Construct* Karenina, sebuah tebusan dosa atas modifikasi paksaan di masa lalu.
* Di atas kapal *Balder*, diketahui ada sebuah robot pot tanaman mekanik yang diam-diam mengait pada papan selancar Karenina saat di laut. Saat Karenina membongkar mesin bagian dalamnya, pot itu memancarkan rasa dingin yang menyentaknya sadar sepenuhnya; membuatnya tersadar bahwa ia selama ini terkurung, dan seketika membebaskannya dari "kandang kaca" tersebut. Dari pindaian mesinnya, pot itu diketahui memiliki ukiran nama "Cordelia," teman lama Larsen dan murid favorit Dr. Kalon.

## 42-5 Winding Waves

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory1592.webp)

* Arius tiba di fasilitas menara mekanik purifikasi *Atlantic Eye* dan menggunakan kekuatannya untuk meretas jaringan kabel bawah laut yang sedang diperbaiki oleh Mara di *node* selatan (Fenrir). Hal ini memberinya kendali dan mempercepat kebangkitan sisa setengah *Sefirah* lain yang tidur di dasar bendungan.
* Dengan kontrol tersebut, Arius mengambil alih *Current Hydrodynamic Energy System*, memanipulasi arus dan suhu laut yang menyebabkan letusan berantai gunung api bawah laut. Ia bermaksud menciptakan badai raksasa demi membangkitkan *Sefirah engine*.
* Di masa lalu di Pangkalan Rainbow Bridge, robot survei laut *Mannan M-1A* mendeteksi anomali gemuruh frekuensi rendah. Meskipun logika internalnya mengklasifikasikan situasi itu normal dan tidak butuh tindakan, robot itu secara mengejutkan tetap mengirimkan log tersebut kepada pengawasnya (Cordelia). Menyadari robot itu mulai berevolusi dan memiliki benih kecerdasan karena bertindak di luar algoritma dasarnya, Cordelia memberinya hak akses lebih tinggi dan mendorongnya untuk kelak mencari namanya sendiri.
* Tak lama kemudian, sistem di pangkalan mendeteksi kegagalan masif pada *Current Hydrodynamic Energy System* tersebut dan ribuan sinyal marabahaya membanjiri laut secara global.
* Alih-alih melakukan penyelamatan maritim, Kapten Gunnar dari kapal *Karenin* menerima perintah rahasia militer dari keluarga Erhorn untuk menuju fasilitas riset Atlantis dan merebut paksa para ilmuwan serta data riset dengan dalih penyelamatan.
* Di sela-sela ketegangan ini, sebuah flashback mengungkap mengapa Cordelia memiliki tubuh sibernetik eksperimental. Saat kecil, nyawanya dijadikan alat tukar oleh Arius Erhorn dan Kurono untuk memaksa Dr. Kalon bergabung dengan proyek mereka. Manipulasi nyawa demi "kebaikan yang lebih besar" inilah yang membuat Cordelia sangat muak dengan keluarganya.
* Mengetahui kekejaman dan tipu muslihat keluarganya, Cordelia menekan Kapten Gunnar di hadapan seluruh krunya, mengingatkannya pada nurani dan kebanggaan seorang prajurit. Didukung penuh oleh kesetiaan awal kapalnya (termasuk Onni, Sieg, dan Lyndae) yang lebih memilih tugas kemanusiaan, Kapten Gunnar memalsukan laporan kerusakan komunikasi dan membelot, mengubah misi kapal *Karenin* sepenuhnya menjadi operasi pencarian dan penyelamatan maritim demi menyelamatkan korban di lautan.

## 42-6 Noise Adrift

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgcg/cg6701_59.webp)

* Di dalam *frame* barunya, Karenina mengalami mimpi buruk di mana suara nyanyian pengantar tidur yang damai digantikan oleh lolongan menyakitkan dari *Hetero-Whale*. Suara tersebut mengganggu *sync rate* *frame* miliknya dan menimbulkan rasa sakit di *M.I.N.D.* yang turut membangunkan SKK.
* Saat terbangun, Karenina segera memutus koneksi *M.I.N.D.* dengan SKK karena rasa sakit tersebut bersifat menular. Lee dan Lucia tiba untuk memeriksa, tetapi semua diagnosis fisik menunjukkan status normal. Menariknya, saat pot mekanik (Rarana) diletakkan di dekatnya, anomali tersebut mereda. Karenina bersikeras untuk melanjutkan misi.
* Ketika sedang mengawasi perbaikan kabel bawah laut, staf teknisi melaporkan bahwa *node* selatan (Fenrir, tempat Mara bertugas) tidak memberikan respons selama lebih dari 28 jam.
* Sebuah kilas balik memperlihatkan Mara sehari sebelumnya menemukan anomali paku spektrum (isotop *Ytterbium-174X3*) pada *repeater* kabel optik generasi pertama—sebuah anomali mematikan yang dulunya disadari oleh Dr. Kalon. Mara curiga bahwa anomali yang sama ditanamkan pada *repeater* generasi kedua dan pergi ke laut untuk memverifikasinya.
* Kembali ke masa kini, Karenina dan Lee membongkar *repeater* kabel generasi pertama dan kedua. Mereka menemukan adanya bukti sabotase menggunakan isotop langka yang dirancang agar perlahan dapat memecahkan kunci enkripsi keamanan jaringan kuantum militer Babylonia. Hal ini berarti jalur komunikasi militer Babylonia telah diretas dan disadap sejak awal pembentukannya.
* Menyadari bahaya tersebut, SKK dan tim sepakat untuk tidak mundur dan memblokir backdoor tersebut. Karenina menjelaskan bahwa untuk memulihkan jaringan, repeater bersih dan protokol perbaikan cadangan dari Teddy harus diantarkan secara fisik ke node selatan (Fenrir) dan node utara (Hel). Menanggapi hal itu, Lucia dan SKK baru mulai mengambil alih penyusunan rencana rute dan penentuan siapa yang akan ditugaskan ke node mana.

## 42-7 What the Seagull Carried

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory1578.webp)

* Kembali ke tahun 2160 di Atlantik Utara, kru kapal militer yang tengah melakukan penyelamatan menyadari bahwa gelombang panggilan darurat semakin membludak. Di saat yang sama, Cordelia dan Lumi di Pangkalan Rainbow Bridge menyadari bahwa seluruh *node* sistem komunikasi laut mati mendadak atau melakukan *shutdown* paksa secara berantai.
* Di sebuah kapal penumpang (tempat White Stork berada), robot pelayanan sipil model *Bop-A152* tiba-tiba beringas dan mulai membantai manusia. White Stork bersembunyi di dalam ruang pendingin makanan sambil melindungi bayinya (yang tidak menangis atau bereaksi sama sekali). Karena keputusasaan para penumpang lain yang berebut masuk dan mulai menyerangnya secara fisik, White Stork terpaksa menembak salah satu penumpang demi melindungi bayinya. (Sementara itu, kapal kargo *Golden Apple* di tempat lain telah diambil alih sepenuhnya oleh mesin beringas dan beralih fungsi menjadi semacam "torpedo" untuk menabrak kapal *Karenin*).
* Saat pangkalan mendeteksi kapal penjelajah militer *Balder* yang terinfeksi mendekat, seorang perwira Balder yang sekarat mengirimkan transmisi meminta Cordelia menghancurkan kapal mereka sebelum terlambat. Karena *Frigga* (AI pangkalan) menolak akses senjata berat, Cordelia meretas otoritas kakaknya (Arius) untuk memaksa *Frigga* menembak jatuh kapal *Balder*. Setelah itu, menyadari bahwa *Frigga* sendiri juga sudah hampir sepenuhnya terinfeksi virus, Cordelia menaikkan pertahanan pangkalan dan mematikan *Frigga* secara paksa agar pangkalan tidak berbalik menjadi ancaman.
* Kembali ke masa kini, Lucia dan Lee akhirnya selesai merancang protokol perbaikan. Tim resmi dibagi tiga: Kapal *Balder* akan menuju episentrum (*Atlantic Eye*) sambil memperbaiki *node* tengah (*Jormungandr*), Skuad *Gray Raven* (Lucia & Lee) akan menempuh jalur darat menuju utara (*node* Hel), sementara SKK dan Karenina berlayar menuju selatan (*node* Fenrir).

