> For the complete documentation index, see [llms.txt](https://pgrtldrid.gitbook.io/main/llms.txt). Markdown versions of documentation pages are available by appending `.md` to page URLs; this page is available as [Markdown](https://pgrtldrid.gitbook.io/main/arc-homeward/41-homecoming-voyage.md).

# 41 — Homecoming Voyage

![](https://github.com/ppyroath/ppyroath.github.io/blob/main/src/assets/pgr/images/homecoming-voyage.webp?raw=true)

{% hint style="info" %}

#### sebelum membaca

sangat disarankan untuk membaca nya langsung di dalam game karena mengandung banyak informasi penting yang tidak semua saya tulis disini, seperti penjelasan terkait kata kata teknis yang muncul pada chapter ini dan juga beberapa percakapan/dialog/narasi yang mungkin penting tidak tertuang disini.
{% endhint %}

## 41-1: Hunt

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgcg/cg6501_42.webp)

*Di sebuah perahu di atas sungai dengan lanskap yang layu dan dingin. Waktu menunjukkan dua tahun setelah pecahnya wabah Punishing Virus*.

* Di tengah kelaparan yang mendera, Lucia dan Luna mengamati kawanan angsa yang sedang bermigrasi. Lucia mengeluarkan senjata terakhirnya, sebuah senapan berburu yang sudah berkarat, untuk mencari makan.
* Lucia memandu Luna untuk memegang senapan dan menempatkan jarinya di pelatuk. Saat Luna ragu karena angsa-angsa tersebut juga sedang dalam perjalanan pulang, Lucia menegaskan bahwa mereka harus melakukan ini demi bertahan hidup.
* Lucia melempar batu ke air untuk mengejutkan kawanan angsa agar terbang berhamburan. Meskipun Lucia sempat diganggu oleh suara-suara misterius di kepalanya mengenai "dosa" dan "harus membunuh untuk bertahan hidup", ia membantu Luna menarik pelatuk dan menembak jatuh sebelas ekor angsa.
* Luna menangis ketakutan akibat suara tembakan dan situasi tersebut. Lucia menahan diri untuk tidak langsung menenangkannya dan mendayung perahu untuk memunguti bangkai angsa yang bersimbah darah di permukaan air.
* Saat Lucia menggenggam bangkai angsa, realitasnya tiba-tiba terpecah. Ia menyadari tangannya berubah menjadi daging sintetis yang halus. Mengerikannya, bangkai angsa di tangannya berubah wujud menjadi wajah teman-teman dan kenalannya (Liv, Lee, Vera, Bianca, Wanshi, Xun, Murol), dan ia menyadari sedang mencekik leher mereka.
* Realitas sungai dan perahu hancur sepenuhnya digantikan oleh kilasan-kilasan visi: tumpukan mayat, jalan berkabut, medan pertempuran di bawah matahari merah, hingga sebuah akademi yang bercahaya. Pada titik terjauh dari visinya, Lucia berdiri di depan cermin di ujung *Ascension-Network*, di mana cahaya dan bayangan menembus tulang belakangnya, menandai momen ia "berubah"

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory1488.webp)

* Di area Monumen F.O.S. di atas kapal induk Babylonia, para mahasiswa baru termasuk Nia sedang merayakan hari jadi angkatan mereka. Nia mempertanyakan mengapa monumen batu hitam besar tersebut hanya ada setengah bagian atasnya saja.
* Vanessa menjelaskan bahwa monumen asli di bumi hancur akibat perang saat wabah *Punishing Virus* pecah. Pemimpin saat itu, Dominik, menolak membuat replika utuh dan bersikeras memindahkan setengah bagian yang tersisa ke kapal induk sebagai simbol "jangkar yang terluka" untuk menuntun mereka kembali pulang ke rumah suatu hari nanti.
* Di tengah pembicaraan, Kapal Induk F.O.S. mendadak diserang secara masif. Elianna mengonfirmasi situasi darurat tersebut, dan Vanessa segera memerintahkan seluruh mahasiswa baru untuk mundur ke tempat perlindungan.
* Di ruang konferensi Babylonia, Asimov menunjukkan rekaman serangan tersebut kepada SKK. Tiga bulan setelah serangan, kapal induk F.O.S. terlepas secara darurat dan sinyalnya hilang total sejak dua puluh hari yang lalu.
* Asimov mengungkapkan bahwa alat komunikasi lama dari *Ezette* secara tidak sengaja menangkap sinyal audio dari koordinat F.O.S. lama di permukaan bumi. Di balik suara bising dan riuh perayaan lamaran pernikahan di audio tersebut, terdapat kode data aneh yang menyebutkan kata kunci rahasia: *"Sefirah"* dan proyek pengujian.
* Asimov dan SKK menyimpulkan secara bersamaan bahwa audio tersebut kemungkinan besar tidak berasal dari *timeline* mereka saat ini, melainkan berkaitan dengan fenomena *Hetero Tower*. Karena pengalaman SKK dalam misi Hetero Tower sebelumnya, Asimov secara sepihak membatalkan penugasan pasukan Cerberus dan memberikan misi investigasi rahasia ini kepada SKK.
* Sebelum berangkat, SKK merenungkan kembali memori masa lalunya selama belajar di F.O.S. College, mengingat para dosen (Profesor Vermeer dan Instruktur Lester) serta rekan-rekannya yang nasibnya kini tidak diketahui akibat hilangnya kapal induk tersebut.
* Dua hari kemudian di dalam pesawat pengangkut menuju bumi, Lucia terlihat sangat cemas hingga memeriksa pasokan senjata sampai tiga kali. Ketika ditanya oleh SKK, Lucia mengaku ingatan kaburnya tentang "Kabut" (*the Fog*) mendadak muncul kembali sebagai mimpi buruk—sebuah anomali besar karena fenomena *the Fog* dari Hetero Tower seharusnya tidak eksis di dunia mereka saat ini.
* Misi tiba di lokasi tujuan, di mana reruntuhan F.O.S. College yang dulunya megah kini teronggok layaknya kerangka paus raksasa di bawah bias cahaya merah dari matahari yang mulai tenggelam.

## 41-2 Prism Plaza

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory1496.webp)

* Di kamp sementara, Lamia panik melihat kluster kristal muncul di tangan Luna akibat *Ascension-Network* yang bergejolak di luar kendali. Luna menjelaskan bahwa ada kekuatan luar dari sebuah "domain" yang mengganggu jaringan tersebut. Melalui ingatan Luna, terungkap bahwa domain tersebut adalah **Hetero Tower** yang sebelumnya muncul dalam bentuk retakan gelap di langit dan menelan kapal induk F.O.S. College.
* Roland kembali ke kamp membawa kabar bahwa jatuhnya Babylonia berhasil ditunda, namun kapal induk F.O.S. resmi dinyatakan hilang tanpa jejak. Roland juga melaporkan keberadaan Lithos yang berkeliaran di dekat kamp, serta mengonfirmasi bahwa Alpha pergi sendirian mengejar jejak domain tersebut menggunakan frame baru yang telah ditingkatkan oleh kekuatan Luna.
* Menggunakan kekuatan penglihatan baru di mata kirinya, Alpha menyusuri reruntuhan F.O.S. College untuk memburu entitas bernama "Ravenge"—yang menurut Lithos seharusnya sudah mati namun bermanifestasi kembali akibat kekuatan anomali tersebut. Di *Prism Square*, Alpha mengalami gejala *déjà vu* yang kuat, melihat bayangan masa lalu yang ramai di cermin retak, serta mendengar suara hitung mundur misterius sebelum akhirnya menghabisi kawanan *Corrupted*.
* Di sudut lain *Prism Square*, Lucia dan SKK tiba dan mengamati sisa-sisa kejayaan F.O.S. Narasi mengulas balik sejarah F.O.S. dari Golden Age di bawah Harvey Moran yang merancang era kapal induk, masa kelam wabah virus di bawah Alister Vance yang mengorbankan banyak siswa di medan perang, hingga keputusan darurat Arthur Heidrich meluncurkan kapal induk ke langit untuk bergabung dengan Babylonia demi menyelamatkan sisa peradaban, meninggalkan pangkalan permukaan hingga hancur.
* Saat Lucia dan SKK sedang memeriksa sisa fondasi Monumen F.O.S., Alpha tiba-tiba muncul dan melancarkan serangan mendadak. Lucia berhasil menangkis pedang Alpha tepat waktu untuk melindungi SKK, memicu ketegangan dan interogasi singkat mengenai alasan keberadaan masing-masing di reruntuhan tersebut.
* Sebelum konfrontasi berlanjut, kabut abu-abu tebal yang merupakan manifestasi intens dari *Punishing Virus* mendadak merayap dari segala penjuru square. Lucia mengenali kabut tersebut sebagai "Kabut" (*the Fog*) yang selama ini menghantui mimpi buruknya. Kabut tersebut bergerak agresif seperti makhluk hidup, membuka *dark rift*, dan menyeret Lucia serta SKK masuk ke dalam domain asing tersebut hingga alun-alun kembali kosong tak bersisa.

## 41-3 Strayed

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory1499.webp)

* Vanessa dan Elianna memimpin seorang siswa bernama Nia ke ruang medis (*medbay*) yang telah hancur untuk mencari serum bagi para korban luka kritis. Di bawah tekanan serangan monster, Nia berhasil menemukan peti serum berkat panduan Elianna, meskipun Vanessa terus mengingatkan realitas kejam di medan perang.
* Narasi mundur untuk menjelaskan bagaimana kapal F.O.S. berakhir di domain tersebut. Setelah terlepas dari Babylonia, langit tiba-tiba robek dan menyedot kapal ke dalam retakan gelap. Kabut seketika menyebar ke seluruh kapal. Profesor Vermeer mengorbankan nyawanya dengan masuk ke lorong pemeliharaan yang dipenuhi virus untuk membuka pintu secara manual, menyelamatkan banyak siswa. Di tengah kepanikan, Vanessa mengambil alih komando, memerintahkan pemakaian masker darurat, dan memimpin evakuasi ke zona aman di bawah filter pemurnian.
* Kembali ke masa kini di ruang medis, sebuah retakan dimensi tiba-tiba terbuka di dinding yang seharusnya aman, memunculkan kawanan monster. Bahu Elianna terkoyak oleh cakar monster, merobek pakaian pelindungnya dan memaparkannya langsung pada *Punishing Virus*. Menyadari dirinya tidak akan selamat, Elianna memberikan senjatanya kepada Nia, mendorongnya keluar bersama Vanessa, lalu menyegel pintu secara manual dari dalam. Pesan terakhir Elianna kepada Vanessa adalah: "Bawa anak-anak... pulang."
* Nia histeris melihat Elianna mengunci diri, namun Vanessa dengan dingin dan tegas memaksanya menerima kenyataan bahwa Elianna sudah mati. Vanessa memaksa Nia untuk bangkit membawa serum tersebut agar pengorbanan Elianna tidak sia-sia.
* Sesampainya di kamp penyintas, Instruktur Raynor yang sedang kewalahan mengurus logistik terus menanyakan keberadaan Elianna. Vanessa dengan lugas menyampaikan bahwa Elianna telah gugur dan memintanya dimasukkan ke daftar korban tewas (*KIA list*). Vanessa kemudian menyerahkan modul penyimpanan milik Elianna yang berisi peta lengkap seluruh persediaan kapal, serta menugaskan Nia untuk meneruskan pekerjaan logistik Elianna.
* Menara komunikasi kapal berhasil diperbaiki oleh tim Valen. Vanessa memerintahkan pengaktifan radar taktis dan pengiriman sinyal marabahaya. Radar menunjukkan ribuan tanda musuh mengepung mereka. Namun, di tengah lautan musuh tersebut, kapal tiba-tiba bergetar hebat dan radar mendeteksi anomali spasial, memunculkan dua sinyal F.O.S. terautentikasi yang berada jauh di luar zona aman—sinyal tersebut diidentifikasi sebagai SKK dan Lucia.

