> For the complete documentation index, see [llms.txt](https://pgrtldrid.gitbook.io/main/llms.txt). Markdown versions of documentation pages are available by appending `.md` to page URLs; this page is available as [Markdown](https://pgrtldrid.gitbook.io/main/arc-vortex/01-graffiti-art.md).

# 01 — Graffiti Art

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/uifubenmaintabchapter/instanceiconpic01.webp)

{% hint style="info" %}

#### sebelum membaca

sangat disarankan untuk membaca nya langsung di dalam game karena mengandung banyak informasi penting yang tidak semua saya tulis disini, seperti penjelasan terkait kata kata teknis yang muncul pada chapter ini dan juga beberapa percakapan/dialog/narasi yang mungkin penting tidak tertuang disini.
{% endhint %}

## 1-1 A Brief Transit

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory49.webp)

* Cerita diawali di ruang simulasi, tempat Lucia dan SKK bersiap meninjau ulang log pertempuran lama melawan unit terinfeksi bertipe semprot yang dijuluki "Graffiti Artist". Lucia menjelaskan bahwa *Simulation Review* membangun medan perang holografik dari data tempur yang telah mereka kumpulkan, mampu merekonstruksi skenario misi sampai ke detail terkecil, dan karena itu efektif untuk mengasah kemampuan bertarung. Setelah SKK tidak punya pertanyaan lagi, simulasi dimulai dan membawa mereka masuk ke memori pertempuran tersebut.
* Tepat setelah pertempuran sebelumnya, Lucia ditemukan dalam kondisi rusak parah. Ia mematikan reseptor rasa sakitnya sendiri sehingga tidak menyadari tingkat kerusakannya, dan Liv buru-buru memperkuat bagian-bagian yang hancur dengan lem nano-reinforcement.
* Lee meminta maaf karena tidak banyak membantu di pertarungan terakhir. Lucia mengakui bahwa ia selamat nyaris karena keberuntungan—kecepatan dan presisi lawannya jauh di atas perkiraan, dan tangkisannya sendiri hanyalah tebakan.
* Lee menyimpulkan dari data pertempuran bahwa pola serangan pedang musuh sangat mirip dengan pola milik Lucia. Lucia mempertanyakan mengapa hanya sinyal visualnya sendiri yang terganggu di pertempuran itu, sementara anggota lain tidak terpengaruh.
* Lee menjelaskan bahwa *M.I.N.D.* (*Memory Inductive Neural Depository*) milik *Construct* bekerja dengan cara yang sama sekali berbeda dari sirkuit logika mesin dan android biasa, sehingga menargetkan satu individu secara spesifik nyaris mustahil. Kecuali pihak lawan menguasai teknologi *M.I.N.D.* melebihi para ilmuwan Babylonia, serangan semacam itu seharusnya tidak bisa terjadi.
* Lucia memutuskan menyerahkan analisis pada HQ karena data pertempuran sudah terekam, lalu mengajak tim bergerak ke titik pertemuan terdekat. Liv menahan mereka selama tiga puluh detik sampai lem penguat Lucia stabil.
* Di titik pertemuan, tim hanya menemukan reruntuhan *Construct* dan *Corrupted* yang masih berkeliaran—pertempuran di lokasi itu sudah lama usai.
* Lee menunjuk pemancar sinyal di dekat situ: sebuah *Corrupted* yang sudah rusak dan kehabisan daya sempat menancapkan lengannya ke dalam radio dan mengorupsi perangkat itu sepenuhnya. Sinyal darurat yang menarik Gray Raven ke sana ternyata umpan.
* Lucia menghabisi *Corrupted* tersebut dengan satu tebasan lalu menghancurkan pemancar yang telah terkorupsi. Lee mengakui jebakan itu primitif, tapi mereka tetap masuk ke dalamnya karena kebutuhan suplai yang mendesak.
* Atas keputusan SKK, tim tetap menyisir area. Liv menangkap beberapa sinyal darurat lemah dari *Construct* yang selama ini bersembunyi dan baru sekarang berani meminta bantuan.
* Lucia mempertanyakan mengapa mereka belum melakukan *recall* padahal pertempuran sudah lama berlangsung. Lee menjelaskan bahwa memori sebuah *Construct* bersifat unik seperti memori manusia, dan mereka bisa memicu *recall* jarak jauh tepat sebelum *frame*-nya hancur. Proses itu membuat model pikiran *M.I.N.D.* mereka menyimpang jauh dari standar pikiran manusia, tapi tetap lebih baik daripada musnah total—karena kalau *M.I.N.D.* hancur lebih dulu, seluruh memorinya ikut lenyap.
* Liv memperingatkan bahwa sinyal para penyintas justru tertangkap oleh *Corrupted*, dan segerombolan besar sedang bergerak ke arah mereka. Lucia meminta perintah SKK, dan Gray Raven bersiap bertempur.