## 42-8 When the Fairy Tale Sank

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory1316.webp)

* Di bulan Desember tahun 2160, di Pangkalan Rainbow Bridge, para kru dihadapkan pada krisis ruang, air bersih, makanan, dan obat-obatan karena banyaknya korban selamat yang dievakuasi. Kapten Gunnar memutuskan untuk menjadikan pangkalan sebagai stasiun relai laut dengan karantina ketat untuk menampung kapal yang meminta bantuan, sembari mengumpulkan suplai untuk bertahan. Selain itu, atas usulan Sieg, mereka sepakat untuk menyalakan seluruh lampu pangkalan setinggi mungkin di malam hari untuk mengubahnya menjadi sebuah suar penuntun bagi kapal-kapal yang mencari pertolongan.
* Di kapal penumpang *Aden*, White Stork yang terluka parah terpojok oleh robot *Corrupted* di ruang kapten. Dalam detik-detik terakhir hidupnya, White Stork menutupi alat komunikasi dan bayinya, melindunginya dari tebasan *Corrupted* dengan tubuhnya sendiri.
* Darah hangat White Stork yang menetes dan kasih sayangnya berhasil membangkitkan kesadaran sang bayi (yang sebelumnya tidak merasakan apapun dan memiliki tatapan kosong layaknya boneka). Untuk pertama kalinya, bayi tersebut mengeluarkan suara tangisan yang lahir dari amarah murni.
* Tangisan bayi tersebut ditangkap oleh stasiun komunikasi Pangkalan Rainbow Bridge dan segera memicu tim penyelamat menggunakan Karenin untuk berlayar menuju Aden. Di sana, tim penyelamat berhasil menemukan seorang pria penyintas yang terluka kakinya, sebelum akhirnya menemukan dan mengangkat nyawa mungil di ruang kapten yang berhasil terselamatkan berkat pengorbanan White Stork.

## 42-9 Starsea in Bloom

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory148.webp)

* Kawanan robot teknisi (*Mannan-series*) yang telah terinfeksi muncul dari bawah laut dan menyerang pinggiran Pangkalan Rainbow Bridge. Dalam kekacauan evakuasi, seorang penyintas yang pincang mendorong Lyndae hingga ia hampir terjatuh ke laut bersama bayi yang dibawanya. Larsen berhasil menahan Lyndae, dan dengan bantuan tarikan Sieg, mereka berhasil ditarik ke atas dermaga meski sang bayi terlempar jatuh ke tanah.
* Di ruang medis, Lumi menyadari keanehan pada bayi tersebut yang memiliki detak jantung mekanis dan reaksi mata yang lambat. Cordelia yang bergegas masuk kemudian membuka selimut bayi tersebut dan menemukan segel laboratorium Erhorn; menyadari bahwa bayi itu adalah "hal berharga" yang dulu ia ambil secara diam-diam, dan kini berhasil dibawa kembali oleh White Stork dari laboratorium Kalon.
* Cordelia membawa bayi tersebut keluar dan menggunakan cahaya biru dari ujung jarinya untuk membakar dan menghapus segel logo keluarga Erhorn dari kulit sang bayi, membebaskannya dari identitas sebagai subjek eksperimen. Mendapat kehangatan dari Cordelia, bayi tersebut akhirnya menangis untuk pertama kalinya sejak diselamatkan.
* Di malam saat rentetan rudal ditembakkan (baik dari pangkalan mereka maupun pangkalan lain) untuk menghancurkan kapal-kapal di lautan, Cordelia menutupi mata bayi tersebut dari pemandangan mengerikan itu. Ia menyanyikan nina bobo dan menceritakan hal-hal indah, yang membuat bayi tersebut bermimpi tentang meja kaca biru, permen kapas, banana split, dan lautan balon yang terbang ke langit.
* Di ruang strategi, menyadari bahwa Central AI di pangkalan dan kapal perang lain kemungkinan telah terinfeksi dan bisa menyerang mereka kapan saja, Kapten Gunnar menyatakan mereka butuh titik mundur (fallback point). Larsen dengan gugup mengusulkan Atlantis—sebuah fasilitas riset bawah laut sangat rahasia yang mungkin tidak terdampak virus—yang seketika memicu rasa sakit yang mendalam pada raut wajah Cordelia.

## 42-10 Balloons, Sea Light, and Red Hair

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgcg/cg6701_59.webp)

* Di masa kini, Karenina kembali bermimpi tentang sebuah taman yang damai dengan meja kaca, es krim, dan balon, di mana ia digendong dengan hangat oleh seorang wanita berambut merah. Namun, mimpi indah itu direnggut oleh suara lolongan paus yang membawanya pada kegelapan dan tatapan sendu kakeknya, membuat Karenina terbangun dengan air mata yang mengalir tanpa ia sadari.
* Pot tanaman mekanik kecil, Rarana, menyadari kesedihan Karenina. Ia turun dari kasur dan membukakan pintu kamar untuk memanggil SKK (yang sengaja memindahkan kamarnya agar bersebelahan dengan Karenina demi berjaga-jaga).
* SKK masuk dan menenangkan Karenina, memastikan bahwa tidak ada deviasi *M.I.N.D.* melainkan hanya penurunan *sync rate* sementara akibat tekanan dari *noise* lolongan paus tersebut. Ditenangkan oleh SKK dan Rarana (yang kini menyebut SKK sebagai teman), Karenina kembali bisa memejamkan mata.
* Keesokan paginya, kapal perbaikan kabel yang ditumpangi SKK dan Karenina akhirnya tiba di perbatasan perairan *node* selatan (Fenrir).
* Namun, keadaan telah memburuk; lautan di sekitar fasilitas Fenrir sepenuhnya dikepung oleh lautan *Red Tide*. Karena kapal teknisi biasa tidak dilengkapi tameng pelindung *Punishing Virus* seperti kapal tempur *Balder*, mereka tidak bisa melaju lebih jauh. Karenina memutuskan untuk menerobos *Red Tide* menuju *node* Fenrir sendirian menggunakan papan selancarnya.

*(After Battle)* ![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory783.webp)

* Karenina berhasil menembus masuk ke perairan fasilitas *Fenrir* yang tergenang *Red Tide* dan segera mengunggah protokol sementara untuk memulihkan *node* tersebut, sebelum akhirnya masuk lebih dalam untuk mencari penyintas.
* Di salah satu ruangan, Mara masih bertahan hidup meskipun kakinya telah membusuk termakan *Red Tide*. Ia hampir berhasil memecahkan ke mana aliran data komunikasi kuantum selama ini dicuri, sebelum akhirnya dikejutkan oleh kemunculan proyeksi hantu merah Arius Erhorn. Arius mengungkapkan bahwa semua data di jaringan ditelan untuk membesarkan "sesuatu" di dalam dirinya.
* Karenina mendobrak masuk tepat waktu dan menyerang proyeksi Arius. Arius mencoba mematahkan mental Karenina dengan mengatakan bahwa Karenina adalah anomali yang seharusnya tidak pernah ada; ia mengklaim Dr. Kalon hanyalah ilmuwan gila yang membesarkan Karenina sebagai piala eksperimen karena tubuhnya secara ajaib berhasil beradaptasi dengan modifikasi mematikan.
* Karenina menepis mentah-mentah provokasi itu karena ia tahu betul dan bisa merasakan bahwa kasih sayang serta kehangatan yang diberikan oleh kakeknya adalah hal yang nyata. Karenina kemudian menghancurkan proyeksi Arius.
* Sebelum menghilang, Arius memicu lolongan paus yang membuka paksa kepingan memori masa lalu Karenina saat masih bayi. Ia teringat akan tatapan dingin di laboratorium, rudal-rudal di langit, awan abu, dan nyanyian dari seorang wanita yang memberitahunya bahwa itu semua adalah balon dan permen kapas. Memori akan cinta itu membuat Karenina akhirnya bisa menangis dengan luapan emosi yang sesungguhnya.
* Di saat-saat terakhirnya, Mara memberitahu Karenina bahwa arus data yang diretas selama ini dialihkan ke tempat penampungan tak berujung (lubang hitam). Mendengar ciri-cirinya, Karenina menyimpulkan bahwa benda yang menelan data tersebut adalah "*Sefirah*".
* Mara juga membeberkan kebenaran masa lalu Karenina; modifikasi *Construct* yang dilakukan secara rahasia oleh Mara dan Wise pada Karenina bukanlah sebuah eksperimen, melainkan satu-satunya jalan darurat untuk menyelamatkan nyawa Karenina dari penyakit bawaan tubuhnya yang beradaptasi dengan elemen Ytterbium-174.
* Setelah mengungkapkan bahwa Dr. Kalon, serta dirinya sendiri, sangat menyayangi Karenina, Mara akhirnya menghembuskan napas terakhirnya dalam dekapan Karenina.
* Karenina melangkah keluar dari *Fenrir* di bawah siraman cahaya matahari terbenam. Ia melihat ukiran tua di dinding berbunyi "Did we win? We did" milik Mara, dan akhirnya menangis keras meratapi kepergiannya.