## 41-4 Dead End

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory1502.webp)

* Vanessa dan seorang prajurit berjaga di batas jangkauan filter pemurnian (pf), mengantisipasi kedatangan dua sinyal yang tertangkap radar. Mengira mereka adalah musuh, Vanessa bersiap menembak.
* Sesosok *Construct* yang menggunakan pedang (Alpha) muncul dari balik kabut setelah membelah seekor monster. Vanessa menodongkan senjata dan memberikan tembakan peringatan karena Alpha menolak mengidentifikasi dirinya.
* Nia berlari menghampiri Vanessa untuk melaporkan pergerakan sinyal. Tak lama berselang, SKK dan Lucia perlahan muncul dari dalam kabut. Mereka berdua terkejut sekaligus lega melihat Vanessa.
* Vanessa tidak langsung percaya dan menuntut bukti bahwa mereka benar-benar Commandant *Gray Raven*. Setelah SKK mengutarakan kejadian spesifik di masa lalu (seperti insiden pistol saat ujian simulasi), Vanessa akhirnya menurunkan senjatanya. SKK juga menggunakan otoritasnya untuk menjamin Alpha agar tidak diusir, berargumen bahwa mereka butuh tambahan tenaga tempur.
* Kelompok tersebut memasuki zona aman yang dialihfungsikan dari alun-alun pusat. Vanessa memaparkan kondisi kritis: tersisa 89 penyintas dan 33 korban luka di hari ke-22 ini. Ia menegaskan bahwa kapal F.O.S. tidak jatuh begitu saja, melainkan secara paksa "ditarik" ke dalam ruang spasial *The Fog*.
* Vanessa menjelaskan bahwa ada entitas raksasa dan misterius yang berkeliaran di kapal, yang mereka sebut "Chimera". Monster ini memicu getaran hebat dan diduga menjadi penyebab terbukanya retakan-retakan dimensi yang memuntahkan monster lain.
* Narasi menyela sejenak ke sudut pandang SKK yang mengingat momen awal mereka masuk ke *The Fog* dari reruntuhan di permukaan bumi. SKK dan Lucia mendapati dek kapal F.O.S. dipenuhi monster dan minim tanda kehidupan, yang mendorong mereka melacak lokasi filter sentral (cpf) hingga akhirnya bertemu Vanessa.
* Di tengah diskusi, kapal tiba-tiba mengalami guncangan hebat akibat pergerakan Chimera. Saat Vanessa menginstruksikan penyisiran perimeter dan memeriksa radar taktisnya, ia terkejut menemukan sebuah anomali besar: terdapat sinyal F.O.S. keempat yang berkedip, dan posisinya berada tepat di atas koordinat monster "Chimera" tersebut.

## 41-5 Old Friend

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgcg/cg6501_29.webp)

* Kapal kembali diguncang gempa hebat. Vanessa dan Nia menyadari bahwa sinyal keempat yang terdeteksi sebelumnya menggunakan identitas "Joanne", seorang siswi yang sama sekali tidak pernah terdaftar dalam database F.O.S. Di saat bersamaan, Chimera mulai memicu lebih banyak retakan dimensi di dekat Menara Komunikasi.
* Merespons panggilan darurat dari Raynor di Menara Komunikasi, Vanessa memutuskan untuk segera membawa bala bantuan ke sana. SKK dan Lucia mengambil alih tugas menjaga perimeter filter pemurnian (pf) di zona aman.
* Di garis depan zona aman, Alpha mengamati para siswa F.O.S. (termasuk Nia dan Osso) dan Instruktur Lester bertempur mati-matian melawan gelombang monster. Meskipun hanya manusia biasa dengan perlengkapan terbatas, mereka menolak untuk mundur.
* Pertahanan barikade akhirnya jebol oleh gelombang monster. Instruktur Lester mengorbankan dirinya dalam pertarungan jarak dekat dan tewas tertembus cakar monster di dinding kapal. Saat Nia nyaris meledakkan dirinya dengan bom mikro demi menahan musuh, Alpha turun tangan membelah monster tersebut dan menyelamatkan Nia.
* Di tengah pertempuran, Alpha merasakan gangguan aneh pada M.I.N.D.-nya, seolah ia bisa merasakan "kesedihan" yang dipancarkan oleh Chimera. Terdorong oleh rasa penasaran dan gangguan tersebut, Alpha mengabaikan peringatan SKK dan melesat masuk ke dalam Kabut tebal untuk menghadapi Chimera secara langsung.
* Di Menara Komunikasi, Raynor dan timnya nyaris dibantai oleh monster yang memanjat menara. Vanessa tiba tepat waktu dengan membawa artileri berat dari ruang penyimpanan dan berhasil menyapu bersih ancaman di sekitar menara.
* Vanessa berhasil menghubungi Tim Pengintai 5 yang dipimpin oleh Valen. Valen melaporkan timnya selamat namun kehabisan amunisi, serta sempat bergurau tentang rencananya melamar Elianna (tanpa menyadari bahwa Elianna telah tewas). Vanessa dengan dingin mengabaikan sentimen tersebut, melaporkan kematian Lester, dan secara diam-diam menyembunyikan luka parah di lengannya dari Raynor agar tidak merusak moral pasukan.
* Raynor sempat meragukan apakah sinyal mereka dapat mencapai Babylonia. Namun, Vanessa menegaskan bahwa keberhasilan SKK, Lucia, dan Alpha masuk ke dalam *The Fog* membuktikan bahwa dimensi tersebut tidak tertutup rapat dan memiliki "pintu keluar" ke permukaan bumi. Selama Menara Komunikasi terus menyiarkan sinyal di semua frekuensi, ada harapan Babylonia akan menemukan mereka.

## 41-6 The Exiled Dreamer

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory1500.webp)

* Cerita diawali dari sudut pandang entitas yang tersiksa oleh kekuatan *\[Crown]* yang menggerogoti tubuhnya. Ketidakmampuannya mengendalikan kekuatan tersebut menyebabkan kabut terkoyak, membuka retakan dimensi, dan membiarkan monster-monster bermunculan. Di tengah penderitaannya, ia melihat tiga titik cahaya yang ia kenali sebagai teman-teman lamanya.
* Di dek Kapal F.O.S., area aman terus menyusut. Para siswa yang terluka berlindung di balik barikade peti suplai darurat dengan kondisi kedinginan, putus asa, serta kehabisan perban dan jatah makanan.
* Pertahanan barikade diserang secara brutal oleh monster mekanik yang terinfeksi *Punishing Virus*. Monster-monster tersebut bahkan menggunakan tumpukan mayat kaumnya sendiri sebagai pijakan untuk melompati barikade.
* Lucia dan SKK turun tangan menahan garis depan dan membantu evakuasi siswa yang terluka menuju Filter Pemurnian Sentral (cpf). Saat SKK dan seorang siswa nyaris terbunuh oleh serangan cakar monster, Alpha tiba-tiba muncul dan menebas monster tersebut.
* Setelah menyelamatkan SKK, Alpha mengungkapkan alasannya berada di sana. Ia mengikuti "bayangan" (*phantoms*) yang muncul akibat kekuatan anomali dari lokasi tersebut, yang mana kekuatan itu juga mulai berdampak buruk pada Luna. Percakapan terputus saat terdengar raungan Chimera, dan Alpha segera pergi mengejar monster raksasa tersebut ke dalam kabut.
* Chimera akhirnya menampakkan diri di dekat kapal. Tembakan artileri berat dari pasukan Vanessa terbukti tidak berguna sama sekali. Chimera dengan mudah memungut seorang siswa dari dek; konsentrasi virus yang sangat padat pada tubuh monster itu menghancurkan baju pelindung dan melelehkan tubuh siswa tersebut dalam hitungan menit.
* Amukan dan kekuatan Chimera memicu terbukanya sebuah retakan dimensi raksasa tepat di sebelah Menara Komunikasi, memunculkan lebih banyak ancaman ke arah struktur vital tersebut.
* Vanessa mencoba menghubungi Valen yang berada di puncak Menara Komunikasi. Valen melaporkan bahwa tim pengintainya telah hancur—Toby jatuh dan Elianna tewas menyegel pintu masuk dari luar. Namun, Valen membawa kabar baik: mereka mendapatkan respons sinyal dari Babylonia.
* Untuk memastikan Menara Komunikasi tidak direbut monster sebelum transmisi ke terminal Vanessa selesai, Valen menitipkan pesan perpisahan untuk Elianna, memicu bahan peledak, dan melompat dari menara untuk mengorbankan dirinya.

## 41-7 Into the Fog of Nightmares

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory1497.webp)

* Diiringi ledakan cahaya yang menyilaukan dan raungan dari retakan dimensi, terminal kapal yang dipenuhi suara jeritan monster akhirnya berhasil menangkap transmisi radio. Suara Asimov dari Babylonia menembus kekacauan tersebut.
* Asimov menyatakan bahwa sinyal marabahaya telah diterima dan memberikan instruksi krusial: para penyintas harus menuju Monumen F.O.S., melepaskan segel fisik secara manual, dan mengaktifkan suar luar angkasa (*deep-space beacon*). Selanjutnya, mereka harus menyalakan mesin utama secara maksimal agar tersinkronisasi dengan suar, sementara Babylonia akan menunggu di perimeter luar untuk menjemput mereka.
* Vanessa mengevaluasi rencana tersebut dan menyadari bahwa Monumen F.O.S. serta ruang mesin berada di buritan kapal, terpisahkan oleh jarak yang sangat jauh dan berbahaya dari zona aman mereka. Saat Raynor meragukan kemampuan mereka untuk berhasil, Vanessa dengan tegas menyatakan bahwa mereka tidak punya pilihan lain dan akan tetap melaksanakannya.
* Sebelum bergerak ke buritan kapal, Vanessa memutuskan untuk kembali ke zona aman terlebih dahulu guna berkumpul dan berkoordinasi dengan SKK.
* Di kompartemen lain, Alpha masih melacak dan memburu monster raksasa Chimera. Namun, anehnya monster tersebut terus menghindari konfrontasi langsung dan langsung melarikan diri setiap kali Alpha mendekat. Berdasarkan pengamatannya, Alpha menyadari bahwa Chimera itu sedang menahan rasa sakit yang luar biasa dan nyawanya perlahan-lahan terkuras habis.

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgcg/cg6501_33.webp)

* Di dalam parit pertahanan, lampu darurat berkedip tidak beraturan di antara para siswa yang terluka dan panik. Seorang siswa yang terluka menangis putus asa karena amunisi habis, ransum menipis, serum medis kedaluwarsa hampir habis, dan spanduk F.O.S. telah tiada.
* Meskipun kaki kirinya terluka parah, Nia bangkit berdiri menolak untuk menyerah. Ia mengingatkan rekan-rekannya akan pengorbanan para instruktur dan menegaskan bahwa SKK serta instruktur lainnya masih bertarung di luar.
* Nia merobek perban di lengannya dan melepas jaket seragamnya. Menggunakan darahnya sendiri, ia melukis lambang F.O.S. di atas potongan jaket tersebut, lalu mengikatnya pada moncong senapan yang sudah kosong sebagai spanduk baru.
* Menyebutkan identitasnya secara resmi sebagai Nia, Kadet Komando F.O.S. Designasi 074, ia berlari melewati perimeter pertahanan dan menancapkan spanduk tersebut ke tumpukan monster yang mati. Sembari mengingat suara Instruktur Elianna, Nia menusuk seekor monster menggunakan pisau belatinya dengan tekad bulat.
* Di bawah kilatan lampu darurat dek kapal, Alpha berhasil memotong jalur pelarian Chimera dan mendaratkan tebasan pedang yang sangat kuat hingga mengenai monster tersebut secara telak.
* Chimera mengerang kesakitan, namun gelombang rasa sakit yang hebat tiba-tiba membanjiri M.I.N.D. Alpha hingga memecah fokusnya sejenak. Chimera memanfaatkan kesempatan ini untuk melarikan diri ke tengah dek.
* Alpha mengejar monster tersebut. Namun, saat terpojok di tengah dek, suara yang keluar dari Chimera berubah dari raungan monster menjadi suara isak tangis manusia yang menyuarakan kesedihan mendalam. Chimera mengulurkan kedua tangannya yang gemetar ke arah Alpha tanpa memedulikan pedang di depannya.
* Alpha terpaku melihat mata monster tersebut yang dipenuhi kedukaan, lalu melangkah mendekat sambil mempertanyakan identitas asli Chimera. Dari kejauhan, Lucia yang sedang sibuk menahan musuh dari retakan dimensi mencoba berlari cepat untuk memperingatkan Alpha.
* Lucia terlambat menyelamatkan Alpha. Chimera langsung melingkarkan lengannya untuk memeluk Alpha, kemudian menjatuhkan diri bersama Alpha ke dalam pusaran Kabut tak berujung di bawah dek kapal.