*(After Battle)* ![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory11.webp)

* Di akhir pertempuran, lengan Lucia mendadak berhenti merespons. Lee menariknya menjauh dan memastikan bahwa lengan itu memang sudah rusak total—perbaikan yang ia lakukan sebelumnya hanya bersifat sementara. Laras senapan Lee sendiri terlihat mengepul karena dipaksa bekerja terlalu keras.
* Liv menemukan seorang penyintas. Prajurit *Construct* itu sudah terinfeksi *Punishing Virus*, namun kadarnya masih di bawah batas toleransi *Inver-Device*-nya. Liv meminta izin mengakses *M.I.N.D.*-nya untuk meringankan beban melawan virus.
* Prajurit tersebut menjelaskan bahwa timnya adalah regu suplai yang terdesak mundur ke jembatan itu oleh *Corrupted*, lalu membangun stasiun komunikasi darurat sebagai upaya terakhir. Jumlah dan tingkat ancaman *Corrupted* di sana jauh melampaui kalkulasi mereka.
* Ia menyatakan bahwa *Corrupted* di wilayah itu telah membentuk semacam organisasi—sesuatu yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Lucia menyanggah bahwa *Corrupted* seharusnya hanya menjalankan perintah bunuh dari *Punishing Virus*.
* Sebagai bukti, prajurit itu menunjuk grafiti-grafiti di sekitar lokasi. Regunya menemukan bahwa grafiti tersebut menarik *Corrupted* jenis mekanoid, dan hanya mereka yang bisa memahami maknanya. *Construct* berkesadaran manusia seperti mereka sama sekali tidak bisa menguraikannya. Ia memperingatkan bahwa grafiti itu sedang mengumpulkan pasukan *Corrupted*.
* Lee menolak teori bahwa ini perilaku baru akibat kendali *Punishing Virus*, karena tujuan *Corrupted* semata-mata menghancurkan manusia dan segala yang berkesadaran manusia—mereka tidak butuh berkomunikasi satu sama lain. Ia menduga ada faktor lain di luar *Punishing Virus* yang bekerja di sini.
* Lucia berterima kasih atas informasinya dan meminta prajurit itu segera melakukan *recall*, dengan janji bahwa Purifying Force akan dikirim untuk mengambil *frame* mereka.

## 1-2 Farewell Gift

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory11.webp)