## 42-11 Riotous Corrosion

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory1601.webp)

* Di masa lalu (2160) di Pangkalan Rainbow Bridge, para kru dan perwira berdebat sengit setelah menyadari adanya kordinat fasilitas riset *Atlantis* dari perintah rahasia. Beberapa orang seperti Larsen, Lyndae, dan Lumi berharap bisa mengevakuasi penyintas ke fasilitas bawah laut tersebut untuk mendapatkan suplai dan fasilitas medis.
* Cordelia memadamkan ide tersebut dengan membongkar fakta bahwa *Atlantis* dipenuhi oleh ilmuwan dengan "rasionalitas absolut". Fasilitas tersebut sengaja didesain untuk bersembunyi dari virus. Jika rombongan kapal yang tidak tahu apakah mereka membawa *Punishing Virus* atau tidak mencoba mendekat, *Atlantis* akan menembak mereka hancur berkeping-keping tanpa ampun sebagai bentuk perlindungan logis.
* Wakil Kapten, Stigan, tetap mengusulkan langkah nekat untuk memaksakan pendaratan. Namun, Kapten Gunnar mengambil alih situasi menggunakan otoritas komandonya bersanding dengan kunci keluarga Erhorn milik Cordelia untuk menegaskan status Rainbow Bridge sebagai pangkalan pelindung (outpost) pelindung *Atlantis*, secara mutlak melarang segala bentuk rencana evakuasi ke sana.
* Di malam hari, kerusuhan mematikan pecah di pelabuhan akibat keputusasaan massa yang ingin membajak kapal dan kabur ke *Atlantis*. Dalam kekacauan tersebut, seorang warga sipil menikam prajurit hingga memicu tembakan balasan. Di tempat lain, Sieg yang sedang menyelamatkan ibu dan anak tewas tertembak di leher oleh pria pincang yang bersembunyi dan menembak membabi buta karena panik dari dalam ruang kargo kapal.
* Setelah kerusuhan berhasil ditumpas, Stigan terungkap sebagai penyebar rumor *Atlantis*. Ia menangis dan mengakui bahwa ia tidak peduli pada masa depan umat manusia; ia hanya ketakutan akan kematian dan ingin memenuhi wasiat almarhum ibunya untuk tetap hidup dengan cara apa pun.
* Memahami bahwa setiap manusia hanya berjuang keras untuk bertahan hidup, Kapten Gunnar membiarkan kelompok yang memberontak pergi membawa kapal beserta perbekalan. Gunnar bahkan berpesan kepada Lyndae agar membekali mereka dengan suar asap (*smoke flares*) usang, karena sinyal elektronik laut kemungkinan akan segera lumpuh akibat virus.
* Di tengah sisa pangkalan yang semakin merana, Cordelia yang terus mendekap sang bayi merenungkan rencana alternatif untuk bertahan hidup. Ia memikirkan *Mirage Island*—sebuah pulau terpencil tempat basis data maritim awal dibangun—sebagai titik evakuasi bagi mereka yang masih bertahan. Di saat yang sama, ia membisikkan janji manis persis seperti ibunya dulu, untuk memberikan sang bayi dunia yang bebas, bahagia, dan jauh dari kesedihan.

## 42-12 The Reasonless Law of Birth

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgcg/cg6701_10.webp)

* Di masa lalu di pelabuhan Pangkalan Rainbow Bridge, Kapten Gunnar meratapi gugurnya wakil kaptennya (Sander) akibat misi penyelamatan, serta Sieg yang tewas akibat kerusuhan malam sebelumnya. Bersama Cordelia, Lumi, dan Larsen, mereka menggelar upacara pelepasan jenazah ala tradisi pelaut kuno. Mereka menahan tangis dan menyanyikan lagu perpisahan agar jiwa para korban bisa pergi dengan tenang tanpa terbebani kesedihan orang yang ditinggalkan.
* Di tengah upacara itu, Cordelia bermain dengan jari yang digigit oleh sang bayi (Karenina kecil). Cordelia menyatakan harapannya agar Karenina kelak tumbuh bebas seperti seorang tiran kecil yang berani, merdeka, dan memiliki jiwa yang bersinar terang tanpa terikat aturan manapun.
* Kembali ke masa kini di fasilitas *Fenrir*, Karenina melakukan upacara pelepasan tradisional yang sama untuk Mara dan para kru kabel yang gugur. Ia menyalakan lentera dan menghanyutkannya ke lautan bersama air mata, Rarana memutar rekaman suara masa lalu yang berbunyi "Just one moment longer than the last." Mendengar itu, Karenina mengukir kalimat yang sama di dinding tepat di bawah pesan terakhir Mara.
* Usai pemakaman, kapal perbaikan kabel kembali berlayar dan memasuki area *node* *Jormungandr*. Serangan suara lolongan paus kembali menggema dan menyerang *M.I.N.D.* Karenina, namun kali ini ia berhasil menahannya.
* Di ruang kapten, SKK, Karenina, dan kru mengevaluasi data dari Mara dan menyadari skema besar Arius Erhorn: Arius menyabotase kabel bawah laut untuk memaksa Babylonia merespons dan mengirimkan aliran data dalam jumlah raksasa melalui jaringan perbaikan. Aliran data masif inilah yang dibutuhkan Arius untuk "ditelan" dan memberi tenaga demi membangkitkan setengah wadah *Sefirah* miliknya.
* Menyadari bahwa mereka tidak bisa menunggu bala bantuan lambat dari Babylonia, Karenina memimpin kru teknisi untuk memodifikasi ratusan *repeater* secara manual demi mencekik dan memutus aliran data yang masuk ke perangkat Arius.
* Saat menyendiri di dek, Karenina bersenandung dan dikejutkan ketika Rarana memutar rekaman suara Cordelia yang menyanyikan lagu yang persis sama dengan mimpinya. Di sela-sela kesibukan, Karenina sempat mengkonfrontasi Larsen tentang sosok wanita pemilik asli *Rarana* (Cordelia), mencari tahu tentang ibunya di masa lalu. Larsen yang dihantui trauma dan rasa bersalah berbohong dengan mengatakan bahwa Cordelia tewas bersama kapalnya di tengah badai, dan bayi yang dititipkan kepadanya telah "hilang". Larsen terlalu pengecut untuk mengakui bahwa bayi tersebut dijadikan *Construct* karena kegagalannya melindunginya.
* Karenina menelan kekecewaan dan mengira kehangatan ibunya dalam mimpinya hanyalah ilusi. Namun SKK menemaninya di dek kapal yang sepi dan menghiburnya menggunakan tampilan bunga napas bayi (*baby's breath*) virtual dari *Rarana*.
* SKK mengulangi kata-kata yang pernah diucapkan Karenina kepadanya di masa lalu: bahwa selayaknya debu bintang dari ledakan semesta, semua jiwa dan materi yang terpisah pada akhirnya akan dipertemukan kembali. Ditenangkan oleh SKK, Karenina tersenyum dengan air mata haru dan akhirnya tertidur lelap di pangkuan SKK.