## 41-8 The Way Here

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgcg/cg6501_50.webp)

* Alpha bersiap menghadapi serangan fisik yang brutal dari Chimera. Namun, monster tersebut justru menarik Alpha ke dalam pelukan erat yang penuh keputusasaan dan permohonan, sebelum akhirnya mereka berdua ditelan oleh gelombang kabut putih tebal.
* Kontak tersebut membuat kesadaran dan M.I.N.D. Alpha terbelah serta tersusun kembali secara paksa. Ia mulai dibanjiri oleh potongan-potongan adegan, dialog lama, dan suara-suara asing dari masa lalu yang terasa sangat akrab namun membingungkan baginya.
* Alpha hanyut di dalam pusaran ilusi memori yang acak dan emosional, yang meliputi:
  * Kilasan masa kecil yang mengagumi keindahan lampu malam bersama Luna.
  * Suara seseorang yang pamit untuk pergi melakukan perjalanan jauh, yang memicu rasa sedih mendalam pada Alpha.
  * Momen pengenalan dirinya di masa lalu sebagai siswa kelas satu bernama Lucia.
  * Visualisasi sebuah bangunan di permukaan bumi yang hangus ditelan api.
  * Pesan terakhir dari ibunya yang meminta Lucia untuk selalu melindungi adiknya.
  * Berbagai keluhan Luna di masa lalu mengenai rasa sakit, kerinduan pada orang tua, hingga perasaan ditinggalkan oleh sang kakak.
  * Konfrontasi masa lalu dengan *Unknown Construct α* mengenai kesalahan yang harus diakhiri, serta ingatan Alpha mengenai tekadnya untuk menjadi "sangkar".
* Berdiri sendirian di tengah kekosongan, waktu di sekitar Alpha bergerak mundur secara cepat. Ia melihat kembali kilasan seluruh perjuangan hidupnya: bertarung melawan *Ascension-Network*, mengembara di lautan beku, bersembunyi di reruntuhan, hingga berdiri kesepian di padang salju.
* Senjata pedang panjang miliknya menyusut drastis. Alpha berlari tanpa alas kaki melintasi salju tak berujung, di mana siluet tubuhnya perlahan kabur dan melebur dengan garis takdir masa lalu menuju "titik awal" hidupnya yang samar.
* Kesadaran Alpha perlahan padam sepenuhnya dalam keheningan. Ia kemudian merasakan kehangatan sebuah pelukan yang nyaman dan mendengar suara lembut ibunya yang memuji kecantikannya serta menamainya "Lucia". Alpha akhirnya tertidur dan hanyut, didekap dengan aman di dalam Kabut.

## 41-9 The End Is the Beginning

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory1003.webp)

* Cerita dimulai dengan 12 anggota pasukan Vanguard yang terlempar secara paksa dari *Hetero Tower* dan jatuh ke sebuah reruntuhan. Meski tubuh mereka rusak parah dan hancur, mereka awalnya merayakan keberhasilan misi. Hal ini dikarenakan Nemo berhasil mengamankan sebuah kubus misterius yang merupakan "Inti" (*Core*) dari menara tersebut, dan mereka mengira telah berhasil menghapus *Chaos Contamination*.
* Kegembiraan mereka terhenti seketika saat menyadari pemimpin mereka, Profesor Dominik, tidak ada di antara mereka. Chris berusaha membongkar puing-puing untuk mencarinya, namun Helga (No. 8) dengan dingin mengingatkan realitas bahwa Dominik telah tertelan ke dalam Kabut (*The Fog*) saat mereka melewati Gerbang (*Gateway*). Mereka berusaha menguatkan diri bahwa pengorbanan Dominik setidaknya telah menyelamatkan dunia.
* Saat tim melangkah keluar dari reruntuhan, mereka dihadapkan pada kenyataan yang berkebalikan dengan harapan mereka. Kota hancur lebur, kristal *Chaos Contamination* masih menyelimuti segalanya, dan *Hetero Tower* masih berdiri kokoh. Lebih mengerikan lagi, retakan raksasa (akibat dibukanya *Gateway*) merobek langit, memuntahkan kabut pucat dan gelombang monster tanpa henti. Mereka menyadari bahwa misi mereka gagal total; merekalah yang secara tidak sengaja membawa kiamat ke dunia.
* Dihantui rasa bersalah yang luar biasa, Leora (No. 4) dengan putus asa menggali puing-puing dengan tangan kosong untuk mencari penyintas. Ia hanya menemukan mayat atau orang-orang yang sedang meregang nyawa akibat infeksi parah *Chaos Contamination*. Julian memperingatkan bahwa musuh mendekat dengan cepat dan mereka harus lari, namun Leora menolak menyerah.
* Di bawah tumpukan puing terakhir, Leora menemukan seorang anak perempuan kecil yang tertutup debu, mengalami hipotermia, dan nyaris tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Helga dengan sigap memeriksa anak itu dan meminumkan setetes cairan medis terakhir mereka. Secara ajaib, anak tersebut terbatuk dan siuman.
* Saat tersadar, anak itu dengan sisa tenaganya langsung memanggil dan mencari adik perempuannya yang bernama "Luna". Ia bercerita dengan panik bahwa mereka sedang berbagi kue dan berpegangan tangan sebelum tempat itu runtuh dan memisahkan mereka.
* Menutupi kenyataan yang kejam, Leora menenangkan anak itu dan berjanji bahwa mereka akan membantunya mencari Luna setelah anak itu pulih dan dunia membaik. Saat ditanya siapa mereka, Leora ragu-ragu sebelum menjawab bahwa mereka adalah "Pejuang" (*Warriors*). Anak tersebut mempercayai mereka dan setuju untuk ikut.
* Cerita ditutup dengan dua belas anggota Vanguard yang berjalan gontai kembali ke markas di bawah langit malam yang tanpa harapan, melewati sisa-sisa peradaban yang telah mati. Meskipun dunia telah hancur dan misi mereka gagal, anak kecil yang tertidur lelap di pelukan Leora menjadi satu-satunya wujud harapan dan kehidupan yang masih tersisa.

## 41-10 Alpha

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstoryfront/v450/bgstoryfront19.webp)

* Pasukan Vanguard mengadakan rapat darurat tanpa pemimpin mereka, Dominik. Julian melaporkan bahwa kabut putih dari retakan terus berekspansi dan menelan segalanya. Leora kemudian memutar pesan rekaman terakhir yang ditinggalkan oleh Dominik.
* Dalam rekamannya, Dominik mengungkapkan bahwa *Hetero Tower* hanyalah gejala, bukan sumber wabah. Satu-satunya cara untuk selamat adalah dengan membagikan kekuatan untuk melawan *Filtering* ke dunia-dunia lain. Ia menginstruksikan mereka untuk mengekstrak kekuatan inti menara menjadi cetak biru teknologi yang disebut *Sefirot*, lalu memancarkannya ke berbagai dunia (*Project String*).
* Nemo menjelaskan bahwa pengembangan teknologi *Sefirah* membutuhkan wadah M.I.N.D. yang sangat kuat untuk menampung kekuatannya sementara waktu. Leora merelakan dirinya untuk menanggung proses yang menyakitkan tersebut. Seluruh anggota tim sepakat untuk melanjutkan rencana ini dan bersiap kembali memasuki Kabut.
* Lucia yang sedang dalam masa pemulihan berusaha keras untuk berguna bagi pasukan. Ia menolak untuk hanya beristirahat dan mulai membantu merapikan peralatan Julian, serta membantu Helga menyerahkan instrumen operasi di ruang medis.
* Di ruang medis, Chris, Nemo, dan Julian terbaring dengan luka mekanis dan mental (*M.I.N.D. deviation/boilover*) yang sangat parah. Helga memperingatkan Leora bahwa material pengelasan dan suku cadang mereka telah habis; mereka tidak akan bisa diperbaiki lagi jika mengalami kerusakan serupa.
* Melihat Chris dan Nemo menahan sakit saat diperbaiki tanpa obat penahan sakit, Lucia memberikan kain untuk mereka gigit. Tersentuh oleh kepolosannya, Chris memberikan beberapa benih bunga dandelion kepada Lucia.
* Pada malam hari, setelah menanam dandelion, Lucia melihat dokumen rahasia Leora yang bertuliskan simbol-simbol Yunani (*Project String*, *Omega*, *Sefirah*). Untuk mengalihkan perhatiannya, Leora mengarang cerita pengantar tidur tentang bintang-bintang yang kesepian dan para "pahlawan" (Hero Omega, Psi, Chi, Phi) yang mengorbankan diri menjadi cahaya untuk menghubungkan bintang-bintang di alam semesta yang gelap.
* Ketika Lucia bertanya tentang pahlawan terakhir, Leora menyebutkan nama "Alpha". Leora mendeskripsikan Alpha sebagai pahlawan terkecil yang menjadi cahaya harapan dan "rumah" bagi pahlawan-pahlawan lainnya untuk kembali.
* Lucia tertidur dengan keyakinan penuh bahwa para pahlawan itu akan berhasil menerangi langit malam. Cerita ditutup dengan Leora yang berdiri di panggung observasi, menatap langit kelam yang telah tertelan kabut dan tanpa bintang sama sekali, namun kini membawa secercah harapan dari percakapannya dengan Lucia.

## 41-11 Seeking Home

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory1313.webp)

* Cerita diawali dengan Helga yang secara tegas melatih Lucia cara menjahit saluran mekanis yang rusak dan menyuntikkan cairan perbaikan. Di ranjang sebelah, Julian yang baru sadar dari *M.I.N.D. boilover* (kelebihan beban mental) mengungkapkan rasa putus asanya. Ia merasa perannya sebagai stasiun relay komunikasi sia-sia karena ia terus terlambat mengirimkan peringatan yang berujung pada kematian rekan-rekannya.
* Beberapa hari kemudian, tim yang terdiri dari Chris, Nemo, Helga, dan dua anggota lain pergi bertugas. Sebelum pergi, Helga berpamitan dan meminta Lucia mengingat ajarannya. Malam harinya, tim kembali dalam keadaan hancur tanpa kehadiran Helga. Chris menjelaskan bahwa Helga mengorbankan dirinya dengan menggunakan seluruh suplai medis, bahkan membongkar suku cadangnya sendiri, demi menahan monster yang menerobos medan gaya pelindung (force field). Helga hanya menyisakan modul medisnya untuk Lucia.
* Dengan tegar, Lucia menggunakan ilmu dari Helga untuk merawat luka parah Chris dan Nemo. Terungkap bahwa tim berhasil pulang berkat panduan sinyal koordinat dari Julian. Namun, saat Leora mengecek ke ruang komunikasi, Julian ditemukan telah tewas di depan terminalnya dengan kondisi *M.I.N.D.* yang hancur total saat mengirimkan pesan terakhir.
* Menjelang hari ulang tahun Lucia, Nemo membuatkan hadiah berupa topi ulang tahun dari kawat dan insulasi kabel berwarna. Chris memberikan pedang pendek (*kodachi*) dan mengajari Lucia cara menggenggamnya, mengatakan bahwa Lucia belum menemukan alasan untuk memegang pedang tersebut. Mereka semua berjanji akan merayakan ulang tahun Lucia bersama.
* Tepat pada pagi hari ulang tahun Lucia, Chris pergi dengan alasan area pembersihannya kecil. Kenyataannya, Chris yang telah terinfeksi *Chaos Contamination* parah sengaja pergi jauh dan bertarung mati-matian sendirian melawan gelombang monster. Dalam keadaan kritis, pikirannya berhalusinasi melawan monster yang dulu membunuh istri dan putrinya.
* Bertekad tidak mengingkari janjinya untuk pulang pada Lucia, Chris menyeret tubuhnya yang hancur dan mulai bermutasi kembali ke markas. Setibanya di ambang pintu, Chris memohon pada Nemo untuk membunuhnya agar ia bisa mati sebagai manusia sebelum sepenuhnya berubah menjadi monster akibat infeksi kristal merah.
* Nemo dengan berat hati menusuk Chris, namun kesulitan menarik pedangnya kembali. Saat krisis terjadi, Lucia melangkah maju memegang pedang *kodachi*-nya untuk melindungi Leora dan yang lainnya. Melihat Lucia kecil memegang pedang untuk melindungi orang lain, Chris tersenyum lega. Ia merasa dendam dan penyesalannya di masa lalu telah tuntas, lalu ia pun menghembuskan napas terakhirnya.
* Lucia menolak untuk menangis, justru menjinjit untuk menghapus air mata Leora. Cerita ditutup dengan realitas yang dingin; kematian Chris tidak membawa kedamaian bagi mereka yang hidup, hanya menyisakan malam yang sunyi dan kabut yang semakin menebal di luar jendela.