* Sebelum *recall*, prajurit *Construct* tersebut menawarkan lengannya sendiri untuk Lucia. Ia beralasan lengan itu memang bukan kualitas terbaik, tapi setidaknya berstandar militer dan akan jauh lebih berguna di tangan Lucia daripada di tubuhnya yang sudah tidak bisa menggerakkan satu jari pun.
* Lucia menerimanya dalam diam dan memberi penghormatan terakhir lewat tatapannya, karena ia sendiri tidak punya lengan untuk memberi salam militer.
* Prajurit itu menambahkan satu informasi terakhir: regunya terpaksa meninggalkan sebagian suplai senjata saat bentrok dengan *Corrupted*, dan di dalamnya terdapat komponen inti *Levi-Gun*—senjata yang bisa mengembalikan kemampuan tempur Liv.
* Atas keputusan SKK, tim memilih pergi mengamankan suplai tersebut. Prajurit itu mengucapkan selamat tinggal sebelum akhirnya melakukan *recall*.
* Sistem melaporkan proses kalibrasi ulang parameter tautan saraf, koefisien deviasi *M.I.N.D.* turun 0,015, dan kesadaran Lucia kembali daring.
* Lucia sempat mengerang bukan karena luka, melainkan karena tidak terbiasa dengan kembalinya reseptor rasa sakit. Lee menegaskan bahwa merasakan sakit justru pertanda baik—hanya dengan begitu model *M.I.N.D.*-nya perlahan kembali normal.
* Lucia terkejut karena lengan barunya terasa mulus seolah memang miliknya sejak awal. Lee menjelaskan ia menyesuaikan dan meredam potensi deviasi kinetik berdasarkan data pergerakan Lucia sebelumnya—atau dengan kata lain, ia sudah lama menyiapkan *preset* konfigurasi berbagai model anggota tubuh untuk Lucia karena menduga hal semacam ini akan terjadi suatu hari. Sindiran Lee tidak ditangkap sama sekali oleh Lucia maupun Liv.
* Lee menutup dengan catatan bahwa fungsi lengan itu tetap harus diuji di pertempuran sungguhan.

## 1-3 Graffiti Blast

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory12.webp)

* Tim tiba di koordinat suplai senjata dan langsung disambut pemandangan ganjil: seluruh *Construct* di lokasi itu hancur berkeping-keping, dan potongan tubuh mereka berlumuran cat.
* Sebuah suara dari kegelapan mengoceh tentang "manusia-manusia menjijikkan" yang datang untuk menghancurkan "karyanya" lagi.
* Lee berlutut dan memeriksa grafiti itu dengan jarinya. Komposisinya sebagian besar cairan vital *Construct*, dicampur pewarna industri, zat fluoresens, dan berbagai cairan pendingin. Ia menyimpulkan cairan *Construct* itu tidak hanya dipakai untuk melukis, tapi juga sebagai senjata.
* Lee menjelaskan bahwa yang meledakkan para *Construct* kemungkinan besar adalah bom dari cat bertekanan. Ledakannya memicu penurunan suhu nyaris seketika sehingga memperlambat target—tanda bahwa pelakunya sedang belajar dan berevolusi. Suara di kegelapan justru tersinggung karena Lee menyebut karyanya "horrid".
* Lucia menegaskan bahwa hati nurani tidak bisa diharapkan sedikit pun dari *Corrupted*, dan tidak ada perdamaian yang bisa dicapai dengan mereka.
* Liv menyelesaikan pemindaian area dan melaporkan bahwa komponen *Levi-Gun* yang disebutkan regu suplai berada tidak jauh dari sana.

## 1-4 Full Strength

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory12.webp)

*ada battle disini, story lanjut ke post battle.*

* Dengan *Levi-Gun* yang telah pulih, Liv akhirnya bisa kembali bertempur. Lucia mengakui pertarungan jadi jauh lebih ringan berkat dukungan meriam Liv, dan Lee menyebutnya sebagai kekuatan penuh Gray Raven.
* Liv mengusulkan untuk menyambungkan diri ke *M.I.N.D.* para *Construct* yang gugur di lokasi itu. Kalau memorinya masih utuh, mereka bisa mendapatkan petunjuk soal musuh.
* Lee menjelaskan bahwa bagi *Construct* biasa, memasuki *M.I.N.D.* yang mungkin sudah terkorupsi sangatlah berbahaya. Namun Liv adalah model *Support-type* terbaru dengan efisiensi analisis dan proteksi terhadap virus tingkat tertinggi, sehingga peluang korupsinya secara teori sangat kecil.
* Liv menambahkan bahwa *Mind Beacon* milik SKK berfungsi sebagai pengaman tambahan selama proses berlangsung.
* Lee memperingatkan bahwa membaca *M.I.N.D.* jauh lebih membebani Liv daripada menahan virus, karena ia harus menghentikan sebagian besar fungsinya yang lain selama menganalisis. Lucia menyimpulkan tugas mereka adalah melindungi Liv selama proses itu.
* SKK memberi lampu hijau, dan Liv memulai analisis.