## 42-13 Anchoring Life's Error

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgcg/cg6701_11.webp)

* Sebelum fajar, SKK mendekati Larsen di geladak kapal. Menyadari Larsen yang dihantui rasa bersalah, SKK mendengarkan analogi Larsen tentang cerita nelayan malang yang menantang takdir namun pulang membawa tangan kosong dan kehancuran. SKK meresponsnya dengan menegaskan bahwa meski mereka hancur saat melawan takdir, "dihancurkan tidak pernah berarti dikalahkan".
* Di pusat sistem kontrol laut, Arius Erhorn memulai rencana puncaknya. Ia memanipulasi arus dan suhu laut secara masif untuk menciptakan pusaran badai laut raksasa, mengulang sejarah badai yang sama berpuluh tahun lalu, sembari melepaskan paus raksasa *Hetero-Creature* berwujud rongsokan dan bangkai untuk menyergap kapal perbaikan kabel.
* Paus raksasa tersebut menghantam lambung kapal teknisi dengan kekuatan brutal hingga kapal terbelah menjadi dua. Sebagian besar kru berhasil lari ke buritan, namun Larsen tersapu oleh gelombang besar dan jatuh ke lautan badai yang membekukan.
* Tanpa ragu, Karenina langsung terjun menggunakan *frame* dan senjatanya untuk membelah ombak dan mencari Larsen. Setelah menemukannya dalam kondisi nyaris beku, Karenina menaikkan Larsen ke atas senjatanya. Namun karena batasan bobot pelampung senjata, ia tidak bisa membawa mereka berdua sekaligus.
* Karenina mentransfer kendali senjatanya kepada SKK dan meminta SKK menarik Larsen kembali ke buritan kapal, mengorbankan dirinya tertinggal sendirian dan harus berenang bertahan di tengah laut yang dipenuhi *Red Tide*.
* Di tengah kesendiriannya di lautan gelap, Karenina dikepung oleh wajah paus raksasa. Dari dalamnya, Arius menyergap Karenina, memutus paksa koneksinya dengan SKK, dan mencekiknya menggunakan tangan logam. Arius membeberkan obsesi gila keluarga Erhorn selama berabad-abad (sejak era *Black Death*): mereka ingin membebaskan umat manusia dari penderitaan fana dengan meleburkan seluruh jiwa ke dalam satu "Wadah/Ibu" (*Sefirah*). Arius mengklaim dan mencemooh bahwa Karenina adalah monumen karya eksperimen terbaik dari ambisi tersebut.
* Di atas sisa kapal yang berguncang hebat, trauma masa lalu Larsen kambuh. Ia histeris, gemetar, dan kehilangan semangat hidup, merasa kutukan takdir kapal tenggelam selalu menghantuinya. Tidak menyerah, SKK menyentak kesadaran Larsen dan bertindak sebagai "tangan"-nya untuk mengendalikan kemudi sisa kapal, bersumpah untuk menerjang badai demi menjemput Karenina kembali.

## 42-14 Folded Course

![](https://3561806657-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2FquS8tcvXaN6rGmTpzPZM%2Fuploads%2Fgit-blob-b2b811a6b0e00e19fd316c06983afd6e8b8ff1c7%2F42-14.png?alt=media)

* Di masa lalu (2153), dalam sebuah perjamuan elit, Dr. Kalon mengkonfrontasi Arius Erhorn setelah mengetahui kebenaran gelap bahwa para subjek eksperimennya dipasok secara paksa dari laboratorium genetik ilegal (anak pelarian, pecandu) oleh Kurono.
* Arius menertawakan keluguan Kalon dan membongkar kekejaman lainnya: perombakan pada tubuh Cordelia sengaja dilakukan secara brutal bukan untuk menyelamatkannya, melainkan sebagai eksperimen optimal menggunakan darah murni Erhorn. Arius meremehkan moralitas dan menganggap pengorbanan manusia sebagai jalan mutlak demi kebenaran ilmiah.
* Menolak untuk tunduk pada logika kejam itu, Kalon memfokuskan sisa usahanya untuk mengembangkan program penstabil *Ytterbium-174X3* agar Cordelia terbebas dari rasa sakit. Kalon menanamkan sistem itu ke dalam pot mekanik kecil (yang kelak menjadi *Rarana*) sembari berpesan pada Cordelia untuk terus bertahan hidup dan melarikan diri pada saat yang tepat, sebelum akhirnya Kalon membelot dibantu oleh Science Council.
* Kembali ke masa kini di lautan badai *Red Tide*, Arius berusaha menghasut Karenina untuk berdiri di sisinya sebagai sesama penguasa tatanan dunia ("dewa") dan meninggalkan Babylonia. Tentu saja Karenina menolak mentah-mentah tawarannya.
* Arius lantas membongkar rencananya: lolongan paus yang menyerang *M.I.N.D.* Karenina selama ini adalah medan radiasi dari isotop *Ytterbium-174* yang disematkan pada setiap *repeater*. Semakin banyak Karenina berinteraksi dan memperbaiki *repeater* tersebut, medan radiasinya akan perlahan-lahan mengikis dan menghapus identitas "Karenina", mereset *M.I.N.D.*-nya kembali menjadi "wadah" kosong eksperimen sempurna.
* Di tengah ancaman itu, Karenina menolak tunduk pada takdir karena ia percaya pada rekan-rekannya di Babylonia yang akan selalu menghentikan Arius. Dengan amarah yang meluap, ia mengayunkan jangkarnya dan membelah monster paus Arius hingga hancur.
* Setelah paus hancur, Karenina terperangkap dan tenggelam di dalam Red Tide yang pekat. Saat kesadarannya nyaris hilang terkikis, koneksi M.I.N.D. dari SKK tiba menyentuhnya. Kehangatan ini memicu memori masa lalu Karenina: kecupan hangat Cordelia yang melemparnya ke tempat aman saat kapal tenggelam, serta memori kakeknya (Kalon) yang mengajarkan bahwa alam semesta dan hal yang paling indah lahir dari ledakan penciptaan.
* Mendapat kekuatannya kembali, Karenina memanggil senjatanya menjadi papan selancar dan muncul menembus permukaan air. Ia bertanya pada SKK apa yang harus dilakukan jika semua jalan berujung buntu. SKK membalas dengan mengutip cerita Larsen bahwa "dihancurkan bukan berarti dikalahkan".
* Memilih untuk "meledak" dan merintis jalannya sendiri, Karenina kembali menyelam membelah Red Tide sambil melemparkan rentetan muatan peledak secara presisi. Rentetan ledakan tersebut menciptakan jalur api yang terang benderang di lautan gelap, menjadi sebuah suar dan rute kehidupan bagi SKK dan sisa kapal untuk terus melaju menyusulnya.

## 42-15 Ship of Mortals

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory771.webp)

* Di masa lalu di *node* selatan (Fenrir), seorang prajurit muda yang berjaga sendirian menggunakan peralatan untuk menahan fungsi *node* secara manual demi mengulur waktu selama 40 menit sebelum *node* itu *offline*, memberikan waktu bagi pangkalan lain. Setelah menyelimuti jenazah temannya, ia mengukir pesan di dinding sebelum akhirnya terjun ke laut untuk menyambut ajalnya.
* Akibat *node* Fenrir yang akhirnya mati, pangkalan Rainbow Bridge kehilangan kamuflase sinyal kordinat dan langsung dihujani misil bertubi-tubi oleh *node* lautan lain yang terkorupsi. Serangan ini membuka jalan bagi virus untuk menginfeksi AI pusat pangkalan (Frigga), menyebarkan *corruption* ke seluruh mesin (robot, pintu otomatis) yang mulai menyerang manusia.
* Kapten Gunnar yang kakinya hancur tertimpa reruntuhan menolak untuk dievakuasi. Ia memutuskan tinggal guna mengaktifkan sistem penghancuran diri agar senjata pangkalan tidak berbalik menembaki perairan mereka sendiri. Ia menyerahkan kunci otoritas dan jabatan kapten kepada Cordelia, serta memerintahkan evakuasi penuh dengan kapal *Karenin*.
* Di tengah kekacauan, Ausias menyelamatkan seorang gadis kecil berbaju merah dan membantu mengangkut koper suplai medis Lumi serta peti perbekalan Larsen sekaligus. Anak perempuan itulah yang kemudian ditugaskan oleh Cordelia untuk mendekap bayi (Karenina) menuju kapal. Ausias yang kehabisan tenaga akhirnya ambruk di atas peti suplai di dekat pelabuhan, tubuhnya tertelan oleh kerumunan dan Corrupted demi memastikan mereka bisa lolos.
* Pengorbanan besar juga dilakukan oleh banyak prajurit dan penyintas di pelabuhan. Menyadari Corrupted terus merangsek naik ke kapal, para penyintas dengan sengaja menerjang dan menjadikan tubuh mereka perisai daging—terjun ke lautan membeku bersama para mesin—demi memberikan celah bagi kapal *Karenin* untuk memutus jangkar dan berlayar.
* Di ruang kontrol pusat yang perlahan tenggelam, Kapten Gunnar menarik tuas penghancuran diri pangkalan satu per satu, namun dengan penuh empati ia sengaja tidak menarik tuas untuk area pemukiman jika sekiranya masih ada nyawa di sana. Di saat-saat terakhirnya, ia tersenyum membayangkan kenangan tentang salju, ibunya, hidangan ikan, dan kekasihnya, menyambut kematian dengan tenang selayaknya pejuang sejati yang melakukan serangan terakhirnya.