## 41-12 Gazing from Afar

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory1316.webp)

* Nemo memberi tahu Leora bahwa medan pelindung markas hanya tersisa satu bulan lagi akibat penyebaran *Chaos Contamination* yang masif. Pasukan Vanguard memutuskan harus segera pergi. Dalam rasa bersalahnya, Leora diam-diam menjahit boneka katak hijau dari kain bekas sebagai hadiah perpisahan untuk Lucia.
* Program untuk adaptasi *key-frame* selesai dikerjakan, dan pasukan dijadwalkan berangkat saat fajar. Malam harinya, Leora memberi tahu Lucia bahwa mereka akan pergi dalam perjalanan jauh untuk mengantarkan "kunci" pemulihan dunia. Lucia diminta tetap tinggal di pangkalan, menjaga tanaman dandelion, dan menjaga diri. Lucia langsung menyetujui, namun ia gagal berpura-pura tidur setelahnya.
* Saat Lucia terpejam, Leora hanyut dalam kilasan mimpi buruk tentang memorinya bermain bersama anak-anak di masa lalu yang hancur menjadi abu saat disentuh, diikuti gema suara anak-anak yang tewas. Ia terbangun, menatap Lucia yang tertidur di dalam bayang cahaya, meletakkan boneka katak di sampingnya, lalu berjalan pergi menuju pintu keluar.
* Saat Leora hendak keluar, Lucia yang terbangun mencegatnya di koridor sambil memeluk boneka pemberiannya. Leora mencoba membuat alasan mengenai gangguan medan pelindung, tetapi Lucia memotongnya dan mengungkapkan bahwa ia sudah tahu bahwa para dewasa akan pergi meninggalkannya. Lucia menceritakan bagaimana ia merekam semua kesedihan dan tangisan rahasia Leora sejak kematian Helga, Julian, dan Chris.
* Lucia bersikeras menenangkan Leora dengan merinci tugas mandiri yang bisa ia lakukan (mengganti filter air, mengelola sisa makanan, hingga mengoperasikan senjata pertahanan). Namun, saat mencoba tersenyum tegar, pertahanan mental Lucia runtuh. Ia menangis histeris dan mengakui bahwa ia sebenarnya sangat ketakutan dengan hilangnya semua orang, istilah-istilah rumit militer yang tidak ia pahami, serta benih dandelion yang sempat lama tidak bertunas.
* Leora berbalik dan mendekap Lucia dengan erat. Ia meminta Lucia untuk tidak memaksa dirinya berpura-pura menjadi dewasa dan membiarkannya menumpahkan seluruh tangisnya. Leora berjanji bahwa setelah misi selesai dan *chaos contamination* hilang, mereka akan pulang untuk mencari Luna bersama-sama dan melihat dandelion mekar. Boneka tersebut secara resmi dinamai *Froggie* untuk menemani tidur Lucia.
* Setelah pelukan terakhir, Leora bangkit dan berjalan mantap menyusuri koridor tanpa menoleh ke belakang. Di pintu keluar pangkalan, Nemo dan tiga anggota Vanguard lainnya telah bersiap dengan membawa lima "kunci" yang bercahaya di frame mereka. Mereka memberikan salam perpisahan terakhir pada Lucia dan melangkah keluar menembus pintu akhir.
* Koridor kembali sunyi dan hanya menyisakan Lucia sendirian bersama boneka *Froggie*. Lucia merapikan kancing mata dan lengan boneka tersebut yang tidak rata, berjalan menuju bedengan bunga untuk menyemangati kuncup-kuncup dandelion agar segera mekar, lalu kembali ke kamarnya di bawah dengung konstan generator medan pelindung pangkalan.

## 41-13 Setting Sail

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgcg/cg6501_52.webp)

* 1 Hari Setelah Vanguard Pergi: Lucia berbicara sendiri di depan pintu-pintu kamar yang sunyi, meyakinkan dirinya bahwa para dewasa akan terkejut dan senang saat mereka pulang nanti.
* 2 Hari Setelah Vanguard Pergi: Lucia bangun pagi-pagi dan menatap ke arah jalur kepergian pasukan. Setelah menyadari mereka belum kembali, ia mulai merawat tanaman dandelions. Ia menghancurkan jatah makanannya sendiri menjadi bubuk serta melarutkan permen pemberian Leora ke dalam tanah sebagai pupuk agar bunga tersebut cepat mekar.
* 3 Hari Setelah Vanguard Pergi: Alarm berdering dan Lucia menyelesaikan tugasnya mengganti kartrid filter pada unit pemurnian air. Namun, saat memeriksa tanaman dandelions, ia berteriak histeris mendapati daun-daunnya layu dan menguning. Ia menangis karena takut telah melakukan kesalahan.
* 7 Hari Setelah Vanguard Pergi: Lucia terbangun sebelum alarm akibat suara langkah kaki asing. Ia memeriksa konsol pelindung (*force field*) dan memutar knop dua klik ke kiri untuk meredam lolongan monster di luar, tanpa menyadari tindakan itu menguras drastis cadangan daya pangkalan.
* 20 Hari Setelah Vanguard Pergi: Monster hasil *Chaos Contamination* telah berevolusi dan mendobrak masuk. Mengingat ajaran Chris, Lucia menembak mati musuh untuk pertama kalinya. Namun, ia mendadak berhenti menembak karena mendengar monster-monster tersebut meniru suara orang-orang yang ia sayangi (ibunya, Luna, Leora, Chris). Ia melarikan diri, mengunci pintu darurat, lalu mengemas dandelions ke dalam cangkir kopi serta mengumpulkan barang peninggalan pasukan (catatan Chris, terminal Julian, jarum suntik Helga, dan selimut serta gantungan kunci Nemo). Ia menyadari dandelions telah mekar kuning, tetapi para dewasa tetap tidak kembali.
* 30 Hari Setelah Vanguard Pergi: Dalam kondisi kelaparan dan dehidrasi parah, Lucia mengalami halusinasi melihat tulisan-tulisan berisi impiannya di masa lalu (ingin bertemu orang tua, ingin bersama Luna lagi) bergerak menjauhinya. Ia mengunci diri di pintu lantai teratas sambil meyakinkan dirinya bahwa ia adalah "Hero Alpha" yang pemberani, tepat saat dunia di sekitarnya runtuh sepenuhnya menjadi kehampaan.
* Lucia membuka pintu terakhir dan mendapati dunia luar telah menjadi kuburan peradaban. Ia berjalan menggendong ranselnya mengikuti sisa suar jejak pasukan. Di tengah jalan ia terjatuh; cangkir kopinya pecah dan seluruh benih dandelion terbang terbawa angin. Lucia menangis histeris mengejar benih-benih tersebut sampai kehabisan tenaga.
* Di atas tanah, tangan Lucia menemukan pita rambut biru-kuning milik Leora yang berlumuran darah dengan tulisan *"Aku melanggar janjiku."* Merangkak lebih jauh, ia menemukan tumpukan jenazah construct dari seluruh anggota Pasukan Vanguard. Ia menyadari mereka semua telah gugur dan gagal mengantarkan teknologi *Sefirot* yang tertanam di frame mereka.
* Mengingat cerita Leora tentang pahlawan Alpha yang akan menerangi alam semesta, Lucia memutuskan menggantikan posisi mereka. Ia menyeret tubuh-tubuh mekanis tersebut ke atas jembatan dimensi dan mendorongnya ke dalam celah (*rift*) yang mulai menutup. Sembari membawa sisa barang pasukan di punggungnya, Lucia ikut melompat ke dalam celah tersebut.
* Saat jatuh di dalam kekosongan kabut pekat, seluruh benda kenangannya hancur dan terlepas satu per satu. Serpihan dimensi merobek kulit dan merusak sebelah matanya. Rambutnya terkikis hingga berubah menjadi putih abu-abu, dan seluruh daging serta kulit manusianya korosif habis. Demi menjaga sisa modul memori pasukan, ia menggigit sisa komponen tersebut erat-erat di giginya.
* Setelah melewati kabut tebal, Lucia membuka matanya di bawah sorotan lampu dingin sebuah meja operasi. Seluruh ingatan berharga tentang masa lalunya telah hilang total disapu kabut. Merasakan pelukan seseorang yang asing, ia mengembangkan paru-paru barunya dan menangis kencang untuk pertama kalinya di dunia yang baru.

## 41-14 Lucia

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory1489.webp)

* Cerita dimulai dengan kelahiran Lucia ke dunia di tengah keluarga yang penuh kehangatan. Ia tumbuh dengan kasih sayang dari ayahnya (seorang petugas polisi) dan ibunya. Tiga tahun kemudian, ia menyambut kelahiran adiknya, Luna, dan berjanji akan menjadi kakak yang baik.
* Pada usia lima tahun, Lucia menggambar sebuah pemandangan mengerikan tentang kabut abu-abu tebal yang menelan orang-orang, sementara ia berdiri tak berdaya di tengahnya. Visi/ mimpi ini memicu tekad kuat di dalam diri Lucia untuk menjadi kuat agar kelak bisa "melindungi banyak orang." Ia pun mulai berlatih fisik bersama ayahnya.
* Segmen memori pertama ditutup dengan perayaan ulang tahun Lucia yang ke-16, dikelilingi oleh keluarga utuhnya yang bahagia.
* Latar berpindah ke sisi lain dunia. Dominik memberikan laporan kepada dewan mengenai sinyal ruang angkasa 11.3 detik yang diterima 16 tahun lalu. Sinyal tersebut berisi tiga hal: model matematika untuk gravitasi buatan (*Project String*), parameter teknik untuk zero-point energy, dan sebuah gelombang saraf manusia. Penemuan inilah yang menyatukan umat manusia di bawah World Government.
* Sebuah ledakan besar terjadi di pelabuhan akibat insiden. Di tengah kekacauan, Dominik berdebat dengan Cassandra. Cassandra pesimis dan menganggap umat manusia pada dasarnya egois serta tidak akan peduli pada proyek bintang yang jauh. Sebaliknya, Dominik percaya pada idealisme manusia dan merasa beban ini tidak bisa dipikul sendirian.
* Dominik meyakinkan Cassandra untuk terus mendanai pembentukan sebuah akademi, F.O.S. Military Command College, guna menempa generasi baru yang akan memimpin "Voyage" (perjalanan ke bintang-bintang) dan menghadapi kemungkinan terburuk di masa depan.
* Tiga bulan kemudian, Lucia (yang kini berusia 16 tahun) berdiri di alun-alun F.O.S. bersama 420 kadet angkatan pertama. Ia mengamati perdebatan antara kadet Ophelia dan Adelyde, lalu menangkap seorang kadet ceroboh bernama Joanne yang hampir terjatuh.
* Saat menolong Joanne, *earphone* Lucia terjatuh dan diambilkan oleh seorang kadet lain di sebelahnya. Meskipun tidak saling mengenal, Lucia merasakan gelombang keakraban (*familiarity*) yang aneh namun kuat dengan kadet tersebut. (diimpikasikan sebagai SKK)
* Cassandra memberikan pidato pembukaan yang nyentrik dan mengintimidasi, menegaskan bahwa para siswa F.O.S. adalah pionir utama untuk proyek "Voyage" dan tidak ada jalan untuk mundur. Acara tersebut dipuncaki dengan demonstrasi uji coba penembakan mesin penuh (*full-thrust test*) dari pesawat luar angkasa raksasa, Dawn-III.
* Diiringi suara gemuruh mesin dan cahaya menyilaukan dari Dawn-III, Lucia berdiri di barisan paling belakang bersama kadet yang mengambilkan barangnya. Ia menyaksikan momen bersejarah itu dengan tatapan yang teguh, menandai titik awal dari takdirnya yang baru.

## 41-15 The Opening Drill

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory1431.webp)

* Setelah seminggu menjalani pelatihan fisik yang brutal, Instruktur membagi kadet ke dalam tim untuk latihan simulasi tempur holografik. Tim Merah dipimpin oleh Lucia (bersama Adelyde dan Nia), sedangkan Tim Biru dipimpin oleh *SKK* (bersama Joanne dan Ophelia). Aturan melarang pertarungan jarak dekat yang bisa menyebabkan cedera nyata.
* Lucia menerapkan strategi solid dan hati-hati; ia menempatkan Adelyde (penembak jitu terbaik) di posisi atas dan membawa Nia bersamanya. Sebaliknya, *SKK* membaca formasi musuh dengan menugaskan Joanne sebagai umpan untuk berlari, sementara Ophelia ditugaskan menyusup ke rute timur untuk mengalahkan Adelyde dan merebut bendera.
* Pertandingan dimulai. *SKK* berhasil memancing perhatian Lucia dan membuatnya terpisah dari Nia. Jebakan ini dimanfaatkan oleh pihak Tim Biru; Ophelia menembak dan mengeleminasi Nia dari simulasi.
* Ophelia berhasil mencapai bendera Tim Merah, namun disergap oleh Adelyde yang membuang senjatanya dan menerjangnya secara fisik. Keduanya bergumul di tanah hingga Adelyde secara taktis menarik pin granat holografiknya dari jarak dekat, mengeleminasi mereka berdua sekaligus dari simulasi.
* Di sisi lain, Joanne yang menjaga bendera Tim Biru menyerah karena ketakutan saat Lucia mendekat. Kini pertandingan hanya menyisakan Lucia dan *SKK*. Mereka terlibat baku tembak yang sangat intens dan seimbang, bergerak dari tempat berlindung ke tempat berlindung lainnya hingga senapan keduanya kehabisan amunisi.
* Tanpa peluru, Lucia dan *SKK* melanjutkan duel dengan pertarungan fisik jarak dekat yang mematikan. Mereka mematahkan aturan dengan merakit ulang komponen senjata holografik yang rusak menjadi senjata tumpul (popor senapan dan batang besi). Mereka terus bergumul hingga peringatan keselamatan merah menyala dan Instruktur turun tangan menghentikan mereka.
* Instruktur mengumpulkan keenam kadet dan membacakan rentetan pelanggaran mereka: provokasi verbal (Ophelia), tembakan buta (Nia), pelanggaran radius aman granat (Adelyde), keluar dari zona berlindung (Joanne), serta perusakan perlengkapan dan pelanggaran batas aman (Lucia dan *SKK*). Sebagai hukuman, Instruktur memerintahkan mereka melakukan 500 *push-up* dengan syarat jika satu orang berhenti, hitungan harus diulang dari awal.
* Hukuman fisik tersebut dilakukan berulang kali hingga menyiksa fisik para kadet. Pada penyelesaian 500 repetisi terakhir, Nia, Joanne, Ophelia, dan Adelyde langsung tumbang kehabisan tenaga. Di tengah kelelahan luar biasa, hanya Lucia dan *SKK* yang memaksakan diri bangkit berdiri. Lucia menantang *SKK* untuk pertandingan berikutnya, lalu tersenyum—merasakan kepuasan, kelegaan, dan ikatan baru karena akhirnya menemukan sosok saingan yang sepadan.