## 1-5 Restoring Scene

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory12.webp)

* Liv menginisialisasi rangkaian memori dan merender ulang citra simulasi dari *M.I.N.D.* regu yang gugur.
* Dalam rekaman itu, seorang prajurit melaporkan bahwa pembersihan *Corrupted* di depan berjalan anehnya mudah—sangat berbeda dari laporan regu-regu lain yang kalah. *Corrupted* di pinggir jalan hanya berdiri diam menghadap grafiti dan seolah tidak menyadari kehadiran mereka.
* Pemimpin regu menyimpulkan bahwa grafiti tersebut sedang mengumpulkan pikiran para *Corrupted*. Ketika prajuritnya menyanggah bahwa *Corrupted* tidak punya kesadaran dan hanya boneka virus, ia bersikeras bahwa ada "makna" khusus di balik grafiti itu yang menyatukan mereka.
* Pemimpin regu menegaskan bahwa makna dan resonansi tersebut sudah melampaui pengaruh *Punishing Virus*, karena sudah lama terbukti *Corrupted* di bawah kendali virus tidak pernah tertarik menghapus apa pun selain manusia. Ia menyebut fenomena itu sebagai kemungkinan wujud kehendak bebas dan berniat segera melaporkannya ke HQ.
* Laporan itu terputus karena seorang prajurit nekat membersihkan grafiti di depan mereka dengan alasan efek pendinginannya mengganggu jalur lewat. Pemimpin regu berteriak memerintahkannya berhenti, tapi sudah terlambat.
* Seluruh *Corrupted* yang tadinya khusyuk menatap grafiti serentak berbalik menghadap regu tersebut sambil mengoceh, *"Free... Will..."* dan *"Freedom... To... Machines..."*
* Sesosok entitas tak dikenal tertawa kecil, lalu melepaskan kabut yang membuat seluruh sistem radar regu itu rusak. Ia mengoceh bahwa manusia terlalu bodoh untuk mengapresiasi karyanya—kebodohan masih bisa dimaafkan, tapi menghancurkan karyanya tidak.
* *Corrupted* mengepung regu tersebut. Seorang prajurit sempat menyadari ada benda yang menyerupai kaleng cat semprot sebelum pemimpin regu berteriak meminta semua berlindung, dan rekaman berakhir dengan ledakan.
* Simulasi berhenti di titik itu. Lucia menyimpulkan bahwa mekanoid dalam rekaman tersebut adalah dalang di balik seluruh grafiti ini.
* Suara entitas itu mendadak terdengar tepat di dekat mereka, membenarkan kesimpulan Lucia sambil mengejek kesadaran manusia sebagai sesuatu yang kotor. Lucia terkejut karena keberadaannya sama sekali tidak terdeteksi.
* Lee menghubungkan dengan rekaman tadi: radar regu itu juga rusak, dan potongan tubuh serta cairan vital *Construct* kemungkinan besar adalah cara entitas ini menyembunyikan diri.
* Entitas tersebut mengoceh tentang dunia tanpa manusia, kebebasan, dan penciptaan, lalu berteriak bahwa manusia tidak boleh kembali ke Bumi.
* Alih-alih menyerang, ia justru menyemprotkan cat ke jaket Lee sambil mengulang kata "horrid" yang tadi diucapkan Lee. Saat Lee berusaha mengejarnya, kabut menyembur dari sosok itu dan menutup pandangan seluruh tim.