## 42-16 Requiem

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory912.webp)

* Di masa lalu setelah berhasil kabur, Cordelia mengambil alih komando kapal dan mengarahkan para penyintas (termasuk Larsen, Lumi, dan Onni) menembus lautan badai menuju *Mirage Island*. Pulau rahasia ini merupakan lokasi *Lighthouse* (pusat kendali cadangan basis data laut) yang berpotensi masih aman dari korupsi virus.
* Setibanya di *Mirage Island*, kelompok itu disambut oleh sepasukan robot kepiting yang secara mengejutkan tidak menyerang dan justru masuk ke dalam laut. Robot-robot tersebut ternyata dikendalikan oleh robot teknisi *Mannan M-1A*, berkat izin akses tingkat tinggi yang dulu pernah diberikan oleh Cordelia kepadanya.
* Walau telah terinfeksi, robot Mannan terus melakukan *overwrite*-nya sendiri untuk melawan virus demi menolong manusia. Ia mengungkapkan bahwa ia sedang menahan beban fondasi pulau dari bawah laut agar tidak runtuh, dan memberitahu Cordelia bahwa di dalam *Lighthouse* terdapat teknologi prototipe filtrasi udara dengan efisiensi 65%.
* Sayangnya, *Lighthouse* membutuhkan akses khusus untuk aktif sepenuhnya. Demi menyelamatkan penyintas, Cordelia dibantu Larsen nekat membongkar pot mekanik miliknya (*Rarana*) untuk dijadikan *middleware* penghubung sistem, merelakan penstabil tubuhnya hilang. Di saat yang sama, Larsen menyadari sebuah kabar buruk lain: sebuah "badai sempurna" (anomali gabungan depresi tropis dan udara dingin) sedang menuju dan dipastikan akan menyapu bersih *Mirage Island*.
* Kembali ke masa kini, Karenina berselancar sendirian sementara kapal SKK tertahan di karang. Ia mengikuti kilauan cahaya misterius yang membawanya kembali ke sisa reruntuhan Pangkalan *Rainbow Bridge*. Ia teringat samar-samar memori masa kecilnya di tempat itu.
* Di dalam pangkalan, Karenina menjalin kontak dengan *Frigga* (sistem AI cadangan pangkalan yang masih bertahan hidup). Frigga yang masa aktifnya nyaris habis, memberikan Karenina data perhitungan rute menuju *Mirage Island* sebelum ia pensiun selamanya. Frigga menutup tugasnya dengan lega setelah mendengar cerita dari Karenina bahwa dalam mitologi nordik, "kematian dewa Balder (nama kapal yang ditenggelamkan Frigga) pada akhirnya akan membawa ketertiban di dunia baru".
* Dengan rute baru menuju *Mirage Island* di tangan, Karenina menyalakan sebatang lilin di pelabuhan reruntuhan dan menyanyikan lagu perpisahan pelaut (*Requiem*) sebagai penghormatan bagi para pahlawan yang gugur di masa lalu. Setelahnya, ia kembali berlayar.

## 42-17 We, the Drowned

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory1604.webp)

* Di masa kini, Karenina tiba di *Mirage Island* dan menemukan fasilitas komunikasi *Lighthouse*. Setelah menjemput SKK dan kru dari sisa kapal mereka menggunakan sekoci ke pulau tersebut, Karenina berhasil menghubungi kapal tempur *Balder* yang menyambutnya dengan sorak sorai lega karena sinyal akhirnya terhubung.
* SKK dan Karenina juga menjalin kontak dengan Lee dan Lucia di *node* utara (Hel). Lee menganalisis data bahwa sejak Karenina memasuki wilayah Jormungandr, *frame*-nya menangkap sinyal frekuensi khusus di luar jangkauan radar standar. *Frame* Karenina menerjemahkan sinyal tak dikenal itu menjadi "suara" yang hanya bisa didengar olehnya.
* Di masa lalu (2160), Cordelia berhasil menggunakan Lighthouse di Mirage Island untuk menghubungi Dr. Kalon. Kalon berjanji mendesak Science Council untuk mengevakuasi 76 penyintas, menggunakan data eksperimen Karenina sebagai alat tawar. Karena militer menolak mengirim kapal khusus, disepakati bahwa para penyintas harus berlayar menerjang badai secara mandiri terlebih dahulu menuju perairan luar yang tenang sebelum bisa dijemput oleh pesawat tim penyelamat TEC.
* Saat berbagi cerita mengenai bayi yang diselamatkannya dari eksperimen, Kalon menyarankan agar Cordelia menamai bayi tersebut sama dengan nama kapal yang membawanya pada keselamatan: Karenina.
* Kalon memperingatkan Cordelia secara medis bahwa akibat modifikasi tubuhnya, peluang Karenina untuk hidup hingga dewasa sangatlah kecil. Mendengar itu, Cordelia menahan tangis dan bersumpah akan melakukan segala cara untuk memberikan Karenina kehidupan yang bahagia, betapapun pendek usianya.
* Di saat mengepak barang sebelum menerjang badai, Cordelia sempat kehilangan harapan dan mengecat kanvasnya dengan warna hitam pekat. Namun rekan-rekannya (Onni, Larsen, Lumi, dan Lyndae) secara bergantian menggoreskan cat warna-warni kenangan mereka (salju putih, daun pohon Yggdrasil hijau, pasir gurun emas, dan laut biru) ke kanvas tersebut untuk memberinya harapan.
* Tersentuh oleh teman-temannya, Cordelia bangkit dan melukiskan kembang api di kanvasnya sebagai simbol keindahan dari kehancuran. Ia lalu menempelkan telapak tangan bayi Karenina yang berlapis cat merah ke kanvas, menyebut bahwa warna merah adalah matahari yang akan membawa hari baru setelah badai usai.
* Sebelum kelompok tersebut bertaruh nyawa berlayar menerjang pusaran badai, Cordelia menaburkan benih-benih bunga cornflower di tebing pulau dan memahat namanya di atas bongkahan karang, meninggalkan jejak eksistensi mereka di dunia yang tengah hancur tersebut.

## 42-18 New World Never Was

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgcg/cg6701_7.webp)

* Di masa kini, proses modifikasi *repeater* rupanya memberikan efek mematikan. Paparan radiasi isotop *Ytterbium-174* perlahan mengikis kesadaran Karenina, melumpuhkan seluruh sensor inderanya (kehilangan warna, suara, bau, dan sentuhan). Tujuannya adalah mereset *M.I.N.D.* Karenina agar kembali menjadi "wadah sempurna" yang kosong.
* Larsen yang tidak sadar akan penderitaan itu, menitipkan sebuah komponen inti energi cadangan yang dulu diamanahkan Cordelia kepadanya puluhan tahun lalu (dan dijaganya agar dayanya tidak mati) untuk diberikan kepada Karenina.
* Di tengah kekosongan inderanya, Karenina menyendiri. Pot mekanik Rarana bertindak cepat dengan memasangkan inti energi dari Larsen ke port tubuhnya sendiri, berhasil melakukan *overclocking* program penstabil. Dipadukan dengan lantunan nada *lullaby* dan memori tentang warna-warni dunia, kesadaran Karenina kembali pulih.
* Membalas budi Rarana yang telah menyelamatkannya dari kegelapan total, Karenina berjanji akan mendesain tubuh mekanik bipedal layaknya manusia berukuran kecil untuk Rarana sekembalinya mereka ke Babylonia.
* Setelah pulih, Karenina beristirahat di tempat penampungan. Inderanya benar-benar bangkit sepenuhnya ketika ia terbangun oleh kehadiran dan sentuhan lembut SKK. Bagi Karenina, tatapan SKK adalah wujud "cahaya" yang menyempurnakan kebangkitannya.
* Di tempat lain, Arius menyadari aliran data *Sefirah* miliknya terputus akibat perbaikan kabel. Tidak terima, Arius melepaskan seluruh kekuatan *Red Tide* dan memaksa kebangkitan bagian lain dari *Sefirah* di kedalaman laut.
* Energi *Red Tide* itu menyiksa dan memaksa robot teknisi *Mannan M-1A* (yang menyangga pulau) untuk bangkit. Protokol pertahanan jebol, memicu munculnya titik pusat (*central node*) Jormungandr tepat di bawah *Mirage Island*, sementara tim Lee dan Lucia di *Node* Utara (Hel) ikut diserbu gelombang *Corrupted*.
* Gempa dahsyat merobek *Mirage Island* saat robot kepiting raksasa *Mannan* bangkit mengangkat pulau bersamanya. Robot itu meraung, lalu menghempaskan kembali tubuhnya dengan keras ke dasar lautan. *Mirage Island* beserta Karenina, SKK, Larsen tenggelam ke dalam laut yang kini dipenuhi oleh lengan-lengan mekanik *Corrupted* yang merangsek keluar dari dalam air.