## 41-16 Falling Sky

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory3.webp)

* Cerita dibuka dengan laporan berita tentang kemajuan luar angkasa umat manusia (pangkalan bulan, zero-point reactor, dan penjelajahan antarplanet). Di saat yang sama, Lucia dan *SKK* sedang menjalani pelatihan lapangan di pos komando udara tanpa didampingi instruktur, sementara Joanne mengawasi komunikasi di stasiun pangkalan darat.
* Di darat, Cassandra (penyandang dana proyek militer) sedang berkeliling menaiki limusin sambil mengenang masa lalu tentang Dominik, Proyek *Construct*, dan Proyek *Sefirah*. Tiba-tiba, lengan mekanisnya mendeteksi anomali kuat dari langit.
* Ratusan rudal pencegat meluncur ke udara, diikuti oleh ribuan *drone* militer yang keluar dari hanggar F.O.S. Sistem telah diretas; *drone* tersebut berbalik menyerang dan membombardir area akademi, fasilitas pelatihan, hingga Bifrost.
* Di udara, pesawat komando terkena gelombang elektromagnetik (EMP) yang mematikan sistem pertahanan. Komunikasi terputus, kecuali satu jalur cadangan ke stasiun Joanne. Sekelompok pembajak bersenjata yang menyimpan dendam terhadap World Government menerobos masuk ke kabin.
* Joanne melaporkan situasi kritis di darat. Ia berencana menggunakan kode komunikasi kuantum Cassandra untuk meminta kekuatan komputasi dari AI *Gestalt* guna mengambil alih kembali sistem *drone*. Ia meminta Lucia dan *SKK* merebut kokpit sebelum waktu habis.
* Stasiun pangkalan Joanne menjadi incaran *drone* nakal. Namun, Ophelia, Adelyde, Nia, beserta puluhan kadet F.O.S. lainnya berkumpul dan membentuk garis pertahanan untuk melindungi Joanne yang sedang meretas sistem.
* Di lorong pesawat yang sempit, Lucia dan *SKK* bertarung bahu-membahu dengan koordinasi yang sempurna. Mereka berhasil melumpuhkan delapan pembajak bersenjata api dengan menggunakan taktik pertarungan fisik jarak dekat.
* Tiba-tiba, pesawat menukik tajam. Para pembajak telah mengunci kendali autopilot untuk menabrakkan pesawat tersebut ke Bifrost. Lucia dan *SKK* menerobos masuk ke kokpit dan menarik tuas kendali secara manual dengan seluruh tenaga mereka, berjuang menahan kekuatan hidrolik pesawat.
* Tepat tujuh detik sebelum pesawat menabrak Bifrost, Joanne berhasil mengunggah perintah *override* dari Gestalt. Seluruh *drone* yang menyerang F.O.S. seketika mati dan berjatuhan dari langit. Di saat yang sama, kendali pesawat terlepas; Lucia dan *SKK* berhasil menarik hidung pesawat ke atas, namun sayap kiri mereka hancur menyerempet fondasi Bifrost.
* Dengan pesawat yang terbakar dan hanya memiliki satu sayap, Lucia menolak mendarat di area F.O.S. yang ramai. Ia memaksakan pesawat meluncur ke area tanah kosong di pinggiran pangkalan hingga pesawat hancur dan terbelah dua.
* Di tengah kepanikan, Joanne, Ophelia, Adelyde, dan banyak siswa lainnya berlari menuju lokasi jatuhnya pesawat. Dari balik kepulan asap tebal, Lucia dan *SKK* muncul dengan kondisi terluka namun saling memapah, memastikan bahwa mereka berdua berhasil selamat dari insiden tersebut.

## 41-17 Wish Upon the Stars

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgcg/cg6501_49.webp)

* Cerita diawali dengan Lucia yang mengalami mimpi buruk yang terasa sangat nyata. Dalam mimpinya, keluarganya tertelan oleh bayangan merah yang mengerikan. Saat ia mati-matian mengejar sosok *SKK* yang menaiki tangga aneh dan menjauh dari cahaya, Lucia hanya berhasil menggapai potongan lengan yang terputus dan bersimbah darah.
* Lucia terbangun dengan napas terengah-engah di meja belajarnya. *SKK* menghampirinya dari luar jendela asrama untuk mengingatkan jadwal kelas. Lucia keluar melalui jendela dan mereka berjalan bersama menuju gedung akademik.
* Di perjalanan, mereka membahas ujian penempatan yang akan datang. Lucia mengutarakan keinginannya untuk ditempatkan di mana saja ia paling dibutuhkan (termasuk pangkalan bulan atau garis depan bumi) agar tidak sekadar belajar di kelas, sekaligus berniat membawakan sampel tanah bulan untuk adiknya, Luna.
* Sepanjang pagi, mereka menyaksikan interaksi khas rekan-rekannya: pertengkaran sengit nan konyol antara Ophelia dan Adelyde mengenai jadwal penggunaan lapangan latihan, serta kepanikan Joanne di lab komunikasi karena sinyal lengannya Cassandra merusak seluruh data kalibrasinya.
* Pada sore hari, Cassandra memutar musik elektronik yang memekakkan telinga ke seluruh gedung. Untuk menghindari kebisingan tersebut, *SKK* mengajak Lucia pergi ke bukit di belakang F.O.S. menggunakan sepeda motor.
* Di atas bukit, mereka mengamati langit malam dan fasilitas peluncuran Bifrost. Mereka membahas masa depan setelah lulus. Keduanya memiliki pemikiran yang selaras: ingin bertugas di tempat mereka paling dibutuhkan.
* Lucia menceritakan trauma masa kecilnya mengenai mimpi buruk "Kabut" di mana ia gagal melindungi siapa pun, yang menjadi alasan utamanya masuk ke F.O.S. untuk menjadi lebih kuat. *SKK* merespons dengan mengaku bahwa ia juga merasa selalu didorong oleh "suara" misterius dari jauh untuk terus melangkah maju.
* *SKK* secara terbuka mengajak Lucia untuk tetap menjadi rekan satu timnya setelah mereka lulus nanti. Saat Lucia tengah merenungkan tawaran tersebut dan mensyukuri perubahan positif dalam hidupnya berkat teman-temannya, sebuah roket meluncur dari Bifrost menuju luar angkasa.
* Di tengah lamunannya, *SKK* meminta Lucia untuk berbalik. Tepat di belakang mereka, Joanne, Ophelia, dan Adelyde telah bersiap membawa spanduk buatan tangan, balon, dan sebuah kue yang sedikit cacat untuk merayakan ulang tahun Lucia (15 Juni) yang lupa ia peringati sendiri. *SKK* memakaikan topi ulang tahun pada Lucia.
* Tersentuh oleh momen tersebut, Lucia menatap lilin ulang tahun dan memanjatkan tiga permohonan dalam hati: agar mimpi buruknya tidak menjadi kenyataan, agar harapan ibunya agar ia bahagia bisa terwujud, dan agar seluruh temannya selalu selamat menyambut hari esok.
* Setelah meniup lilin, Lucia memotong kue dan membagikannya. Cerita ditutup dengan suasana damai di mana Lucia meyakinkan teman-temannya bahwa apa pun hasil ujian penempatan nanti, mereka semua pasti akan bertemu kembali di masa depan.

## 41-18 Graduation

![](https://3561806657-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2FquS8tcvXaN6rGmTpzPZM%2Fuploads%2Fgit-blob-20b8d0095da43d9598f282c697d05b62ebcd796e%2F4118-videoframe_4030.png?alt=media)

* Di situs peluncuran, Lucia dan *SKK* bersiap menaiki roket Voyager-I menuju bulan. Joanne melepas kepergian mereka dengan tangis haru, meminta mereka mengirimkan pesan saat mendarat, dan diam-diam membekali mereka camilan yang disiapkan bersama Cassandra.
* Di dalam kabin roket, hitung mundur peluncuran dimulai. Lucia merasa sedikit tegang hingga tangannya gemetar, namun ketegangan itu mereda saat ia dan *SKK* saling berpegangan tangan. Dari kejauhan, Cassandra menyaksikan peluncuran tersebut sambil menggenggam arloji saku lamanya, meyakini bahwa anak-anak umat manusia akan menemukan "jawaban" di bintang-bintang.
* Setelah mendarat, Lucia mengambil sampel tanah abu-abu bulan pertamanya. Beberapa hari kemudian, di sela-sela patroli yang membosankan, Lucia mengambil alih kemudi *lunar rover* dan mengendarainya dengan ekstrem melintasi kawah, memperlihatkan tawa lepasnya yang jarang terjadi.
* Di atas punggung bukit bulan, mereka menyaksikan Bumi terbit (*Earth-rise*). *SKK* bertanya apakah Lucia ingin terus bertugas bersamanya di masa depan (seperti ke Mars atau kembali ke Bumi). Lucia mematikan saluran komunikasi radio agar tak terdengar oleh pangkalan, lalu secara pribadi menyatakan bahwa *SKK* adalah "tempatnya berpulang" (*where I belong*). *SKK* pun membalas dengan sentimen yang sama.
* Beberapa lama kemudian, siswa-siswa mulai PKL. Joanne alih alih mengambil tugas militer, ia lebih memilih untuk menjadi peneliti di Science Council, ikut serta dalam project gagasan Dominik terkait gelombang saraf manusia yang ditemukan dari sinyal luar angkasa 18 tahun lalu yang di beri nama The \[Crown]. Ophelia memilih tetap menjadi anak teknik, dan Adelyde memilih bertempur di garis depan.
* Tiga tahun kemudian, 420 siswa angkatan pertama F.O.S. berkumpul kembali di auditorium akademi untuk upacara kelulusan resmi.
* Cassandra mempersembahkan sebuah lagu kebangsaan akademi yang ia pesan dengan harga mahal. Namun, lagu tersebut terdengar sangat generik, klise, dan membosankan. Ophelia langsung berdiri, mengkritik tajam lagu tersebut karena tidak mencerminkan perjuangan berdarah-darah mereka selama lima tahun, dan menolak untuk menyanyikannya.
* Ophelia melangkah ke piano dan mengajak seluruh siswa untuk menciptakan lagu mereka sendiri. Dipandu oleh permainan piano Ophelia, para siswa termasuk Lucia, *SKK*, Joanne, dan Adelyde secara bergantian menyumbangkan lirik dan penyesuaian melodi yang terinspirasi dari memori serta pengorbanan mereka di akademi.
* Lagu ciptaan bersama tersebut dinyanyikan oleh seluruh siswa dan sukses membuat Cassandra menangis terharu hingga ia membuang lagu pesanan lamanya. Ketika Cassandra meminta mereka menamai lagu tersebut, para siswa justru berdebat saling melemparkan ide (termasuk usulan "Resounding Storm" dari Lucia) tanpa mencapai kesepakatan. Akhirnya, lagu kelulusan itu tetap tidak memiliki nama resmi, namun melodinya terus dibawa oleh setiap kadet saat mereka melangkah keluar menuju masa depan masing-masing di bawah langit malam.