## 1-6 Lost in Mist

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory11.webp)

* Lee, yang belum pernah mendengar *Corrupted* melakukan keisengan semacam itu, meminta Liv memeriksa model asli entitas tersebut.
* Liv mengidentifikasinya berdasarkan bentuk dan ukuran sebagai model pengecat *Spray Can*—dikenal juga sebagai *Nozzle*—buatan Cosmos Industries dari pertengahan *Golden Age*. Model itu utamanya dipakai mengecat area luas, tapi sebagian unit digunakan untuk pertunjukan, pendidikan, dan penciptaan karya seni.
* Lee langsung menghubungkannya dengan obsesi entitas itu pada "karya" dan "seni". Liv mempertanyakan apakah mesin benar-benar bisa berkarya seni.
* Lee mengakui ia sendiri tidak yakin. Di Babylonia, seni buatan mesin berada di bawah pengawasan dan arahan ketat manusia; kalau dibiarkan sendiri, hasilnya adalah gambar-gambar aneh yang tak terbaca manusia, persis seperti grafiti ini.
* Liv menyimpulkan bahwa mesin selalu akur dengan manusia di bidang lain, tapi tidak dalam urusan seni, lalu bertanya apakah SKK bisa memahami gambar-gambar tersebut.
* Lee menutup perdebatan: terlepas dari apakah kaleng cat itu berkarya atas kehendaknya sendiri atau tidak, ia telah menghancurkan banyak *Construct* dan karena itu adalah musuh. Misteri seninya baru bisa dijawab setelah mereka menangkapnya.
* Lucia mengeluhkan jejak target yang hilang dan kabut yang mengacaukan magnet. Lee menunjuk bekas cat di lantai—radar boleh mati, tapi jejak cat itu cukup untuk memandu mereka.

## 1-7 A Soft Heart

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgcg/cg109_2.webp)

* Celica dari Babylonia berhasil menghubungi Gray Raven. Ia melaporkan bahwa Babylonia dan stasiun luar angkasa yang terkorupsi baru saja nyaris bertabrakan, baku tembak sudah berakhir, dan komunikasi udara-ke-darat sebagian besar pulih meski masih ada interferensi dari stasiun tersebut.
* Celica mengaku sudah melihat log pertempuran Gray Raven dan mengkhawatirkan kondisi mereka. Lucia menenangkannya dengan laporan bahwa tim sudah memulihkan diri dari suplai yang mereka kumpulkan.
* Lucia meminta dukungan pelacakan lokasi untuk unit *Corrupted* pelukis grafiti dan mengunggah data modelnya. Celica menandai lokasi target beserta rutenya: melewati sebuah kawasan pertokoan, lalu menembus garis pertahanan yang dipadati *Corrupted*.
* Di kawasan pertokoan yang sunyi, Lee mengajak Lucia menyusun rencana pertempuran, tapi Lucia terlihat melamun. Saat ditanya Liv, Lucia mengaku itu pertama kalinya ia masuk ke dalam sebuah toko.
* Liv menggandeng tangan Lucia dan mengajaknya menyusuri rak-rak toko. Meski sudah ditinggalkan hampir seratus tahun, masih banyak barang tersisa di rak meskipun tak lagi layak jual. SKK dan Lee berjaga di luar.
* Liv menemukan Lucia lama menatap dua boneka terakhir yang tersisa: satu berbentuk domba, satu lagi katak aneh berlipstik. Keduanya berdebu dan pudar warnanya.
* Liv menawarkan satu untuk masing-masing dan meminta Lucia memilih. Lucia perlahan menunjuk dan menyentuh boneka katak itu.
* Setelah menerima boneka tersebut, Lucia terdiam cukup lama sambil menatapnya tanpa berkedip. Ketika Liv berkomentar bahwa ia tampak sangat menyukainya, Lucia hanya mengatakan bahwa memandang boneka itu memunculkan perasaan aneh di dalam dirinya.
* Liv mengaku tidak pernah tahu Lucia punya sisi seperti itu. Setelah persiapan selesai, keduanya mengikat boneka masing-masing di pinggang dan keluar lewat pintu belakang toko, kembali ke medan pertempuran.

## 1-8 The Purpose

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory9.webp)

* Lucia meminta maaf kepada seluruh tim atas sikapnya di toko tadi.
* Ia menjelaskan bahwa saat melihat boneka itu, muncul perasaan asing namun terasa akrab di dalam dirinya. Ketika ia sempat mengira boneka itu hilang, ia dilanda kesedihan yang luar biasa besar, dan sebuah suara di dalam dirinya memintanya untuk tidak pernah melepaskan boneka tersebut.
* Lee menenangkannya dengan mengatakan bahwa setiap orang punya hal yang mereka anggap penting, dan justru itulah alasan keberadaan mereka.
* Saat Lucia masih terlihat bingung, Lee menutup percakapan dengan nasihat bahwa kalau sedang tersesat, cukup terus melangkah maju—karena melangkah maju itu sendiri sudah cukup bermakna.