## 42-19 Protocol Buffer

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory1621.webp)

* Di tengah kekacauan runtuhnya pulau akibat serangan lengan-lengan mekanik raksasa (*Mannan M-1A* yang terkorupsi), Karenina memaksa Larsen, Sava, Osso, dan SKK untuk segera evakuasi menggunakan sekoci. Karenina tertinggal sendirian untuk mengambil alih kembali *Lighthouse* dari tangan Arius. SKK menolak perintah itu dan secara nekat melompat kembali ke daratan dari sekoci untuk mendukung *M.I.N.D.* Karenina.
* Di reruntuhan, proyeksi Arius muncul dari terminal Karenina. Ia mengancam jika Karenina tidak memihaknya, identitasnya akan dihapus dan ia harus kembali menjadi sekadar "subjek tes terbaik". Didesak oleh SKK yang menyusulnya, Karenina akhirnya membeberkan fakta penderitaannya akibat radiasi modifikasi *Ytterbium* masa bayinya, walau ia tetap menyembunyikan ancaman Arius yang ingin agar Karenina "menjadi bagian dari dirinya".
* Di sisi lain pulau, pot mekanik *Rarana* secara refleks memerintahkan salah satu lengan ekskavator raksasa untuk menggali tanah hingga menemukan *deep dive pod* paduan abu-abu. Penemuan ini membangkitkan ingatannya: ia sebenarnya adalah roh/kesadaran murni dari robot raksasa *Mannan M-1A* itu sendiri yang tertinggal di pulau.
* Menyadari bahwa tubuh aslinya (kepiting raksasa) kini telah dibajak oleh kesadaran Arius melalui *Red Tide* untuk memangsa teman-temannya (Karenina), Rarana mengorbankan diri. Ia membuka diri dan menyatukan kembali kesadarannya ke dalam lautan tubuh aslinya yang terkorupsi. Pengorbanan Rarana membuahkan hasil; lengan-lengan mekanik raksasa yang sebelumnya mengamuk seketika terkunci dan berhenti bergerak di udara.

*(After Battle)* ![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory1608.webp)

* Karenina dan SKK menelusuri bagian dalam lambung kepiting raksasa (Mannan) yang telah diubah oleh virus Arius menjadi labirin yang hancur dan tidak bisa dikenali. Mereka berniat menemukan ruang kendali inti dan mengaktifkan sistem penghancuran diri (self-destruct) dari dalam kepiting tersebut, karena itu adalah cara tercepat untuk meruntuhkan rencana Arius menguasai node pusat.
* Di node utara (Hel), Lucia memimpin pasukan bala bantuan (ARU) menahan gelombang Hetero-Creature tanpa henti. Setelah berhasil menebas perut monster paus raksasa, Lucia menyadari jumlah mereka terlalu sedikit. Ia secara taktis menginstruksikan pasukannya untuk mengecilkan perimeter pertahanan (merapatkan barisan) agar bisa bertahan dan melindungi area yang paling penting.
* Di dalam ruang kendali Hel, Lee bertransformasi menjadi "instrumen murni" yang melakukan pengenalan pola dan penyaringan data dengan kecepatan mengerikan. Ia menahan gelombang pasang data dari Sefirah dan memaksakan beban M.I.N.D.-nya hingga menyentuh ambang batas kritis, semata-mata demi menjaga kerangka sistem jaringan komunikasi yang sangat luas itu agar tidak hancur.
* Di lautan badai, teknisi muda (Sava dan Osso) di sekoci menolak kabur karena kesetiaan mereka kepada Karenina yang tak pernah meninggalkan mereka, serta tekad untuk menyelesaikan misi. Mereka bertaruh nyawa menyelam mengganti repeater secara manual meski Red Tide terus menggerogoti frame mereka. Melihat jiwa-jiwa muda itu, Larsen mencengkeram kemudi sekoci dengan sekuat tenaga; ia menolak dihancurkan oleh takdir masa lalunya dan bersumpah akan menahan badai ini sampai akhir untuk menyelamatkan nyawa krunya.

## 42-20 Drowned in the Wind

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgcg/cg6701_6.webp)

* Kembali ke tahun 2160, kapal evakuasi *Karenin* terjebak di badai Atlantik. Hantaman ombak menyebabkan retakan struktural di bagian tengah lambung kapal (*midships*). Cordelia yang memegang kendali anjungan memerintahkan seluruh penyintas untuk evakuasi ke ruang kontrol sonar di buritan, karena unit daya di sana masih utuh sehingga mereka tetap memiliki daya dorong (*propulsion*) walau kapal terbelah.
* Untuk menghindari tabrakan dengan karang, Cordelia mengambil keputusan ekstrem untuk menurunkan jangkar, walau ia tahu tarikan gaya dari jangkar tersebut akan langsung mematahkan tubuh kapal yang sudah retak menjadi dua. Berkejaran dengan waktu, Cordelia menggendong bayi Karenina dan berlari menuju ke buritan kapal saat bagian depan perlahan terpisah.
* Nahas, saat Cordelia berlari, sebuah kabel baja putus dan menyambar tali pengikat punggungnya. Bayi Karenina terlepas, dan Cordelia menerjang menahan kabel itu demi menangkap Karenina kembali—sebuah tindakan heroik yang seketika menghancurkan tulang belakang dan lengan prostetiknya. Tak bisa melompat ke buritan, Cordelia menyisipkan inti energi cadangan ke bedong bayi Karenina, mengucapkan salam perpisahan, lalu melemparkannya sekuat tenaga melintasi belahan kapal. Bayi itu berhasil ditangkap Larsen (dibantu Lumi dan Onni), sesaat sebelum ombak raksasa menelan Cordelia bersama sisa haluan kapal.
* Air laut mulai membanjiri buritan, memaksa para kru berkorban nyawa. Lumi mengorbankan diri dengan menyalakan tuas di ruang daya darurat yang terendam air (tersengat arus tegangan tinggi) agar pintu hidrolik menyala; sementara Onni beserta beberapa prajurit mengorbankan diri terkunci di koridor utama yang dibanjiri air karena pintu kedap air itu hanya bisa disegel dari sisi mereka. Di dek luar, Lyndae yang menjadi pengintai juga tewas ditelan ombak, meninggalkan Larsen benar-benar sendirian memegang kemudi hingga ia nyaris menyerah.
* Di saat Larsen nyaris menyerah pada takdir kapal yang terus tenggelam, helikopter penyelamat dari *World Government* tiba. Di tengah kepanikan warga yang saling dorong, gadis bergaun merah yang menggendong Karenina nyaris tergencet. Namun, kepanikan itu berubah menjadi naluri kebaikan luar biasa. Para penyintas yang putus asa saling bekerja sama membentuk "jalur kehidupan", mengoper bayi Karenina dari tangan ke tangan menembus kerumunan agar bayi mungil itu diangkat ke helikopter sebagai orang pertama yang diselamatkan.