## 41-19 Homecoming Banquet

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgcg/cg6501_15.webp)

\*Narasi awal menceritakan apa yang terjadi setelah kelulusan. Lucia yang menjadi commander di garis depan pertempuran, SKK berada di belahan bumi lainnya, dan mereka harus menjalani hubungan jarak jauh. dan cerita rekan rekan lainnya

*Peristiwa terjadi pada Hari Reuni, 20 Juni 2160.*

* Cassandra menyambut para alumni, instruktur, dan peneliti di Aula Gala F.O.S. yang didekorasi mewah dengan langit-langit kubah bintang hasil proyeksi data observatorium orbital.
* Di tengah aula, Lucia dan *SKK* duduk berdampingan sebagai perwakilan lulusan berprestasi. Di tengah obrolan dan godaan dari Joanne serta Ophelia, Lucia dan *SKK* secara tidak sadar sama-sama meraba saku bagian dalam seragam mereka karena sedang menunggu momen yang tepat untuk melamar satu sama lain.
* Dari perbincangan antara Ophelia dan Joanne, diketahui pada malam itu, Dominik akan melakukan uji coba pengapian pertama *Zero-Point Reactor*
* Joanne menginterupsi pesta untuk mengumumkan bahwa analisis tahap ketiga dari *\[Crown] Sefirah* telah selesai. Berdasarkan pemindaian global oleh AI *Gestalt*, hanya Lucia dan *SKK* yang memiliki struktur M.I.N.D. yang kompatibel dengan *\[Crown]*. Teknologi ini memungkinkan manipulasi medan gravitasi dan perjalanan antarbintang.
* Terinspirasi oleh pengumuman tersebut, Lucia dan *SKK* secara bersamaan mengeluarkan kotak cincin di balik punggung mereka. Tepat saat Lucia hendak mengucapkan kata-kata lamarannya, sebuah ledakan besar menginterupsi mereka.
* Kubah bintang auditorium hancur berkeping-keping. Kabut putih tebal (*The Fog*) merayap masuk dengan cepat melalui celah hancuran dan ventilasi, menelan cahaya serta mengisolasi ruangan. Lucia dan *SKK* seketika menghilang dari pandangan Joanne di dalam kabut pekat tersebut.
* Sistem elektronik pangkalan mengalami kegagalan massal akibat aktivasi *Zero-point reactor* yang terhubung ke jaringan listrik. Terminal milik Joanne memancarkan arus merah dan membakar tangannya, sementara kacamata taktis seorang siswa meleleh dan menghancurkan kepalanya hingga tewas. Di luar jendela, robot-robot latihan (*training mechs*) bermutasi secara organik dan mengerikan menjadi *Corrupted*.
* Adelyde segera mengambil alih komando darurat. Ia memerintahkan semua orang membuang senjata pintar dan perangkat elektronik. Menggunakan formasi taktis sersan dan senjata improvisasi dari pipa besi, kaki meja, dan pecahan vas, para siswa membentuk formasi pertahanan jarak dekat untuk mundur menuju *Prism Square*.
* Pertempuran hebat pecah di lorong-lorong akademi. Nia terluka parah setelah tubuhnya tertusuk ekor *Corrupted* raksasa ke pilar batu. Demi membuka jalan bagi rekan-rekannya, Nia menarik pin granat di sabuknya dan meledakkan diri bersama monster tersebut. Aksi heroik ini diikuti oleh kadet-kadet lain (Haniff, Bieble, Sica) yang bergantian meledakkan diri menggunakan granat manual saat terdesak.
* Setelah berhasil mencapai lantai satu dengan personel yang tersisa banyak berkurang, Joanne memutuskan memisahkan diri dari rombongan untuk kembali ke laboratorium demi menyelamatkan teknologi *\[Crown] Sefirah* sebelum ikut terkororasi. Ophelia dan Adelyde memutuskan untuk menemani Joanne, sementara sisa pasukan diinstruksikan oleh Adelyde untuk terus melanjutkan pelarian menuju *Prism Square*. Bab ditutup dengan ketiganya berlari menerobos bayangan koridor laboratorium.

## 41-20 The Same Starting Point

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgcg/cg6501_5.webp)

* Di tengah situasi gedung laboratorium yang terkororasi parah oleh jaringan tentakel merah, Joanne, Ophelia, dan Adelyde berhasil menerobos masuk ke ruang M.I.N.D. Research Institute yang masih tersegel. Joanne segera mengamankan teknologi \[Crown]—sebuah struktur emas pucat berbentuk karangan bunga salam (*laurel wreath*)—dari dudukannya.
* Saat bergerak keluar, koridor runtuh dan dua ekor Corrupted menerobos masuk. Adelyde maju menyerang menggunakan rak besi untuk membuka jalan, namun sebuah paku besi besar jatuh dari langit-langit dan merobek jalur hidrolik lutut kanannya. Cedera ini memaksa Adelyde bergerak pincang menggunakan rak besi sebagai tongkat penopang.
* Koridor semakin menutup layaknya tenggorokan yang menyempit akibat tentakel virus. Ophelia mengarahkan mereka untuk berlindung ke dalam Nano Laboratory miliknya. Saat membanting pintu penutup, cakar Corrupted menembus celah dan merobek paha kanan Ophelia hingga sangat dalam sampai memperlihatkan fasianya. Adelyde segera menyeret berbagai peralatan laboratorium untuk membarikade pintu utama.
* Menyadari barikade pintu utama tidak akan bertahan lama, Ophelia dan Adelyde memaksa Joanne yang menangis ketakutan untuk masuk ke lorong darurat barat yang sempit sendirian membawa \[Crown]. Ophelia meminta Joanne untuk tidak berhenti berlari, lalu mereka menutup dan membarikade pintu darurat tersebut dari dalam, meninggalkan Joanne sendirian.
* Gelombang Corrupted mendobrak masuk ke laboratorium utama. Adelyde bertarung mati-matian menggunakan batang besi hingga menderita luka robek parah di bahu dan kakinya sampai lututnya patah sepenuhnya. Ophelia menyeret Adelyde mundur ke dekat mesin sintesis material nano perak miliknya yang berdaya hancur tinggi layaknya bom. Sambil duduk bersandar saling memunggungi—mengenang kembali memori masa lalu saat menjalani hukuman push-up bersama di akademi—Ophelia dan Adelyde bersama-sama menarik sakelar mesin tersebut. Ledakan supersonik dari jutaan kawat nano perak halus seketika mencabik-cabik seluruh makhluk di lantai tersebut beserta diri mereka sendiri.
* Joanne berlari melintasi lorong darurat yang berguncang akibat ledakan hingga berhasil keluar ke *Prism Square*. Di alun-alun, ia menyaksikan kehancuran total skala global: fasilitas peluncuran Bifrost hancur, kota terbakar, monster-monster kororasi raksasa seukuran katedral melayang di langit, dan area tersebut dipenuhi oleh tumpukan mayat rekan-rekannya.
* Dikepung oleh sekumpulan Corrupted yang mendeteksi keberadaannya, Joanne diselamatkan oleh Cassandra yang bertarung menggunakan lengan mekanis bermutasi pisau sepanjang dua meter. Meskipun tubuh mekanisnya sendiri rusak parah dan memuntahkan vital fluid, Cassandra menahan beban monster baja raksasa yang jatuh dari langit demi memberi jalan bagi Joanne. Cassandra memerintahkan Joanne untuk berlari menuju menara suar di alun-alun karena Dominik meninggalkan "pintu belakang" (*backdoor*) *Project String* di sana sebagai rencana darurat terakhir.
* Cassandra dimutilasi hidup-hidup, dicabut kedua lengan serta tubuh bagian bawahnya secara kejam oleh monster baja raksasa sebelum diangkat menuju mulut monster tersebut. Dalam kondisi sekarat di dalam kabut putih, Cassandra melihat siluet Alpha (Lucia) berambut perak sedang berdiri diam mengamatinya dari jauh. Cassandra menyadari Alpha telah kembali ke titik awal yang sama dan mempertanyakan apakah perjuangan mereka salah, sebelum akhirnya kesadarannya padam sepenuhnya.
* Narasi teks mencatat secara resmi bahwa peristiwa ini terjadi pada tahun 2160, di mana virus yang merusak sirkuit logika muncul dari ruang hampa *Zero-Point reactor* tanpa peringatan, yang kelak dinamakan **Punishing Virus**. Seluruh 3.162 civitas F.O.S. College tewas dalam waktu 193 menit pertahanan terakhir mereka. Dalam 15 hari, peradaban manusia lumpuh dan hancur akibat hilangnya 93% permukaan bumi karena kelalaian World Government dalam menyebarkan teknologi *Construct*.
* Joanne berhasil menyentuh menara suar alun-alun dan terisolasi di dalam ruang hampa kabut putih tanpa dimensi waktu. Di sana, prototipe \[Crown] perlahan menguap hancur karena kehilangan aliran data luar. Demi menyelamatkan teknologi tersebut, Joanne nekat memasang Crown di kepalanya sendiri. Proses tersebut menyiksanya secara ekstrem; Crown memakan ingatan, daging, dan kemanusiaannya demi menjadikan tubuh Joanne sebagai wadah baru. Selama bertahun-tahun hanyut dalam kehampaan, ia terus merapalkan nama "Lucia" dan nama *SKK* agar tidak kehilangan sisa kesadarannya.
* Sebuah retakan dimensi mendadak terbuka di ruang hampa tersebut dan Joanne ditarik keluar oleh Aisling, jatuh ke sebuah ruangan di dunia/timeline baru saat ini. Joanne berbohong kepada Aisling dengan mengatakan bahwa teknologi \[Crown] telah hancur bersama dunianya terdahulu demi menyembunyikan fakta bahwa Crown tersebut kini tertanam di dalam kepalanya sendiri. Lalu Joanne bertanya pada Aisling, apakah di dunia tersebut ada seseorang yang bernama Lucia dan SKK, Aisling mengiyakan.
* Menyadari tubuh manusianya akan hancur sepenuhnya dalam hitungan minggu akibat erosi Crown dan manusia di dunia baru tidak akan memercayai wujudnya yang sudah menyerupai monster, Joanne mengambil jalur tercepat. Ia meminta bantuan kepada Aisling untuk menarik seluruh kapal induk F.O.S. di dunia saat ini masuk ke dalam Kabut (*The Fog*) menggunakan pengetahuannya sebagai mantan peneliti. Joanne sengaja memicu badai kekacauan ini agar ia bisa segera bertemu dengan Lucia dan *SKK* di dunia ini demi menyerahkan \[Crown]. Cerita ditutup dengan Joanne yang berjalan tertatih mengikuti Aisling sambil menangis meminta maaf dalam hati kepada orang-orang tidak bersalah yang akan menjadi korban takdir tersebut.

## 41-21 Pilgrimage / Life / Ordeal

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgcg/cg6501_6.webp)

* Chimera mendekap Alpha dengan erat dan membawanya lari ke dalam kehampaan *The Fog*. Kabut tersebut mulai merusak tubuh Alpha, membiarkan suara-suara dari masa lalunya menembus masuk ke dalam pikirannya.
* Di dalam cengkeraman tersebut, Alpha mendengar suara Leora (Vanguard No. 4) yang meminta maaf karena telah gagal dan meninggalkannya di masa lalu. Setelah itu, suara Joanne mengambil alih. Joanne mengungkapkan penyesalannya dan menjelaskan bahwa ia mengambil \[Crown] dengan harapan bisa menemukan teman-temannya di dunia lain dan menyelamatkan dunia yang telah hancur. Joanne menyadari ia harus berdiri di pihak yang "salah", namun ia tidak bisa membiarkan pengorbanan 3.162 anggota F.O.S. menjadi sia-sia.
* Terbebani oleh \[Crown], jiwa-jiwa di dalam Chimera kehilangan akal sehatnya. Mereka menangis, meratap, dan memohon agar Alpha memakai \[Crown] untuk membawa mereka "pulang".
* Lucia dan SKK berlari menyusuri lambung kapal F.O.S. untuk mengejar Chimera. Saat Lucia nyaris terjatuh akibat serangan monster yang keluar dari retakan dimensi, SKK berhasil menangkapnya dan mereka kembali melesat mengejar Alpha.
* Melihat perjuangan Lucia di dunia nyata, Alpha menyadari bahwa takdirnya adalah untuk terus bertarung dan tidak boleh menyerah pada belenggu masa lalu. Ia menolak menggunakan \[Crown]. Dengan kekuatan penuh, Alpha melepaskan diri secara paksa dari Chimera, mengabaikan rasa sakit saat mereka saling mencabik dan menggigit secara brutal.
* Karena jarak serangan yang terlalu jauh, Lucia meminta bantuan tembakan pelindung dari Vanessa, yang sedang terluka parah di atas kapal, berhasil mengunci target dan menembakkan artileri yang sukses menghantam Chimera dan mengubah jalur pelariannya.
* Memanfaatkan celah tersebut, Lucia dan SKK melompat ke arah Chimera. Lucia menebas monster penghalang, sementara SKK berhasil menangkap Alpha yang terlepas dari Chimera. Melalui sentuhan SKK yang menempelkan dahi mereka, Alpha kembali mendapatkan kekuatannya dan bertekad untuk kembali pulang.
* Alpha bangkit kembali, mengambil pedangnya dari Lucia, dan melancarkan serangan bergaris cahaya merah yang telak, memaksa Chimera menjerit dan mundur.
* Di atas dek kapal F.O.S., Vanessa yang sedang kehabisan darah menyaksikan keberhasilan mereka melawan Chimera. Mengesampingkan luka fatalnya, Vanessa menerima perannya sebagai sosok yang mendukung dari bawah. Ia memberikan perintah darurat ke seluruh unit yang tersisa untuk mengaktifkan suar (*beacon*) di monumen dan menyalakan ulang mesin utama demi memberikan dukungan penuh bagi SKK dan Lucia.