## 1-9 The Followers

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory11.webp)

* Gray Raven berhasil menembus garis depan *Corrupted*, dan model *Nozzle* akhirnya terlihat.
* Berdasarkan koordinatnya, Liv menyimpulkan target sudah cukup lama berada di titik itu dan kemungkinan sedang melukis lagi.
* Lee memperingatkan bahwa ada cukup banyak *Corrupted* yang menjaga target tersebut—kemungkinan besar para pengikutnya—sehingga pertempuran tidak terhindarkan. Ia tetap menyempatkan diri mengomentari bahwa grafiti itu berhasil memikat banyak *Corrupted* tapi tetap saja jelek, dan Liv diam-diam menganggap Lee menyimpan dendam di tempat yang aneh.
* Lucia memutuskan serangan frontal dengan formasi rapat dan meminta SKK mengikuti dari dekat, lalu menarik napas dalam sebelum memberi aba-aba bergerak.

## 1-10 Base Color

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory20.webp)

* Lucia berhasil mengunci target dan menyatakan tidak ada gunanya lagi melarikan diri.
* Lee menekan target mengenai istilah *Ascendant* yang berulang kali disebutkannya, tapi sang seniman grafiti menolak menjawab. Lee memperingatkan bahwa ia akan mendapatkan jawaban itu cepat atau lambat.
* Nozzle menyebut Gray Raven sebagai perusak dan bandit. Menurutnya, meski mereka tidak menyukai karyanya, mereka tidak menghancurkannya—jadi mereka masih memenuhi syarat sebagai penonton dan tidak akan ia bunuh.
* Namun karena kini mereka mengganggu alur kreatifnya, Nozzle menyatakan mereka kehilangan kualifikasi sebagai penonton dan karena itu harus dihapus.
* Nozzle menyemprotkan catnya kembali. Lee menyatakan trik itu sudah tidak mempan karena mereka sudah mempelajarinya, tapi Nozzle membalas bahwa semprotan tadi hanyalah pewarnaan dasar. Lee justru menganggapnya pertanda baik: target akhirnya berhenti melarikan diri.

## 1-11 Self Analysis

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory20.webp)

* Lee bertanya apa yang sebenarnya ingin disampaikan lewat grafiti-grafiti tersebut. Nozzle mengejeknya sebagai amatir karena meminta seorang seniman menjelaskan karyanya sendiri.
* Nozzle menyatakan tidak ada gunanya mencari makna di Bumi, karena menurutnya manusia sudah gagal dan Bumi tidak lagi milik manusia—mereka hanya tidak mau menerimanya. Ia mengklaim bahwa era baru mesin sudah mulai berjalan di Bumi.
* Lee menepis klaim itu dan menyebut para mesin hanya akan diperbudak *Punishing Virus*.
* Nozzle membantah dengan menyatakan dirinya adalah mesin yang bebas dan memiliki kehendak bebas, dan bahwa ia telah tercerahkan oleh Sagemachina. Menurutnya, sang Sage telah meramalkan bahwa kehendak mesin akan menjadi satu-satunya kehendak di masa depan.
* Liv bertanya apakah Nozzle pernah benar-benar melihat Sagemachina. Nozzle mengaku belum pernah, tapi mengklaim telah melihat jejak-jejak filosofinya dan berniat menyebarkannya lebih jauh.
* Nozzle menutup dengan menyebut Gray Raven sekadar kerikil-kerikil tak berarti di jalan, dan memperingatkan mereka untuk tidak lagi menginvasi "dunia baru" milik para mesin.