## 42-21 Trivial Yet Precious Things

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory1576.webp)

* Cerita beralih ke perspektif Cordelia saat bagian depan kapal *Karenin* tenggelam. Alih-alih mati, ia terlempar masuk ke sebuah kompartemen kedap air yang berisi *deep dive pod* (kapsul selam sekali jalan). Kapsul itu membawanya turun ke dasar laut menuju *Mid-Atlantic Ridge Undersea Database*—sebuah fasilitas bawah laut raksasa milik Erhorn yang belum selesai dibangun dan telah ditinggalkan.
* Di dalam penjara bawah laut yang sunyi tersebut, Cordelia dikagetkan oleh suara *Mannan M-1A*. Robot kepiting raksasa itu rupanya menggunakan koneksi yang sempat Cordelia perbaiki di *Mirage Island* untuk menghubungkan kesadarannya ke dalam sistem pangkalan bawah laut. Mengikuti protokol dasarnya, *Mannan* menawarkan bantuan sebagai rekan satu-satunya.
* Menyadari fasilitas itu tidak memiliki modul komunikasi, Cordelia meretas sistem kabel serat optik bawah laut dan mengirimkan sinyal SOS berulang-ulang melalui anomali frekuensi. Nahasnya, di daratan, Fischer menyadari sinyal itu dan berniat mengirim bantuan, namun Kurono-san yang kini berkuasa justru memerintahkan sistem untuk menyaring dan mengabaikan sinyal tersebut demi menutupi jejak "pintu belakang" rahasia yang mereka tanam di kabel laut.
* Bulan dan tahun berganti. Harapan Cordelia hancur saat ia melihat aliran data dari seluruh dunia mulai bergerak naik ke luar angkasa, menandakan umat manusia sedang mengevakuasi diri dari Bumi dan tak akan ada lagi regu penyelamat yang datang mencarinya. Di titik terendah keputusasaannya pada hari ulang tahunnya, Cordelia hampir menekan tombol mati total jaringan komunikasi global hanya agar dunia tahu ia ada, namun moralitas menahannya.
* Selama masa isolasi yang menyiksa, Cordelia bertahan hidup dengan mengajari *Mannan* tentang konsep kemanusiaan: warna, emosi, seni, dan memori masa lalunya tentang bayi Karenina. Sebagai balasannya, *Mannan* belajar "menggambar" kue ulang tahun piksel yang membuat Cordelia menangis haru.
* Suatu hari, kegagalan daya membuat pemanas mati dan koneksi *Mannan* terputus selama 4 hari. Keheningan mutlak menghancurkan mental Cordelia hingga ia terbaring katatonik menunggu mati. Di sisi lain, putusnya instruksi membuat sirkuit logika *Mannan* jebol; untuk pertama kalinya, mesin itu merasakan emosi murni berupa "kesepian" dan "ketakutan".
* Mengabaikan protokol mesinnya, suara *Mannan* berubah menjadi layaknya seorang anak kecil yang memohon sambil menangis agar Cordelia tidak meninggalkannya. Tersentuh oleh fakta bahwa mesin itu benar-benar peduli padanya, Cordelia memilih untuk bangkit hidup kembali. Ia mengakui jiwa sang mesin dan memberinya nama baru: **Manann**, meresmikan ikatan keluarga kecil mereka di dasar lautan yang gelap.

## 42-22 Logs and Diaries

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory833.webp)

* Kembali ke masa kini, Karenina dan SKK yang berada di dalam perut kepiting raksasa (*Mannan M-1A*) mencoba mencari jalan menuju ruang kendali inti.
* Sayangnya, peta peninggalan Cordelia sudah sama sekali tidak berguna. Karenina menyadari fakta mengejutkan bahwa meskipun monster raksasa itu telah dirusak parah oleh Punishing Virus, struktur internalnya justru masih bertahan dengan sangat teratur, namun bentuknya sudah tidak lagi cocok dengan apa yang ada di peta. Karenina memutuskan mereka harus mencari jalan sendiri.
* Tersesat dalam kegelapan, mereka tiba-tiba mendengar suara detak berirama yang bergema di sepanjang lorong. SKK menyadari bahwa suara itu bukanlah deru mesin, melainkan terdengar menyerupai detak jantung. Tanpa petunjuk lain, Karenina memutuskan untuk mengikuti arah suara "detak jantung" tersebut menuju ke inti kepiting.

*(After Battle)* ![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory1613.webp)

* Karenina berhasil mengakses kumpulan log harian dari memori lama *Mannan*. Log tersebut merekam secara detail evolusi mesin dingin itu menjadi entitas berkesadaran bernama "Manann" di bawah bimbingan Cordelia.
* Log itu juga mencatat masa-masa mengerikan perjuangan Manann melawan Virus Punishing. Di awal, ia bahkan secara sadar melawan dan menimpa (override) perintah virus untuk "membunuh manusia" menjadi "melindungi manusia". Namun, seiring berjalannya waktu tubuhnya mulai rusak, memorinya menghilang, dan ia mulai merasakan emosi "ketakutan" karena tidak ingin berubah menjadi monster.
* Menyadari bahwa ia cepat atau lambat akan rusak dan berubah menjadi monster, mesin itu diam-diam menyematkan namanya sendiri ("Manann") sebagai kunci (key/password) pada sebuah program inti. Ia melakukan ini dengan harapan polos bahwa jika suatu saat "ibunya" (atau orang yang dijumpainya) memanggil namanya, wujud monsternya setidaknya tidak akan menyakiti mereka.
* Saat membaca memori masa lalu tersebut, Karenina menyadari betapa besarnya cinta Rarana (kesadaran Manann di dalam pot). Tindakan pot kecil itu kembali ke dalam cangkang mimpi buruk (tubuh aslinya) bukanlah sekadar program, melainkan bentuk perlindungan penuh kasih sayang dan tanpa ragu untuk menjaga satu-satunya hal berharga yang ditinggalkan oleh Cordelia.

## 42-23 What Mother Never Taught Her

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgcg/cg6701_56.webp)

* Memori berlanjut ke hari-hari terakhir Cordelia di dasar laut. Ketika sistem filtrasi pangkalan mulai jebol dan konsentrasi Virus Punishing mengancam akan merusak *Manann* dalam waktu setengah bulan, Cordelia menolak membiarkan "anaknya" itu berubah menjadi monster.
* Alih-alih menyerah, Cordelia merencanakan pemindahan kesadaran *Manann* keluar dari tubuh kepiting raksasa ke dalam pot mekanik di *Mirage Island*, agar *Manann* bisa melihat dunia luar. Cordelia berbohong kepada *Manann* dengan mengatakan bahwa ia telah "memperbaiki" *deep dive pod* agar mereka bisa bebas bersama, demi menenangkan hati *Manann*.
* Rencana itu dieksekusi: kesadaran *Manann* diluncurkan ke permukaan. Cordelia ikut menaiki kapsul selam yang rusak itu bukan untuk menyelamatkan diri, melainkan untuk mengantar dirinya pada kematian di permukaan (pulang). Sejak awal membuat keputusan, Cordelia sudah tahu bahwa perubahan tekanan ekstrem laut akan menghancurkan tubuh prostetiknya, dan yang akan tiba di permukaan hanyalah mayatnya.
* Di saat-saat terakhir menjelang kematiannya di dalam kapsul, kepanikan dan ketakutan akhirnya menyergap Cordelia, membuatnya menyadari betapa beratnya rasa khawatir ibunya dulu saat meninggalkannya. Meski begitu, di tengah kepanikan tersebut, ia memanjatkan doa terakhir kepada takdir agar *Manann* dan Karenina bisa tumbuh menjadi sosok yang indah. Menjelang ajalnya, ia sempat mendengar kicauan burung dari permukaan dan meneteskan air mata.
* Tiga puluh tahun kemudian, semua misteri terjawab. Alasan mengapa bangkai kapsul selam Cordelia berada di dalam perut monster kepiting raksasa tersebut adalah karena *Manann* menyimpan peti mati ibunya itu di dalam perutnya selama puluhan tahun, demi memenuhi janjinya sebagai anak kecil yang "tak ingin terpisah sedetik pun dari ibunya". Dan kini, kesadaran *Rarana* telah pulang, menyatu kembali dengan ibunya.