## 41-22 Pyroath

*ada battle disini, story lanjut ke post battle.*

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgcg/cg6501_12.webp)

* Saat kewarasan Chimera hancur, monster itu mengumpulkan ribuan *vagabonds* untuk melancarkan serangan mematikan. Alpha dan SKK menerjang maju untuk menjadi tameng bagi Lucia. Akibatnya, SKK menderita luka fatal yang menguras hampir seluruh darahnya, sementara Alpha mendapatkan luka menganga di bagian perut yang nyaris menghancurkan tubuhnya.
* Melihat kondisi keduanya, Lucia mengamuk dan menebas gelombang musuh secara brutal. Namun, serangan musuh tidak ada habisnya dan Chimera mempercepat proses pembusukan (hilangnya data M.I.N.D. dan persepsi tubuh). Ratusan luka mulai menyelimuti tubuh Lucia.
* Di tengah keputusasaan, Alpha dan Lucia saling berhadapan. Keduanya mengakui trauma yang sama: terperangkap dalam mimpi buruk dan dipaksa melihat orang-orang yang mereka cintai mati berulang kali tanpa bisa menyelamatkan mereka. Alpha bersikeras harus mendapatkan *\[Crown]* dari dalam tubuh Chimera untuk "memperbaiki semuanya", meskipun itu berarti ia harus mati.
* Memahami isi hati Alpha, Lucia menolak membiarkan Alpha mati. Lucia menyadari bahwa tubuhnya memiliki Omega Core—teknologi yang memberinya kekebalan dari Punishing Virus dan suplai energi tak terbatas. Ia memutuskan untuk menanggung beban tersebut sendirian dan menerjang maju. Lucia memilih untuk "egois" dengan menjadi pihak yang maju berkorban, sehingga terpaksa menjadikan Alpha sebagai sosok yang "ditinggalkan" untuk tetap hidup dan melindungi SKK—karena bagi mereka, orang yang tertinggal untuk terus hidup justru menanggung penderitaan emosional yang jauh lebih berat.
* Lucia melesat dengan kecepatan penuh menembus badai musuh dan menabrakkan dirinya ke wajah Chimera. Ia menyelimuti Chimera dengan api dan berusaha memaksakan kesadarannya untuk mengambil alih kendali monster tersebut demi memperebutkan *\[Crown]*.
* Menyadari SKK nyaris tidak bernapas di pelukannya dan melihat perjuangan Lucia, Alpha bangkit kembali. Ia melesat dengan kecepatan tinggi, memotong lengan-lengan Chimera, menangkis setiap serangannya, dan pada akhirnya menusuk monster itu hingga terpaku di atas lambung kapal F.O.S.
* Setelah tertusuk, sisa-sisa kesadaran di dalam Chimera (Leora dan Joanne) berhasil menembus keluar. Dengan menggunakan sisa lengannya, Chimera merobek tubuhnya sendiri untuk mengeluarkan *\[Crown]* dan menyerahkannya kepada Alpha.
* Kabut di sekitar Alpha berubah menjadi visi masa lalu. Ia mendengar suara Leora, ibunya, dan Joanne yang menitipkan harapan agar ia pergi ke "dunia yang penuh kebahagiaan". Visi sosok-sosok dari masa lalu tersebut tampak menempatkan *\[Crown]* di kepala Alpha, menandai lahirnya sang "ratu" yang hancur dan kelelahan.

## 41-23 Crown

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory720.webp)

* Dikelilingi oleh tim vanguard yang telah gugur, Alpha mengenakan mahkota \[*Crown*] yang menjadi hak takdirnya. Ia mengalami sinkronisasi fisik yang menyakitkan saat sisa-sisa darah dan cairan vital dari mereka yang hancur mengalir di wajahnya.
* Sebagai ratu baru, Alpha memerintahkan Kabut untuk memberikan jawaban terkait hakikat \[*Crown*] dan *Sefirot*, serta cara membawa semua jiwa kembali ke dunia penuh kebahagiaan. Ia menarik sisa-sisa jiwa Cassandra untuk mewujud kembali di dalam Kabut sebagai penerjemah informasi.
* Di dalam manifes ilusi Biara Kemurnian (*Monastery of Purity*), Cassandra yang sedang merangkai bunga lotus menjelaskan struktur urat (branches) bercahaya di bawah mereka sebagai "akar" dan buah di atasnya sebagai *Sefirot* (jalur evolusi peradaban tertinggi). Cassandra meminta Alpha melangkah maju menyusuri urat tersebut untuk memahami sistem melalui hal-hal yang memicu kebahagiaan.
* Alpha tiba di sebuah proyeksi tangga darurat fasilitas riset F.O.S. yang hancur akibat *Chaos Contamination*. Di balik sebuah pintu darurat, ia menemukan Lucia versi anak-anak (Hero Alpha) yang mengunci diri dan bertahan hidup lewat delusi kenyamanan. Alpha mengumpulkan coretan dinding berisi kata-kata penyesalan anak tersebut (termasuk salah eja nama Leora) dan menekannya ke dadanya. Setelah mengetuk pintu secara lembut, Lucia kecil menceritakan kerinduannya akan rumah, orang tua, Luna, dan boneka *Froggie*.
* Atas permintaan Lucia kecil untuk membersihkan jalan dari kontaminasi, Alpha menyapu bersih seluruh monster di fasilitas tersebut. Lucia kecil membawa \[*Crown*], melompat dari Jembatan Impian menembus kabut, dan rambutnya memutih menjadi perak saat ia melebur dengan esensi Alpha sebelum masuk ke dalam siklus dunia.
* Alpha hanyut dalam visualisasi kehidupan ideal yang dialami oleh perwujudan Lucia di berbagai dunia:
  * Dilahirkan di keluarga yang hangat dan menantikan kelahiran adiknya, Luna.
  * Masuk ke akademi militer F.O.S., bertemu Adelyde, Ophelia, serta insiden Joanne menjatuhkan *earphone* yang mempertemukannya dengan *SKK*.
  * Lulus dari akademi dan bergabung menjadi pemain bass di dalam band musik rock Luna bersama Roland dan Lamia, serta mengetahui keputusan *SKK* untuk bertarung di sisinya.
  * Menjadi pejuang yang merayakan banyak hari ulang tahun berkat jalinan ikatan kasih sayang dari rekan-rekannya.
* Mengamati seluruh rantai kebahagiaan mutlak ini dari posisi yang "lebih tinggi", Lucia/Alpha berbicara dengan *SKK* di sisinya. Ia menyatakan ingin memberikan kebahagiaan nyata ini kepada satu-satunya versi Lucia yang menderita di luar sana, meskipun versi tinggi ini harus menanggung semua rasa sakit di dalam Kabut selamanya. *SKK* menyatakan kesetiaannya untuk tetap mendampinginya.
* Alpha terbangun kembali di atas buah \[*Crown*] dalam realitas Kabut; Cassandra dan biara telah lenyap. Ia mengikuti jejak kaki segar dan menemukan seekor anak domba (representasi SKK dan jiwa-jiwa hilang) yang menantinya di bawah pohon. Di atas dahan, bermanifestasi sosok Lucia berambut hitam yang sekarat dengan *Omega Core* meredup akibat kehabisan sisa hidup setelah melepaskan kekuatannya di dalam Kabut.
* Alpha menempelkan dahinya ke dahi Lucia untuk menyalurkan kekuatan \[Crown]. Ia merenungkan bahwa jika ia mengubah takdir agar Lucia tumbuh sehat tanpa menjadi *Construct*, tidak bergabung dengan *Gray Raven*, dan tidak dikhianati oleh Ravenge, maka berdasarkan hukum kekekalan semesta, sosok "Lucia Gray Raven" tidak akan pernah ada lagi di dunia.
* Demi memastikan ada setidaknya satu versi dirinya yang merasakan kebahagiaan utuh tanpa penyesalan, Alpha memantapkan pilihan untuk membelokkan takdir. Ia memutuskan menyerap seluruh kebencian, niat jahat, kesengsaraan, dan penderitaan alam semesta ke dalam dirinya sendiri ("Biarkan aku berjalan di jalur yang terkutuk").
* Seiring dengan mengalirnya motes cahaya yang memulihkan fragmen di dada Lucia, cabang takdir milik Alpha di Pohon Sefirot perlahan-lahan layu dan mengering karena ia lepaskan secara sukarela.
* Sebelum kesadaran mereka terpisah jauh, Alpha membisikkan pesan darurat terakhir agar Lucia tidak bersedih. Ia menyatakan mereka akan segera kembali ke Kabut untuk menghadapi Chimera tanpa perlu meledakkan *Omega Core* milik Lucia. Alpha menutup cerita node ini dengan keyakinan bahwa karena takdir dan dunia itu bulat, mereka berdua pasti akan menemukan jalan untuk bersatu kembali suatu hari nanti.

## 41-24 The Ending's Two Halves

*cerita di node ini cukup banyak informasi penting, ada baiknya membaca nya secara langsung.*

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory1421.webp)

* Setelah memperbaiki takdir dari satu versi Lucia, Alpha kembali menatap Pohon Takdir. Mata kirinya telah berubah sepenuhnya menyerupai lubang hitam cincin emas-merah, menandakan ia telah menemukan jawaban atas "diri aslinya". Saat banyak tangan penuh luka terulur dari bawah pohon, Alpha memutuskan untuk menerima semua rasa sakit dan penderitaan mereka agar semesta kembali seimbang.
* Alpha membelah kabut dan tiba di titik keputusasaan Luna pada tanggal 5 Januari 2161, tepat di sebuah bilik telepon setelah Luna berbicara singkat dengan ibunya yang tidak mengenali siapa dirinya. Saat tubuh Luna mulai larut tertelan keputusasaan, telepon berdering kembali. Alpha menelepon dari ujung dimensi, menenangkan Luna, dan mengingatkan akan hukum kekekalan semesta—bahwa Alpha akan menjadi penyeimbang penderitaan agar Luna bisa melangkah maju. Alpha berjanji akan selalu ada kapan pun Luna memanggil, membiarkan Luna yang menutup telepon tersebut dengan tekad baru yang membebaskannya dari kesedihan.
* Alpha kemudian mendatangi Vonnegut di masa lalu, tepat 7 hari sebelum SKK (yang sedang terbaring terluka parah di kasur di belakangnya) terbangun. Alpha menjahit luka fisik SKK menggunakan teknik yang pernah diajarkan *SKK* padanya.
* Vonnegut, yang lelah dan bersiap menyambut kematiannya sendiri, mengungkapkan penyesalannya karena selalu menganggap Alpha sebagai anak kecil yang tak berdaya, padahal ia adalah "pahlawan kecil Alpha" yang harus memikul beban seluruh dunia. Alpha menolak memberikan penghakiman dan membiarkan Vonnegut memilih takdir akhirnya sendiri. Alpha kemudian pergi membawa "beban/penderitaan" SKK dan menitipkan kucing oranye milik Vonnegut untuk bergabung dengan kucing-kucingnya yang lain.
* Kembali di bawah Pohon Takdir bersama Anak Domba, Alpha menyadari bahwa seluruh beban penderitaan telah diangkat dari pundaknya. Ia menyadari bahwa *Phylotree* sejatinya adalah M.I.N.D. itu sendiri. Buah-buah pada pohon tersebut (seperti *\[Mercy], \[Foundation], \[Kingdom], \[Beauty], \[Understanding],* dll) adalah konsentrasi informasi (entropi) peradaban yang berevolusi, yang digunakan untuk melawan hukum penyaringan/kiamat semesta (*Filtering*).
* Alpha memahami bahwa *Ascension-Network* bukanlah sebuah kesalahan, melainkan sekadar "sisi lain" dari pohon yang sama yang tumbuh dari akar penderitaan. Ia berniat membagikan visi ini kepada seluruh umat manusia di Babylonia agar mereka dapat melihat alur evolusi secara lebih utuh.
* Alpha memakan seluruh buah Sefirot yang telah matang satu per satu, dan diakhiri dengan memakan keseluruhan \[*Crown*]. Hal ini menyebabkannya mengalami metamorfosis menjadi bentuk primal yang telah memahami eksistensi pohon takdir secara absolut.
* Setelah siap, Alpha membuka "gerbang" di akar pohon. Ia tidak menemukan hamparan bintang atau alam semesta, melainkan hanya Anak Domba (yang merepresentasikan SKK atau sosok yang menganggap dirinya "tidak penting") menunggu di sisi lain. Anak domba tersebut mengingatkan Alpha akan janji yang terlupakan, lalu berbalik pergi.
* Dikuasai kembali oleh gelombang kepanikan dan kerinduan dari emosi yang selama ini ia buang demi menjadi penyeimbang, Alpha tidak ragu-ragu melangkah masuk menembus gerbang terbuka tersebut untuk mengejarnya, menutup rangkaian kisah pencarian ini.