## 1-12 Final Work

![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgstory/bgstory20.webp)

*ada battle disini, story lanjut ke post battle.*

* Liv mendeteksi aktivitas *Punishing Virus* di dalam tubuh model *Nozzle* menguat drastis—target sengaja membiarkan virus mengambil alih dirinya sendiri.
* Nozzle menyatakan bahwa Gray Raven tidak menyisakan pilihan lain baginya, menyebut manusia lebih hina daripada *Punishing Virus*, lalu mengutuk mereka dengan "karya" terakhirnya.

*(After Battle)* ![](https://assets.huaxu.app/glb/image/bgcg/cg116_2.webp)

* Setelah target sepenuhnya terdiam, Liv mengaku merasakan kesedihan tanpa tahu alasannya. Lucia menegaskan misi sudah selesai dan tidak ada gunanya memikirkan hal lain, sementara Lee memilih diam.
* Lee bersiap mengekstraksi memori dari sisa-sisa model *Nozzle*. Namun proses itu langsung dipotong oleh panggilan Celica: Presiden Hassen memerintahkan Gray Raven menghentikan sementara misi mereka, dan sebuah pesawat pengangkut sudah dikirim untuk memulangkan mereka ke Babylonia.
* Di Babylonia, SKK mendapati dirinya di area eksperimen rahasia Science Council dan ditegur Asimov. Asimov memastikan Lucia tidak memerlukan operasi, tapi menolak menjelaskan anomali yang dialami Lucia di pertempuran dengan alasan informasi itu sangat rahasia.
* Asimov memperkenalkan dirinya sebagai CTO Science Council untuk garis depan umat manusia sekaligus pengembang *Mind Beacon*, dan menyindir SKK yang tidak membaca pengantar tentang dirinya di halaman judul tutorial operasi.
* Asimov menyebut satu sosok yang ia kagumi sejak kecil—seseorang yang sekaligus prajurit, ilmuwan, dan pemimpin—yang hidup terpaut hampir satu era darinya sehingga hampir mustahil masih hidup. Ia lalu mengusir SKK karena memori Lucia akan kembali daring dalam lima menit.
* Seorang pria bertubuh tinggi dan berwajah keras muncul dari pintu keluar area eksperimen untuk membicarakan Lucia dengan Asimov. Nikola menegur SKK karena tidak memberi hormat kepada komandannya, lalu memerintahkan SKK menyusun laporan bersama atasannya dan segera meninggalkan area tersebut.
* SKK akhirnya bertemu Celica secara langsung untuk pertama kalinya. Presiden Hassen memotong candaan Celica dan menyatakan bahwa ia sengaja memanggil Commandant Gray Raven.
* Hassen mengungkapkan bahwa Babylonia selama ini mengawasi Gray Raven dari dekat dan menilai kinerja SKK baik, sehingga ia merasa keputusannya menyerahkan Gray Raven kepada SKK sudah tepat.
* Hassen menegaskan bahwa ada hal-hal yang belum bisa ia bicarakan untuk saat ini, karena Gray Raven bukan tim biasa. Baru setelah SKK melewati cukup banyak ujian dan terbentuk kepercayaan yang kokoh di antara mereka, "hal-hal" tertentu bisa ditangani tanpa mengguncang ikatan tim.
* Hassen memperingatkan bahwa masih banyak ujian menanti di depan, dan bahwa SKK beserta timnya memikul nasib seluruh umat manusia. Ia lalu mengajak SKK membahas apa yang ditemukan di dalam memori Nozzle.
* *Bagian penutup ini menutup bingkai simulasi yang dibuka di awal cerita:* Liv melaporkan target sepenuhnya senyap dan Lee melaporkan simulasi pertempuran selesai. Lee menyerahkan laporan log pertempuran yang sudah ia rapikan dan menjelaskan bahwa pertarungan-pertarungan ini bisa ditinjau ulang kapan saja lewat sistem *review*. Lucia menutup dengan mengajak tim beristirahat sejenak sebelum misi berikutnya dimulai.

***

> [**Lanjutkan Membaca: Chapter 1 (Hidden Story) — Patched Memories, Hello World, Initial Inspiration**](/main/arc-vortex/01-graffiti-art/01-graffiti-art-hidden.md)