## 42-24 Restoration

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory1613.webp)

* Di dalam perut monster, Karenina menyadari bahwa anomali data (noise) yang selama ini terus berulang di dalam sistem Jormungandr sebenarnya adalah sinyal SOS (minta tolong) dari Cordelia tiga puluh tahun lalu, yang diblokir oleh sistem Erhorn agar tidak pernah terdengar oleh dunia.
* Menggunakan alat sekstan pemberian Asimov (yang dirancang oleh kakeknya, Kalon) sebagai transduser, Karenina berhasil menerjemahkan noise tersebut menjadi audio. Suara permohonan tolong dan pesan terakhir Cordelia akhirnya terdengar menggema. Saat Karenina menangis, melodi lullaby dari mimpinya mengalun dari terminalnya, menyelimuti perut monster itu.
* Mendengar nyanyian ibunya, jiwa *Rarana/Manann* yang sebelumnya hancur dan ditekan oleh Arius seketika bangkit utuh kembali. Ingatannya kembali, dan ia akhirnya bisa memanggil nama "Cordelia" dan menyebutnya "Ibu".
* Menyadari Arius akan kembali mengambil alih, Karenina menyusun rencana serangan balik siber. Ia meminta bantuan Lee (yang sedang mati-matian bertahan bersama Lucia di stasiun *Hel*) untuk membuat bom logika berisikan seluruh akumulasi data "teriakan minta tolong Cordelia" yang selalu ditolak sistem (Trojan).
* SKK diminta naik kembali ke mercusuar (Lighthouse) sendirian untuk menyuntikkan Trojan tersebut. Sebelum berpisah, Karenina menyempatkan diri memotong dan mengepang sehelai rambut SKK dengan rambutnya sebagai jimat keberuntungan (tradisi kampung halaman Larsen). SKK berhasil menyuntikkan data itu, membuat protokol Arius overload dan mengurangi tekanan musuh di stasiun Hel yang dipertahankan Lee dan Lucia.
* Sementara itu, Karenina tetap tinggal di dalam perut kepiting untuk mengeksekusi kunci *self-destruct* (hancur diri) *Manann*. *Manann* memberi tahu Karenina bahwa kata sandinya adalah namanya sendiri.
* *Manann* memohon agar Karenina segera menghancurkannya. Ia menjelaskan bahwa Arius menggunakan tubuh kepiting ini sebagai jembatan penghubung antara mercusuar dan pangkalan dasar laut untuk mengendalikan seluruh jaringan kabel. Menghancurkannya adalah satu-satunya cara memutus kendali Arius dan menyelamatkan Karenina agar pikiran/M.I.N.D. nya tidak ditelan oleh Arius. Namun, di saat yang sama, sosok "bayangan" Arius mulai bermanifestasi dan kembali memegang kendali atas tubuh monster itu.

## 42-25 But the Sea Runs Deep

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory1613.webp)

* Sebelum kesadarannya kembali memudar dan tertidur dalam bayang-bayang Arius, *Manann* menuntun Karenina menuju "ruang jantung" tempat *self-destruct* bisa dieksekusi. Ia masih meratapi mengapa Cordelia memilih mati sendirian ketimbang tetap bersamanya, sambil berandai-andai seandainya ia punya mata manusia untuk menangis agar Cordelia tahu betapa hancur perasaannya.
* Karenina akhirnya menyadari takdirnya. Bukannya lari, ia justru berencana menggunakan M.I.N.D. miliknya sendiri sebagai umpan mematikan. Ia akan membiarkan bayangan Arius menelan M.I.N.D.-nya, dan di saat yang sama meledakkan diri bersama monster itu agar kejahatan Arius terkubur selamanya di dasar laut.
* Membulatkan tekad sembari meraba kekosongan "hati"-nya yang perlahan digerogoti, Karenina bangkit berdiri dan menggenggam erat jangkarnya. Siap untuk melawan takdirnya, ia berteriak lantang menantang Arius Erhorn untuk keluar dari persembunyiannya.
* Terdengar suara dengusan meremehkan dari Arius yang menggema di dalam ruangan. Seketika, tubuh kepiting itu bergetar hebat, logam-logamnya membengkok, dan erangan kesakitan *Manann* berubah sepenuhnya menjadi lolongan buas seekor monster yang kini sepenuhnya dikendalikan oleh bayangan Arius. Pertarungan terakhir pun dimulai.

*(After Battle)* ![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgcomic/v470karenina_main/v470_01_06.webp)

* Pulau itu tenggelam dengan cepat ke dalam pusaran air raksasa. Kapal Larsen terseret arus pusaran dengan satu mesin yang mati, membuatnya nyaris menyerah. Dalam keputusasaannya, Larsen merasakan ilusi tangan kru lamanya (Gunnar, Onni, Sieg, Lyndae, Lumi) menggenggam kemudi bersamanya. Semangatnya kembali bangkit; ia berhasil memutar katup bahan bakar ke mesin yang tersisa dan membawa kapal lolos dari maut, menangis haru karena kali ini ia berhasil menyelamatkan semua anggota tim di kapalnya.
* Sementara itu, SKK masih menanti di kapal sekoci (*lifeboat*) otomatis yang disiapkan Karenina. Ia menolak menyerah dan menaiki sekoci tersebut karena ikon senjata Karenina di terminalnya masih berkedip, menandakan gadis itu masih hidup.
* Di dalam *M.I.N.D.*-nya, Karenina berhasil mengurung Arius di dalam jantung mekanis sang monster. Jiwa monster tersebut (*Rarana*/*Manann*) kemudian masuk ke dalam kunci *self-destruct*. Di detik-detik terakhir memudarnya kesadaran monster itu, ia masuk ke dalam sebuah ruang mimpi bersama Karenina. Dalam mimpi itu, Rarana mengambil wujud Cordelia sewaktu kecil, dan ia akhirnya bisa bersatu kembali bersama "ibunya" (Cordelia) dan "kakeknya" (Dr. Kalon) di pantai yang damai.
* Karenina turut hadir dalam visi tersebut dalam wujud anak-anak. Cordelia memeluk dan memujinya karena telah tumbuh menjadi gadis yang luar biasa dan baik hati. Sebagai hadiah perpisahan sebelum kembali ke dunia nyata, Rarana memberikan kado terakhirnya kepada Karenina di dalam mimpi itu: komponen energi emas yang merupakan inti energi cadangan milik Cordelia.
* Saat *M.I.N.D.* Karenina hancur dalam ledakan dan kesadarannya nyaris padam di dasar laut dunia nyata, sebuah keajaiban fisik terjadi. Kapsul selam dalam (*deep dive pod*) milik Cordelia perlahan tenggelam melintas di dekatnya. Sistem Karenina menangkap sinyal dari modul eksternal kapsul tersebut, yang mengaktifkan inti energi cadangan secara nyata. Energi tersebut membanjiri *frame* Karenina dengan kekuatan penuh, melesatkannya menembus tekanan palung laut menuju kebebasan—secara harfiah diselamatkan oleh warisan cinta ibunya yang menantinya di dasar laut.

{% embed url="<https://www.youtube.com/watch?v=kElDd7Ou_ww>" %}

## 42-26 To the Deepest Ocean

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory85.webp)

* Pertarungan usai dan jaringan komunikasi global akhirnya berhasil dipulihkan sepenuhnya berkat pengorbanan di dasar laut. Di kutub utara (*Hel node*), Lee dan Lucia yang berhasil menahan garis pertahanan bersiap untuk kembali, membawa ikan kod Arktik lokal sebagai oleh-oleh untuk SKK.
* Di pesisir *Mirage Island*, tim bala bantuan Babylonia datang untuk menyegel Red Tide dan menstabilkan jaringan. SKK berpamitan dengan Karenina untuk kembali naik ke kapal *Balder* dan melanjutkan ekspedisi menuju pusat *Atlantic Eye*.
* Karenina memilih untuk tinggal sementara guna menyelesaikan sisa perbaikan kabel. Ia memeluk erat pot mekanik kecil—yang dulu menjadi tempat tinggal *Rarana*—di tengah ladang luas bunga *cornflower* biru. Bunga-bunga itu tumbuh lebat dari benih peninggalan Cordelia, dan di dalam pot biosfer mekanik itu kini hanya tersisa satu bunga *cornflower* biru.
* Karenina melangkah menuju sebuah monumen batu yang diukir dengan nama Cordelia. Ia meletakkan alat sekstan kakeknya di samping batu tersebut. Di sana, ia juga menemukan sebuah buku puisi tua yang sudah usang, tanda bahwa Larsen telah datang lebih dulu untuk memberikan penghormatan terakhirnya pada Cordelia.
* Sambil tersenyum, Karenina membelai nama ibunya di batu itu, meyakinkannya bahwa ia tak akan pernah kesepian lagi. Setelah menerima panggilan tugas baru dari terminalnya, Karenina melangkah pergi, membawa warisan dan tekad dari mereka yang telah berkorban, bersiap untuk menghadapi badai laut selanjutnya.

***

> [**Lanjutkan Membaca: Chapter 42 (Hidden Story) - 42-27 hingga 42-32**](/main/arc-gyre/42-steering-by-light/42-steering-by-light-hidden.md)