## 41-25 The Ending's Other Half

*cerita di node ini cukup emosional, ada baiknya membaca nya secara langsung.*

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgcg/cg6501_10.webp)

* Cerita dibuka dengan kilasan memori dari sudut pandang SKK di masa lalu: momen mengembalikan *earphone* Lucia yang jatuh di hari pertama akademi, latihan tangkap bendera, hukuman fisik bersama, hingga kenangan melihat Bumi dari Bulan. *SKK* menyadari perasaannya bahwa Lucia adalah "tempatnya berpulang".
* Alpha melangkah menembus Gerbang (*Gateway*) dan secara tiba-tiba kembali berada di dalam auditorium F.O.S. Ia mendapati dirinya mengenakan pakaian formal kelulusan, dan saat meraba sakunya, ia menemukan sebuah cincin.
* Di momen tersebut, Alpha merasakan kembali detak jantung manusia dan emosi yang sempat ia tinggalkan. Ia mendengar tawa teman-temannya—Ophelia, Adelyde, Cassandra, dan Joanne—yang berkumpul di sekitarnya.
* Alpha berbalik dan melihat *SKK*. Alpha menyadari bahwa *SKK* serta semua teman di ruangan tersebut telah memahami seluruh takdir dan pilihan berat yang ia ambil. Tidak ada lagi ketegangan di mata mereka, melainkan senyum kelegaan seolah mereka mendorong Alpha untuk merelakan tempat tersebut.
* Alpha dan *SKK* saling mengutarakan perasaan yang tak pernah sempat tersampaikan. Alpha mengaku bahwa selama ini ia berkali-kali ingin menyatakan perasaannya di berbagai kesempatan (di Afrika Utara, di pangkalan, hingga di pasar loak Constellia) namun selalu tertahan.
* Alpha dan *SKK* secara bersamaan mengeluarkan cincin yang telah lama mereka simpan. Sambil menatap satu sama lain, Alpha mengucap sebuah ikrar yang bertolak belakang dengan lamaran pada umumnya. Dengan menjadikan F.O.S. sebagai saksinya, Alpha berikrar bahwa ia **tidak** akan menghabiskan hidupnya bersama *SKK* dan **tidak** akan terus berada di sisinya selamanya.
* Tepat setelah ikrar pengorbanan itu diucapkan, kubah auditorium terbelah dan hancur, menandakan bahwa ilusi "dunia terakhir" tersebut mulai runtuh karena Alpha telah memilih untuk melepaskannya.
* Di tengah pecahan realitas tersebut, Alpha menyelesaikan kalimatnya dan bertanya, *"Maukah kau... tidak menikahiku... selamanya?"*

{% embed url="<https://www.youtube.com/watch?v=oSGCOpxFyx4>" %}

kamu dapat melihatnya raw nya di [sini](https://assets.huaxu.app/browse/video/movie50004.mp4)

## 41-26 Homecoming Voyage

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgcg/cg6501_35.webp)

* Setelah menyerap auditorium F.O.S. dan Kabut ke dalam M.I.N.D.-nya, Alpha melangkah ke balik Gerbang (*Gateway*). Di sana, ia berhadapan dengan *The Merciful One*.
* Alpha bertanya apakah ada peradaban lain yang selamat dari kiamat (hukum *Filtering*/panen). *The Merciful One* menjelaskan bahwa peradaban lain gagal karena pemegang Mahkota \[*Crown*] mereka ragu-ragu dan selalu mempertahankan banyak opsi cadangan. Alam semesta menuntut sifat mutlak; dengan menyisakan banyak jalan, mereka gagal mencapai keabsolutan.
* *The Merciful One* memvalidasi jalan yang diambil Alpha (sebagai representasi \[*Atheism*]). Alpha berhasil karena ia berani menghapus seluruh kemungkinan lain dan hanya bertaruh pada **satu** dunia/timeline yang tersisa. *The Merciful One* memberikan penghormatan dan mempersilakan Alpha membawa pulang pasukannya (vanguard).
* Suara jiwa-jiwa dari masa lalu dan dunia lain (Leora, Joanne, Cassandra, Ibunya) bergema di dalam Kabut. Mereka menyatakan keikhlasan dan kedamaian meskipun eksistensi dunia mereka telah "dipangkas" oleh pilihan Alpha, mendorong Alpha untuk terus melangkah tanpa melihat ke belakang.
* Di dalam ilusi auditorium F.O.S. yang dipenuhi oleh seluruh jiwa rekan-rekannya dari berbagai timeline (rekan FOS lama nya, tim Vanguard, rekan Babylonia, Gray Raven, Keluarganya, dan masih banyak lagi), Cassandra bertanya kepada Alpha apa nama lagu kebangsaan sekolah mereka. Alpha tersenyum dan secara resmi menamainya **"Homecoming Voyage"**, berikrar akan membawa mereka semua pulang.
* Alpha menyusuri akar pohon dan Kabut, memetik buah-buah takdir lain dari Pohon *Sefirot*, dan menyebarkannya kembali ke dunia sembari berjanji akan selalu mengawasi mereka.
* Kesadaran Alpha kembali ke dunia nyata tepat pada detik-detik kritis (titik divergensi): saat SKK sedang sekarat kehabisan darah dan sebelum Lucia membakar habis *Omega Core*-nya.
* Alpha bangkit menembus Kabut dengan wujud yang telah berubah drastis—mengenakan mahkota hitam, rambut berwarna merah-hitam, dan tubuh yang tertutup debu serta bekas luka keabadian. Ia menenangkan Lucia, menyatakan bahwa Lucia tidak perlu lagi mengorbankan dirinya karena Alpha kini mampu mengalahkan musuh.
* Meskipun SKK tidak memiliki penglihatan kosmis untuk memahami transformasi tersebut, ia tetap menggenggam tangan Alpha dengan erat. Alpha membalas tatapan Lucia dan mengingatkannya bahwa takdir itu bulat; meskipun jalan mereka kini berbeda, suatu hari nanti mereka pasti akan bersatu kembali. (mengacu pada akhir 41-23)
* Lucia menyadari perubahan mutlak pada Alpha dan mengangguk setuju. Dengan seruan bahwa *"tidak ada lagi yang perlu ditakuti"*, Alpha yang menghunus pedang merah menyalanya bersama Lucia melancarkan serangan ke arah Chimera demi memenangkan peperangan dan pulang ke rumah.

*Setelah battle ada movie yang menarik, pastikan untuk tidak menskip nya setelah battle ya SKK (mungkin akan saya tambahkan kesini, namun saya masih belum menemukan asset video nya)*

## 41-27 Passing Strangers

* Cerita di node ini memiliki informasi penting untuk alur cerita ke depannya, ada baiknya membaca nya langsung.\*

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgcg/cg6501_16.webp)

* Kapal bintang F.O.S. berhasil menembus Kabut (*The Fog*) dan kembali ke ruang angkasa normal. Gestalt mendeteksi sinyal kedatangan mereka dan secara tidak wajar menunjukkan kehangatan manusiawi dengan mengucapkan, *"F.O.S., selamat datang di rumah."*
* Kegembiraan staf Babylonia seketika berubah menjadi kepanikan saat mereka mendeteksi konsentrasi *Punishing Virus* tingkat tinggi dari arah kapal F.O.S. Status siaga dinaikkan ke Level I ketika sosok Alpha terlihat berdiri bebas di atas kapal tersebut di tengah ruang hampa udara.
* Pasukan Babylonia (dipimpin Valeria, bersama Liv dan Lee) mengepung area pendaratan dengan senjata siaga. Palka kapal terbuka, dan Vanessa beserta siswa-siswa F.O.S. keluar dalam kondisi berlumuran darah sebelum akhirnya tumbang kelelahan. Tim medis segera mengevakuasi para penyintas. Alpha tetap berdiam diri mengawasi dari atas kapal tanpa melakukan serangan.
* Melihat SKK dan Lucia (yang masih bisa menemukan kebahagiaan) selamat, Alpha merasa tugasnya selesai. Menepati ikrarnya untuk berjalan menjauhi jalur kebahagiaan, Alpha turun dari kapal dan melangkah pergi melewati SKK tanpa mengucapkan sepatah kata pun, menghilang ke dalam kegelapan alam semesta.
* Dari luar angkasa, Alpha menatap Bumi dan mulai merajut "benang-benang kausalitas" di Samudra Atlantik untuk memandu arah umat manusia ke depannya. Ia kemudian mendeteksi keberadaan entitas bernama Helentine (saudara perempuan Ophelia) di hamparan mayat di Samudra Atlantik (*Sea of Atlas*).
* Helentine menemui Alpha untuk menyampaikan pesan tentang hukum kekekalan informasi di alam semesta. Karena Alpha telah memutus semua cabang takdir lain demi satu jalur ini, peradaban manusia harus membayar harga yang setara dan akan terus menghadapi bahaya mematikan dari sistem penyaringan semesta (*Filtering*).
* Alpha menegaskan bahwa ia telah mengorbankan masa depannya sendiri demi jalur ini. Ia menerima takdirnya sebagai pengawas yang akan membimbing dan menyaksikan setiap keputusan umat manusia. Helentine menjelaskan hakikat *Phylotree* (Pohon Takdir) sebagai tempat lahirnya kesadaran, yang kini menjadi solusi tunggal milik Bumi.
* Cerita berpindah ke permukaan bumi, di mana Luna, Lamia, dan Roland menyadari kembalinya kapal F.O.S. Tiba-tiba, Luna menyadari bahwa pandangannya kini tak terbatas dan seluruh hambatan terhadap *Ascension-Network* telah hilang. Ia menyadari bahwa Alpha telah mewariskan kunci kendali absolut *Ascension-Network* tersebut kepadanya.
* Mengetahui kakaknya akan selalu berada di sisinya, Luna membulatkan tekad untuk mempertahankan posisinya saat ini. Ia melacak sumber dari anomali-anomali yang mencoba mengganggu kekuatan kakaknya dan menyadari bahwa semuanya bermuara pada satu Agent yang terus-menerus memprovokasi Babylonia. Sebagai langkah pertama untuk melindungi jalur Alpha, Luna bersiap untuk membasmi agen dan "serangga-serangga kecil" pencipta anomali tersebut.

## 41-28 The Vanished Recording

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory213.webp)

* Rekaman dimulai secara mendadak tanpa hitung mundur, yang membuat Joanne sedikit terkejut. Joanne kemudian mulai berbicara kepada Lucia dan SKK, menggoda mereka mengenai sikap mereka yang selalu menyisakan ruang kosong untuk satu sama lain namun merasa berhasil menyembunyikan perasaan mereka dari orang lain.
* Ophelia mengambil alih pembicaraan, mengenang kembali memori sejak hari pertama mereka di akademi F.O.S. Ia menyoroti bagaimana Lucia dan SKK telah melewati banyak pertarungan dan misi berbahaya yang nyaris merenggut nyawa mereka.
* Joanne menyela untuk mengungkapkan kekhawatirannya. Ia mengeluhkan sikap nekat Lucia dan SKK yang selalu maju menjadi sukarelawan pertama dalam setiap pengujian teknologi *Sefirah*. Walaupun Joanne tahu mereka melakukannya untuk mendukung risetnya, ia tetap meminta mereka untuk tidak terlalu ceroboh.
* Ophelia berharap agar ke depannya Lucia dan SKK akan terus bersama, mengurangi tindakan nekat, dan menjalani kehidupan yang bahagia di mana pun mereka berada.
* Di tengah rekaman, Ophelia menerima pesan dari Adelyde yang mengabarkan bahwa mereka berdua telah kembali.
* Mengetahui waktu mereka habis, Joanne dengan panik menambahkan satu pesan terakhir: ia mendesak Lucia dan SKK untuk segera menyatakan perasaan dan mengatakan "ya" kepada satu sama lain, karena semua teman mereka mendukung hubungan tersebut.
* Saat terdengar langkah kaki yang mendekat, Ophelia dan Joanne buru-buru meneriakkan harapan dan doa terbaik mereka. Tepat ketika Joanne hendak menyerukan kalimat *"F.O.S. will forever—"*, rekaman dimatikan secara paksa dan terputus.
* Cerita ditutup dengan sebaris narasi teks yang menyatakan: *"Rekaman yang tidak akan pernah diputar tersebut berhenti secara tiba-tiba,"* mengisyaratkan bahwa pesan penuh harapan ini tidak pernah sampai kepada Lucia dan SKK.
